by

SW. Retnani S.Pd*: Hijrah Menuju Islam Kaffah

RADARINDONESIANEWS.COM,,JAKARTA – Alhamdulillah, umat Islam telah memasuki tahun baru Hijriyah dengan semangat yang tinggi. Semarak memperingati tahun baru Islam 1441 H terdengar di seluruh pelosok dunia. Tampak ekspresi dan luapan kebahagiaan kaum Muslim untuk menyambut tahun baru Hijriyah.

Mereka berharap tahun baru 1441H ini membawa kebahagiaan, kesejahteraan, kedamaian dan kemenangan Islam.

Di antaranya ada yang bersemangat memukul bedug, ada yang bersuara lantang melantunkan sholawat Ashgyl, ada yang berjalan kaki sambil membawa obor dan  bibirnya tak berhenti mendawamkan kalimah talbiyah.

Di barisan belakang para pengendara motor tak ingin ketinggalan moment bahagia ini. Dengan semangat jihad mereka kawal barisan depan yang penuh dengan anak-anak generasi Islam. Generasi yang siap mewujudkan kemenangan dan kejayaan Islam.

Barisan belakang siap membantu, apa bila ada yang tidak kuat berjalan lagi. Peristiwa ini sangat terlihat jalinan ukhuwah Islamiyah yang erat, saling menolong, menjaga dan peduli diantara kaum Muslim.

Sebagaimana yang diajarkan oleh Baginda Rasululloh saw. saat peristiwa Hijrah. Kaum Muhajirin di persaudarakan  dengan kaum Anshor. Kaum Anshor menolong dan membantu Kaum Muhajirin dengan ikhlas dalam berbagai hal, mulai dari kebutuhan sandang, pangan dan papan. Bahkan dengan berbesar hati mereka merelakan kaum Muhajirin untuk memilih dan memiliki salah satu pendamping hidup mereka.

Tanpa ragu mereka menyodorkan dan mempersilahkan saudaranya untuk mengambil sebagian harta mereka. Namun, kaum Muhajirin pun tak kalah memperlihatkan keunggulan iman dan takwanya. Melihat begitu baiknya kaum Anshor, tak membuat kaum Muhajirin gelap mata.

Mereka hanya mengambil sesuai dengan kebutuhan hidupnya saja. Sungguh, persaudaraan yang indah hanya bisa terwujud apabila dilandasi dengan pemahaman aqidah yang benar kepada Alloh swt. Sebagaimana sabda Rasululloh saw bahwa tidak sempurna iman seseorang diantara kamu sehingga ia dapat menyukai kepada saudaranya seperti apa yang dia sukai untuk dirinya sendiri ( HR. Bukhori dan Muslim).

Tidak seperti kondisi kaum Muslim saat ini, tragis dan tercerai- berai. Saling menjatuhkan, membenci, menghina, membunuh dan tak peduli dengan saudara seaqidah.

Mari kita lihat  saudara kita di Palestina, Suriah, Uygur, Rohingya, Yaman dan masih banyak umat Islam lainnya yang tertindas serta terdzolimi oleh orang kafir dan munafik.

Mereka menjerit dan berteriak meminta pertolongan. Tapi, jeritan, rintihan dan teriakan mereka sama sekali tidak pernah digubris ataupun didengar oleh para pemimpin negeri kaum Muslim. Lebih menyedihkan lagi para pemimpin negeri kaum Muslim banyak yang bergandengan tangan dengan kafir. Mengatasnamakan pembasmian terorisme, mereka rela membantai saudara seiman. Atau dengan dalih radikalisme, mereka tak sungkan menyakiti hati saudaranya. Ukhuwah Islamiyah terhalang oleh rasa nasionalisme dan kepentingan politik.

Bahkan di negeri kita sendiri pun sering terjadi pertikaian antar umat Islam, saling sikut, merendahkan dan menfitnah. Hilang sudah kasih sayang sesama saudara, ukhuwah islamiyah kini hanya slogan semata. Tak jarang mereka lebih sering memperlihatkan keakraban dengan kafir dari pada kehangatan hubungan dengan sesama umat Islam.

Maka dengan hadirnya momentum 1 Muharram 1441 H ini, marilah kita pupuk rasa cinta dan sayang kita lebih mendalam kepada saudara kita seaqidah. Janganlah terbujuk rayuan mulut manis para kafir dan antek- anteknya untuk memecah- belah umat Rasululloh saw. Bersatunya umat ini akan mendatangkan  keberkahan Sang Kholiq. Keadilan, keamanan dan kesejahteraan. Pelaksanaan aturan Sang Maha Pencipta akan mendatangkan keberkahan dari langit dan bumi.  Allah SWT berfirman:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰۤى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ  مِّنَ السَّمَآءِ وَالْاَرْضِ وَلٰـكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا  كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 96).

Marilah kita jadikan 1 Muharram 1441 H ini sebagai tonggak kembalinya kejayaan Islam yang telah lama terkubur akibat penerapan Sistem kufur. Sistem yang menjauhkan agama dari kehidupan umat. Sistem yang seluruh Hukum dan aturannya berkiblat pada kepentingan kaum kuffar.

Sistem ini menjadi biang kerok dari segala permasalahan umat. Kemiskinan, perzinahan, riba, pengangguran, korupsi, pembunuhan, khamr, pertikaian, pencurian dll. Bahkan kemaksiatan dan kedzaliman zaman now lebih parah dan beragam, apabila dibandingkan dengan kemaksiatan zaman jahiliyah.

Untuk itu, saatnya kita tegakkan dan terapkan Islam secara Kaffah, dalam segala aspek kehidupan. Allah SWT berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ کَاۤ فَّةً   ۖ  وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ  ۗ  اِنَّهٗ لَـکُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 208).

Wahai saudara ku , hanya dengan Khilafah aturan Sang Maha Pencipta akan dapat diterapkan secara Kaffah. Kita gentarkan dunia,  seperti dulu Islam mampu menjadi mercusuar dunia selama 23 abad yang meliputi 2/3 dunia.

Saudara ku, kini saatnya seluruh Umat Islam Hijrah menuju Syariah Kaffah. Dan kita wujudkan Izzul Islam wal muslimin. Wallohu a’lam bish showab.[]

*Member AMK

Comment

Rekomendasi untuk Anda