by

Kipas Emas Diperkenalkan Oleh Inspektorat Daerah Kabupaten Nias Pada LIPD

RADARINDONESIANEWS.COM, NIAS – Inspektorat Daerah Kabupaten Nias yang dipimpin Plt. Inspektur Daerah Kabupaten Nias Andhika Perdana Laoly presentasikan “Klinik konsultasi pengawasan dan pengaduan masyarakat” atau Kipas Emas pada Lomba Inovasi Perangkat Daerah (LIPD) yang digelar ruang rapat lantai I Kantor Bupati Nias, Kamis (26/9).

Dari persentasinya, Andhika mengungkapkan kendala yang selama ini dihadapi pihaknya.

“Selama ini upaya untuk mencegah terjadinya penyimpangan masih minim, karena lebih banyak kegiatan audit yang dilakukan oleh APIP sifatnya post audit,” ungapnya.

Untuk melakukan pembaharuan Inspektorat akan melaksanakan pengawasan dengan lebih mengedepan fungsi pencegahan terjadinya penyimpangan dan mengupayakan agar OPD/unit kerja pro aktif serta menempatkan pengawasan sebagai hal yang penting dan dibutuhkan bagi manajemen yang dapat membantu tercapainya tujuan organisasi dengan baik.

Maka dari itu Inspektorat selaku APIP memprogramkan Inovasi berupa pembentukan “Klinik konsultasi pengawasan dan pengaduan masyarakat” atau Kipas Emas.

Pada kesempatan tersebut, Andhika menjelaskan sistem inovasi yang ditawarkan oleh pihaknya.

“Inspektorat Daerah Kabupaten Nias akan mengembangkan Kipas Emas (klinik konsultasi pengawasan dan pengaduan masyarakat) sebagai bentuk partisipasi dalam mendukung terselenggaranya pelayanan publik menuju terwujudnya pemerintahan yang baik dan bersih (good governance and clean government) di Kabupaten Nias. Inspektorat Kabupaten Nias akan menyumbangkan keahlian dan kompetensi secara intensif dengan memberikan layanan klinik konsultasi pengawasan dengan maksud untuk memberikan keyakinan, peringatan dini dan konsultasi dalam membangun pemerintahan yang baik dan bersih,” terangnya.

Diakhir penyampaiannya, Inspektur Daerah Kabupaten Nias itu berharap akan terciptanya pemerintahan yang baik dan bersih.

“Dampak yang diharapkan ke depan tentunya adalah terciptanya pemerintahan yang baik dan bersih yang dalam hal ini dapat diukur dengan parameter yaitu opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), tanpa paragraf penjelas maupun temuan seminimal mungkin yang bersifat material,” tutupnya mengakhiri.

Menurut Andhika, Kipas Emas akan dilaksanakan mulai Oktober 2019 dan akan terus dikembangkan. (Albert)

Comment

Rekomendasi Berita