by

MUI Berharap Enzo Lancar Dan Sukses Jadi Taruna Akmil

Anton Tabah Digdoyo

RADARINDONESIANEWS. COM, JAKARTA – Media sedang ramai bahas putra bangsa bernama Enzo Zensi Ellie yang lolos ikuti pantukhir di akademi militer (Akmil). Namun ada suara minir menuduh yang bersangkutan terpapar radikalisme hanya karena ia berfoto dalam akun Facebook dengan bendera tauhid.

Semua pujian dan bangga pada Enzo berubah jadi bulian, cibiran vonis tanpa bukti Enzo radikalis?

Untuk itu redaksi telah meminta tanggapan hal ini pada pengurus MUI Pusat, Anton Tabah, mantan Petinggi Polri via telpon, Senin (12/8/19).

Anton mengatakan,  MUI dan Depdagri sejak kasus pembakaran bendera tauhid di Garut 2018 tegas bahwa bendera yang dibakar Banser saat itu bukan bendera HTI tapi bendera Tauhid milik umat Islam se dunia.

Di Indinesia tambahnya,   tidak dilarang memiliki, menyimpan dan mengibarkannya di even tertentu. Maka sangat naif jika menuduh Enzo calon taruna Akmil berfoto dg bendera Tauhid tersebut sebagai terpapar radikal pro HTI dll. Itu bukan bendera HTI karna mendagri sudah menjelaskan kalau bendera HTI ada tulisan HTI nya. Maka jangan mudah nuduh radikal.

“Harusnya kita lebih sensi dengan bendera dan logo PKI yang yeah jelas dilarang Oleg UU bukan malah alergi dengan bendera Tauhid yang syah.

Lafadz  tauhid lanjut mantan jenderal ini,  sangat mulia bagi setiap Muslim ketika menghadapi maut apalagi ketika membela NKRI, melawan musuh yang mengancam kedaulatan NKRI.

Tapi tambahnya,  kenapa politik di Indonesia kini menganggap kalimat tauhid ini hina dan nista? Semua yang membawa kalimat Tauhid dicap radikal? OPM Papua yang bakar bendera merah putih dan membunuhi TNI bukan radikal??

“Rakyat pasti marah jika kalimat tauhid dilecehkan. Berulang kali dijelaskan bendera tauhid itu bendera umat Islam, bukan milik HTI, bukan milik partai atau kelompok tertentu.” Tegas pengurus ICMI Pusat ini.  (R)

Comment

Rekomendasi untuk Anda