by

Rosna Bahar*: Mahasiswa Harus Melek Politik

Rosna Bahar
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA –  Ada sekelompok mahasiswa yang masih enggan terlibat untuk bicara politik dari sisi praktis. Menurut mereka politik itu kotor dan wajib dihindari,. Scara pragmatis, yang dipikirkan mahasiswa adalah bagaimana cara agar lulus nanti sudah ada bekal buat kerja.
Apakah itu yang dinamakan mahasiswa? Bukankah mahasiswa adalah Agent Of Changes (agen perubahan)? Lalu apa kontribusi mahasiswa untuk menolong negeri ini, jika mahasiswanya saja begitu takut terhadap politik.
Mahasiswa perlu tahu bahwa politik adalah mengurusi urusan umat, baik dari segi ekonomi, uqubat, muamalah, sangsi, sosial, pendidikan, kesehatan, dan pergaulan. Karena islam adalah sistem yang sempurna, yang didalamnya mengatur segala bentuk interaksi antara sesama manusia dengan Rabbnya, interaksi manusia dengan dirinya sendiri dan interaksi dengan orang lain. Seperti sistem sosial, ekonomi dan politik.
Bagi umat muslim, politik adalah aktivitas untuk mengurusi urusan umat baik dalam maupun luar negeri. Penguasa sebagai wujud tanggung jawab harus amanah dalam kepemimpinan untuk mengurusi seluruh kebutuhan umat dengan tata aturan yang tidak bertabrakan dengan al-quran dan sunnah Rasulullah. Allah SWT berfirman:
“Hendaklah kamu menetapkan hukum di antara mereka berdasarkan apa yang diturunkan Allah”. (QS. Al-Maidah [5]: 49)
Sabda Rasulullah saw, “Seorang imam (kepala negara) adalah pengatur dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas pengurusannya tersebut.
Ketika penguasa mengeluarkan suatu kebijakan yang menyengsarakan rakyat dan bertentangan dengan syariat islam maka mahasiswa harus menjadi garda terdepan untuk membela islam dan hak-hak rakyat.
Mahasiswa harus melek terhadap politik, karena mereka memiliki peran yang sangat strategis dalam kencah kehidupan berbangsa dan bernegara. Mahasiswa menjadi corong rakyat untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, kritikan dan ketertindasan yang dialami rakyat kepada penguasa. 
Mahasiswa sebagai kelompok yang memiliki jiwa sosial sekaligus memiliki idealisme yang tinggi. Dengan jiwa sosial yang tinggi, mahasiswa bisa merasakan kepedihan dan ketidakadilan yang dirasakan rakyat atas tindakan zalim penguasa. 
Dengan idealisme yang tinggi, mahasiswa bisa menggerakkan segala daya upanya dan kelompoknya untuk memperjuangkan hak-hak rakyat dari tangan penguasa.Wallahu ‘alam.[]
*Mahasiswi Khairun, Ternate, Fakultas Teknik
Prodi Elektro Semestes 7

Comment

Rekomendasi untuk Anda