by

Rayakan KTT Perdamaian Dunia, HWPL Gelar Acara Di Indonesia

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Pada bulan September, sebuah LSM perdamaian internasional HWPL, masyarakat sipil internasional, dan pemerintah menjadi tuan rumah “KTT Perdamaian Dunia HWPL 2019” di lebih dari 130 lokasi di 87 negara termasuk Indonesia, Korea Selatan, Prancis, Australia, Rusia, India, Zambia, dan Amerika Serikat Amerika. Demikian disampaikan Direktur Bidang Media HWPL, Elin Jin melalui rilis yang disampaikan ke redaksi, Kamis (5/9/2019).

Elin menambahkan, dengan menjadi tuan rumah KTT dengan tema ‘Legislate Peace – Implementasi DPCW untuk Pembangunan Berkelanjutan’, panitia berencana untuk menerima dukungan publik yang lebih besar untuk pembentukan hukum internasional yang mengikat secara hukum untuk perdamaian berdasarkan Deklarasi Perdamaian dan Penghentian Perang ( DPCW)

DPCW lanjutnya,  adalah dokumen komprehensif yang mengklarifikasi peran anggota masyarakat internasional dalam pencegahan dan penyelesaian konflik. Sementara itu sedang dalam proses diperkenalkan ke PBB sebagai rancangan resolusi, HWPL dan organisasi pemuda afiliasinya, IPYG, mempromosikan proyek ‘Legislate Peace’ di seluruh dunia, yang telah memperoleh 1,5 juta dukungan dari 195 negara melalui tanda tangan pendukung dan surat perdamaian yang ditulis kepada para pemimpin nasional masing-masing.

“Pada sesi dari 18 hingga 19 September di Korea Selatan, pakar hukum internasional, pemimpin agama, cendekiawan, organisasi pemuda dan wanita, dan orang-orang media akan membahas langkah-langkah praktis untuk membangun perdamaian berkelanjutan.” ujar Elin Jin.

Organisasi tuan rumah, HWPL, yang dikenal sebagai sebuah LSM yang terkait dengan Pemerintah Metropolitan Seoul dan Departemen Komunikasi Global PBB dan dalam Status Konsultasi Khusus dengan UN ECOSOC. Acara tahun ini menandai Peringatan 5 tahun KTT WARP.

Serangkaian acara perdamaian juga direncanakan di Indonesia untuk merayakan Peringatan 5 tahun KTT WARP. Pada tanggal 10 September di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah di Jakarta, para pemimpin dari semua sektor masyarakat, termasuk para pakar pendidikan, dan pejabat pemerintah tingkat tinggi akan membahas cara-cara efektif untuk mendesak dukungan bagi DPCW dan membangun budaya perdamaian.

Selain itu, mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta akan menyatakan keinginan mereka untuk membawa perdamaian di Indonesia melalui surat perdamaian mereka kepada Presiden, memintanya untuk memberikan dukungan publik untuk DPCW.

Pada tanggal 15 September, perwakilan sekolah dan tokoh-tokoh pendidikan akan mengadakan simposium pendidikan perdamaian dan kampanye Perundang-undangan Legislasi di IAI As’adiyah Sengkang dengan tema ‘Pendidikan Perdamaian Indonesia di Dunia’.

Barsihannor Zuhri, dekan Universitas UIN mengatakan, “Pendidik harus melakukan upaya dan menyebarkan pendidikan perdamaian di Indonesia dengan rasa misi sehingga orang-orang muda dapat menyebarkan budaya perdamaian. Diharapkan pula bahwa acara ini akan meningkatkan status pendidikan perdamaian Indonesia, di mana para pendidik Indonesia secara aktif menyampaikan dan melaksanakan pendapat dan menjalankan misi mereka sebagai pendidik, dan berpartisipasi dalam perwujudan perdamaian dunia melalui kampanye pendidikan perdamaian dalam mendukung DPCW untuk memastikan dan menjaga perdamaian di seluruh dunia. “

“Pada tanggal 8 September, di momen CFD’ di Jakarta, ‘Peace Walk Indonesia’ akan merayakan Peringatan 5 tahun KTT WARP.  Peace Walk tersebut juga akan mempromosikan pentingnya DPCW bagi warga negara sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam kampanye membawa perdamaian dunia dan penghentian perang.” imbuh Elin Jin.[]

Comment

Rekomendasi untuk Anda