by

Geliat Lagu Anak Kembali Eksis

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Berbeda dengan negara lain, sebutlah Amerika misalnya, penyanyi cilik atau penyanyi anak-anak lebih populer di Indonesia. Dari lagu ‘Bintang Kecil’, ‘Nina Bobo’, ‘Helly’, ‘Pelangi’, sampai lagu ‘Di Obok Obok’, semuanya melekat dihati sanubari anak-anak Indonesia.

Di Amerika, boleh jadi tak lebih dari 10 nama penyanyi anak-anak yang meniti karir dalam industri musik. Sebaliknya di Indonesia, jumlahnya jauh lebih banyak, baik jumlah lagu maupun jumlah penyanyi anak-anak Namun, lebih kurang 10 tahun terakhir, semuanya seperti hilang ditelan zaman.

Kondisi obyektif itu mengusik sanubari Rahayu Kertawiguna, CEO Nagaswara. Baginya, tanggung jawab terhadap eksistensi lagu untuk anak-anak adalah tanggung jawab segenap komponen bangsa.

“Selama masih ada Merah Putih, Nagaswara akan terus berjuang menghidupkan ekosistem lagu anak-anak dan merilis lagu mereka melalui penyanyi cilik yang potensial,” ungkap Rahayu, yang tak lelah berinovasi melahirkan karya karya musik terbaru, termasuk tentu saja peluncuran 4 single dari 4 nama penyanyi anak-anak pendatang baru,  dalam kemasan  “Cerita Masa Kecil Untuk Sahabatku”, pada Hari Kamis 29 Agustus 2019 di Green Pramuka Square, Jakarta.

Meski masih ada sejumlah penulis lagu anak-anak terus berkarya, namun sangat disayangkan, kiprah mereka tak bisa melampaui kejayaan Bu Kasur, Pak Kasur, A.T. Mahmud. Pun kini, nama-nama penyanyi cilik setenar Chicha Koeswoyo, Joan Tanamal, Adi Bing Slamet, kemudian Sherina, Dea Ananda, Joshua, Tina Toon dan sejumlah nama lainnya. Diantara mereka, jika ada yang menjelma menjadi penyanyi dewasa, hanya ada, Agnes Monica dan Bondan Prakoso

“Saya teringat pesan dua tokoh perempuan, Ibu Negara Ani Yudhoyono dan Ibu Marie Elka Pangestu, agar saya selaku produser musik, memberi perhatian pada produksi lagu anak-anak yang semakin langka. Padahal, edukasi terbaik yang bisa disampaikan dengan cara ringan nan riang, adalah lagu anak-anak. Pesan itu terus terngiang sampai akhirnya. saya merilis lagu anak-anak ini,” papar Rahayu, yang mengajak Baim The Dance Company, Artika Ssri Devi, Andi Merpati dan Roelswaar, untuk menggarap rencana mulia itu.

Kemudian lahirlah 4 penyanyi, sebutlah 4 Bintang Kecil yang akan bersinar dipenghujung tahun 2019 ini,  yakni Abbey Ibrahim, Kesya Salim, Keyne Stars dan Nayla.

“Singing makes me happy, and I hope other people will also be happy,” kata Abbey Ibrahim,  putri sulung pasangan Baim dan Artika Sari Devi ini yang baru berysia 10 tahun ini, sembari tersenyum polos dan apa adanya, dengan bangga.

Jika teman-temannya, melantunkan masing-masing satu lagu, Abbey siswi International Scool High Scope ini, langsung merampungkan dua lagu. Pertama lagu “Adikku Tersayang” ciptaan kedua orang tuanya, dan “Melati Suci”, ciptaan Maestro Guruh Soekarno Putra. Konon, lagu ‘Melati Suci’ adalah sebuah lagu yang dipersembahkan bagi ibunya, almarhum Ibu Negara Pertama,  Fatmawati Soekarno.

“Saya dan istri tidak pernah merancang Abbey untuk menjadi penyanyi. Semuanya mengalir begitu saja. Sampai pada sebuah momen dua tahun lalu, kami melihat bakat Abbey. Selama dia senang dan bahagia melakukannya, kami akan terus mendukungnya,  dan memastikannya agar tetap berada dijalur yang bensr,” jelas Baim, yang diamini istri tercinta, Artika Sari Devi.

Begitulah adanya, pada dua tahun lalu, Abbey pernah menyanyi bersama ayahnya dalam lagu bertajuk ‘Pelangi Usai Hujan’, yang dinyanyikan bersama ayahnya dan Zoe adik bungsunya, dalam album solo Baim.

“Aku ingin bisa menulis lagu seperti mama dan papa,” ucap Abbey, yang aktif dalam Bahasa Inggris serta berbakat pula dalam bermain piano.

Nama penyanyi anak lainnya, adalah Kesya Salim. Remaja belia 14 tahun ini, lebih dulu bergabung di Nagaswara, dibanding teman-temannya. Namun, baru kali ini kiprahnya diekspose secara luas dan mendapat dukungan penuh dari  Nagaswara.

Lewat single ‘Petuah Bijak’, ciptaan Andi Bintang dan Roes Swara, Kesya menyanyi penuh ekspresi dilengkapi dengan kematangan suaranya yang mulai mengarah je timbre vokal dewasa.

“Sejak umur 3 tahun, Kesya sudah suka nyanyi, saya dan ayahnya hanya mendukung apa keinginannya. Kalau dia senang dan bahagia, kami pun ikut bahagia,” tukas ibunya, yang setia mendampinginya.

Dan dua anak lainnya adalah Keyne Stars & Nayla D. Purnama. pasablngan sahabat saat  masih mengikuti kegiatan fashion show anak-anak, memilih untuk berolaborasi. Mereka jadi pasangan duet dalam single bertajuk “Lagu untuk Sahabat”. Lagu karya Andi Merpati dan Roel Swara ini bercerita tentang semangat persahabatan diantara mereka.

Seperti juga Abbey dan Kesya, Keyne dan Nayla, mendapat dukungan dari orang tuanya. Ibu keduanya, juga hadir dalam peluncuran single mereka.

“Alhamdulillah, akhirnya impian putri kami bisa terwujud,” ucap ibu dari Kenya penuh sumringah. Demikian pula dengan ibu dari Nayla, tan kuasa menahan air mata bahagia, saat menyaksikan putrinya berada dipanggung, layaknya sang bintang.

“Saya akan terus mendukung Nayla, apapun hasilnya, saya akan terus memperjuangkannya,” tandas ibu dari Nayla.

Tentu saja menjadi seniman, penyanyi kemudian menjadi sang bintang bukankah perkara mudah. Hal ini jelas disadari oleh orang tua dari setiap penyanyi anak-snak pendatang baru tersebut.

“Tanggung jawab kami tak berhenti sampai disini. Kami akan memastikan agar Abbey tetap menjadi anak yang bahagia lahir dan bathinnya, baik sebagai orang biasa atau kelak menjadi seorang bintang,” simpul Artika Sari Devi, ibu Abbey.

Akhirnya, setelah anak-anak menunjukkan bakat berkeseniannya, orang tua mereka telah mendukungnya, selanjutnya tanggung jawab bangsa dan negara, memastikan bahwa anak-anak mendapat jaminan atas masa depan mereka, apapun profesi yang dipilihnya.[]

Buddy ACe

Comment

Rekomendasi untuk Anda