by

Pengukuhan Pengurus IMO Jakarta Akan Dikemas Berbeda

foto/imo/dki
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA –  Calon pengurus baru Ikatan Media Online (IMO) – Indonesia Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi DKI Jakarta tengah merampungkan segala persiapan untuk acara pengukuhan sekaligus diskusi publik yang rencana akan digelar pada Rabu, 28 Agustus 2019, di Kafe Sastra, Balai Pustaka, Jakarta.

Ketua IMO-Indonesia DPW DKI Jakarta terpilih, Muliansyah Abdurrahman mengatakan, seluruh persiapan untuk acara pelantikan sekaligus diskusi publik sudah mendekati seratus persen.

“Sejauh ini teman-teman sudah bekerja maksimal menjemput pelantikan pengurus IMO wilayah DKI. Semua berjalan lancar dan sudah hampir mencapai seratus persen,” kata Muliansyah, di Balai Pustaka, Jakarta, Senin (26/8).

Muliansyah melanjutkan, kegiatan pelantikan nanti sengaja dikemas berbeda, yakni sekaligus digandengkan dengan acara diskusi.

“Sengaja kami sandingkan dengan kegiatan diskusi publik, agar pelantikan nanti memberikan warna berbeda. Selain, agar ada diskursus baru, jadi tidak sekadar pelantikan saja,” cetus kandidat doktor Universitas Nasional Jakarta itu.

Terkait tema diskusi, kata dia, isu yang diangkat akan disesuaikan dengan peran media saat ini di tengah derasnya arus digitalisasi media.

Ketua Institut Politik Indonesia itu menuturkan, pesatnya gelombang digitalisasi media mengharuskan para pemilik dan pelaku media kembali memikirkan ulang tentang masa depan media (pers) di tanah air.

“Pesatnya digitalisasi media tentu memberikan tantangan tersendiri bagi wartawan maupun pemilik media di tanah air. Diperlukan langkah cepat dan tangkas untuk menyiasati hal ini,” pungkasnya.

Untuk itu, Muliansyah mengusulkan tema pada rangkaian diskusi dan pelantikan nanti ialah “Membangun Peradaban Media Digital”.

Dia mengatakan, topik yang dipilih sejalan dengan semangat perkembangan media mutakhir yang mulai bergeser dari paltform lama menuju media digital.

“Jadi topik yang kita angkat harus benar-benar menguliti dinamika pers mutakhir yang perlahan digantikan dengan platform media digital,” tutupnya. (IMO/HRS).

Comment

Rekomendasi Berita