by

Sukma Oktaviani*: Generasi Sekuler, Berani Berbuat Tidak Siap Bertanggungjawab

Sukma Oktaviani
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Beberapa hari kemarin terdengar berita, seorang gadis remaja berumur 18 tahun dengan inisial SNI, membunuh anaknya sendiri di dalam toilet Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). 
Dalam pengakuannya, SNI melakukan hal tersebut bukan lantaran dirinya tega membunuh bayinya itu tetapi karena belum siap untuk menikah sementara pasangannya sudah siap. SNI seperti dikutip okezone, Ahad (28/7/2019) mengakui dirinya masih muda dan inilah yang menjadi alasan dirinya tidak siap menikah.
Miris bukan? Lebih mirisnya lagi, pernyataan pelaku terhadap apa yang ia perbuat sungguh menyayat hati saya sendiri sebagai seorang wanita muslim, remaja dan seorang anak. 
Pergaulan bebas terbukti marak di kalangan remaja, ditambah lagi sekularisme  memang memberi ruang kebebasan generasi muda berperilaku yang menyerempet kemaksiatan, bahkan sampai mencabut fitrahnya sebagai seorang manusia. Terbukti, fitrah seorang ibu pun bisa hilang sampai ia tega membunuh anaknya sendiri. Naudzu billah
Selain itu, kehadiran negara dianggap gagal untuk mendidik generasi berkarakter yang siap bertanggung jawab atas apa yang menjadi pilihannya.
Bagaimana mungkin suatu negara akan mendapat keberkahan dari Allah, jikalau kemaksiatan tidak lagi menjadi momok yang menakutkan? Dalam hal ini seharusnya kita sebagai muslim sadar akan rusaknya generasi ini. Masyarakat harus memahami bahwa hanya dengan mengamalkan Islam secara kaffah yang bisa melepaskan masyarakat dari persoalan ini.
Islam bukan hanya agama, tapi Islam adalah sistem paripurna yang melindungi manusia dari kemaksiatan dan mampu mendidik generasi ini dengan karakter syakhsiyah Islam yang takut bermaksiat kepada Allah dan siap bertanggungjawab di hadapan Allah atas apa yang mereka kerjakan di dunia. Wallahu alam.[]
*Pelajar

Comment

Rekomendasi Berita