by

Jafar Umar Nyakan Siap Maju Bakal Calon Bupati Halsel Periode 2020 – 2025

RADARINDONESIANEWS. COM, TERNATE – Menjelang tahapan pemilihan kepala daerah 2020, beberapa daerah di Provinsi Maluku Utara mulai muncul tokoh – tokoh politik ternama yang di isukan akan bertaruh sebagai bakal calon Bupati/ Walikota di Malut. salah satunya Kab. Halmahera Selatan (Halsel) yang paling dibahas dalam eksalasi politik lokal di Maluku Utara (Malut) sebab dianggap paling seksi diantara beberapa Kabupaten/Kota yang lain.

Salah satu nama yang muncul di Kab. Halsel selain sang petahana, tokoh pendidikan ternama Drs.H.Djafar Umar, MM atau biasa disapa JU juga digadang – gadang akan maju sebagai bakal calon Bupati Halsel periode 2020 – 2025 mendatang.

Hal itu dibenarkan oleh JU sapaa akrabnya.” Iya saya akan maju dalam pilkada Halsel periode 2020 – 2025,” ungkapnya saat dikonfirmasih oleh media, terkait kebenaran isu yang beredar di kalangan masyarakat Halsel via whatshap pada, Selasa (13/08/19).

Menurut JU, dalam pesta demokrasi pilkada Halsel 2020 secara mental dan basisnya sudah dipersiapkan. Apalagi tim yang dinamakan Kerabat JU sudah terbentuk lama dan mereka menginginkan JU harus maju 01 di Kab. Halsel tampa mempertimbangkan kekuatan petahana dan rival lainya. Kemudian juga secara angka – angka politik dari 30 Kecamatan, sudah dilakukan sosialisasi dan pembasisan dan dilakukan sudah hampir separuh dari sekian jumlah kecamatan yang ada di Kab. Halsel.

“Selama 4 tahun ini saya bersosialisasi dan melakukan pembasisan, tentu saya optimis menang jika didampingi wakil yang berpotensi,” kata politisi Partai Garuda Malut ini.

Dia berharap Kab.Halsel mendapat pemimpin yang berpengalaman didunia birokrasi yang matang, agar dapat melakukan penataan birokrasi yang masih belum tertata di Halsel. Kita ketahui era teknologi semestinya memperpendek rentak kendali birokrasi yang akan melahirkan kecepatan pelayanan pablik yang tidak berbelit – belit. Selain itu, penataan sistem pendidikan juga tidak terupdate ke pendidikan milenial yang menurutnya masih jauh dari harapan kemajuan Negara, karena dibuktikan dengan kebijakan Full Day Scool dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan namun hanya beberapa sekolah saja di Kab.Halsel yang menerapkanya.

“Secara logika Halsel ada 30 Kecamatan yang tersebar diberbagai wilayah pelosok, maka teknologi adalah cara bagaimana kita wujutkan pelayanan yang cepat dan tepat tampa merepotkan masyarakat yang harus bulak balik dan mengeluarkan biyaya besar. Sehingga banyak warga Halsel yang harus menitipkan ke Kades atau yang lain dalam urusan administrasi kependudukan dan lainya,” pungkas JU yang juga mantan Kadis Pendidikan Prov. Malut periode Taib Armain itu.

Ketika ditanya soal pelayanan kesehatan, ekonomi, pendidikan dan lainya, ketua Tim Pendiri UMMU Ternate itu menilai selama ini pemerintah sudah berusaha melakukan itu. Akan tetapi persoalan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi masih harus dimanja oleh APBD Halsel. JU berpendapat saat ini masih banyak PR dari aspek pelayanan kesehatan, ekonomi, pendidikan, transportasi dan pemberdayaan oleh pemerintahan H.Bahrain Kasuba – Iswan Hasim.

“Untuk masalah kesehatan di Halsel, banyak yang mengeluhkan keterbatasan ketersedian obat dan fasilitas, sehingga kedepan jika terpilih saya sudah punya cara mengatasinya lewat program apotik desa atau apotik terapung bagi daerah terluar dan terpencil. Hal itu juga untuk memperdayakan sarjana farmasi dan apoteker di Halsel. Selain itu ambulanc laut juga akan menjadi prioritas karena sering uang habis bayar spitbot ketika dirujuk dari Halsel ke RSUD Malut di Ternate,” cetus JU.

Ditambahnya, “Halsel tidak bisa dianggap biasa karena wilayahnya luas namun PAD nya kecil dan menjadi tantangan Pemerintah saat ini. Tentu APBD harus di atur sebaik mungkin dengan keterlibatan berbagai pihak yang memiliki keahlian diberbagai bidang. untuk itu, masyarakat Halsel harus cerdas dalam memilih pemimpin Halsel di Pilkada secara akal sehat, jangan karna rupiah dan menggadaikan kepentingan selama 5 tahun.” (dp/pian)

Comment

Rekomendasi untuk Anda