by

Yuyun Suminah*: Krisis Identitas Generasi Sekuler

RADARINDONESIANEWS. COM, JAKARTA – Melihat fenomena generasimuda zaman now sangat memprihatinkan, aktivitas pergaulan mereka serba bebas. Banyak fakta menunjukan akibat dari pergaulan bebas tanpa batas, sebut saja pergaulan laki-laki dan perempuan yang diikat oleh ikatan tak halal yaitu pacaran banyak menunjukan bukti bahwa aktivitas pacaran selalu berujung hamil diluar nikah bahkan tindakan aborsi ketika sang perempuan tak menginginkan darah dagingnya maupun pembunuhan bayi yang sudah dilahirkan. Miris

Seperti kasus pembunuhan bayi yang dilakukan oleh perempuan asal Tenggarong inisial SN berusia 18 tahun, tega menyumpel mulut bayi dengan tisu toilet. Tindakan tersebut dilakukan karena belum siap nikah dan belum siap punya anak. (Okenews.com 28/07/19).

Kasus-kasus tersebut bukan terjadi sekali itu saja tapi berulang-ulang tanpa ada solusi penyelesaian. Generasi yang kehilangan identitas dirinya kalau mereka adalah generasi penerus suatu bangsa yang akan mengukir suatu peradaban. Kenapa hal tersebut bisa terjadi karena sistem sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan, menganggap urusan kehidupan tak perlu ada campur tangan agama. Agama hanya dijadikan urusan individu seseorang saja dan cukup hanya untuk mengatur ibadah semata.

Maka wajar generasi sekuler akan hilang jati dirinya oleh pergaulan bebas tanpa batas. Generasi yang hilang rasa takut kepada Penciptannya bahwa semua urusan dunia diatur oleh agama. Mereka tidak memahami tujuan hidup  untuk apa dan akan kemana langkah mereka akan berakhir.

Dibawah ini ada tips untuk mengembalikan identitas generasi Muda supaya memahami hakikat hidup yang hakiki, seperti apa tipsnya kita simak yuk!!!

1. Tahu asal kita dari mana

Ada barang pasti ada yang menciptakan, begitu juga dengan manusia kita hidup bukan ujug-ujug ada tapi ada yang menciptakan yaitu Allah SWT. Ya, kita berasal dari Allah yang melalui perantara orang tua kita ayah dan ibu. Lewat ibulah kita lahir kedunia. Proses tersebutlah Allah yang mengaturnya.

“Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang ia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan Dia mendengar dan melihat.”(QST. Al Insan [76]: 1-2)

2. Mau ngapain kita di dunia

“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QST. Adz-Dzariyaat [51]: 56)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa tujuan Allah SWT menciptakan manusia untuk beribah kepadaNya. Mengukir hidup dengan ketaatan, taat menjalankan semua perintah dan laranganNya. Dan taat menjalani hidup kita diatur oleh Islam.

3. Akan kemana setelah di dunia

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan” ( QST. 21 : 35 ).

Manusia hidup di dunia tak abadi pasti akan merasakan yang namanya kematian. Kematian adalah gerbang awal kita menjalani kehidupan yang kekal yaitu alam akhirat. Dan manusia harus siap mempertanggungjawabkan apa-apa yang dilakukan selama di dunia.

Ketika kita generasi muda memahami hal tersebut maka akan menjalani hidup dengan penuh arah. Tujuan kita bukan hanya di dunia tapi tujuan yang abadi yaitu kembali kepadaNya. Wallahu Alam.[]


*Guru DTA, Diniyah Takmiliyah Awaliyah

Comment

Rekomendasi untuk Anda