by

Hanif Kristianto*: DPR Terbarukan

-Opini-25 views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Wajah baru hiasi kursi Dewan Perkilan Rakyat (DPR) Periode 2019-2024. Selasa, 1 Oktober 2019 Indonesia mentahbiskan politisi yang duduk di kursi DPR. Pasca berjibaku dengan pemilu yang melelahkan, akhirnya lolos ke senayan. Gedung rakyat tempat anggota dewan berkhidmat.

Publik pun sudah tahu bahwa pemilu 2019 telah membuat luka dan polarisasi politik.

Kesedihan pun masih menyelimuti anggota keluarga KPPS yang meninggal, menumpuk utang untuk pencalonan, pemilu dalam dugaan kecurangan, money politik, dan pemilih yang mata duitan. Konsekuensi demokratisasi itulah yang dipikul jutaan rakyat negeri ini.

DPR terbarukan dengan komposisi kocok ulang dan penghuni baru tampaknya tak mampu memberi solusi negeri ini. Hal ini dikarenakan:

Pertama, Visi misi anggota DPR yang jauh dari nilai kerakyatan dan jiwa kenegarawanan. Lihatlah jargon yang diusung selama kampanye, masih berkutat pada isu amanah, korupsi, kesejahteraan, dan demi rakyat. Sayangnya, semua jargon itu sulit diwujudkan, karena di dalam DPR penuh dengan kepentingan politik, elit, dan ego pribadi.

Kedua, komposisi dan latar belakang anggota DPR. Keterpilihan anggota DPR tampak dari sisi popularitas dan isi tas (uang). Rakyat sendiri tak begitu antusias dalam pemilu yang digadang-gadang sebagai perubahan. Dalam alam pikiran rakyat sudah terpatri, siapa pun yang terpilih hasilnya sama tak akan ada perubahan.

Ketiga, anggota DPR terpilih tak banyak memiliki pengetahuan tentang politik, hukum, kemanusiaan, legislasi, dan manajemen sumber daya manusia. Alhasil, ketergantungan pada manusia lainnya semacam tenaga ahli dan staf khusus menjadikan kinerja melambat. Bukankah selama ini terbukti RUU yang disahkan penuh dengan Daftar Inventaris Masalah (DIM)? Belum lagi UU yang dihasilkan sering tak sejalan dengan kepentingan rakyat

Ke depan, DPR terbarukan akan mengulang peristiwa yang sudah dan akan terus berlangsung menimpa politisi demokrasi. Tak cukup anggota baru diberikan materi 4 pilar. Harus ada penambahan bahwa setiap amal akan tercatat dalam pikiran rakyat dan dua malaikat. Berikut peristiwa yang ke depan terjadi:

Pertama, target Prolegnas (program legislasi nasional) tidak akan rampung. DPR periode lalu pun gagal mengesahkan RUU yang digagas DPR ataupun usulan dari pemerintah.

Kedua, korupsi masih tren di era demokrasi. Konsekuensi logis dari upaya balik modal selama masa pemilu. Tidak ada pemilu gratis bagi anggota dewan. Sedikit atau banyak, uang mereka terkuras. Bisa dari pribadi atau bantuan orang lain. Kepentigan korporasi turut serta mewarnai suksesi anggota dewan.

Ketiga, DPR Offside. Adanya dua kubu, oposisi dan koalisi dalam parlemen terus menghangat dan terjun dalam debat hebat. Akan ada beberapa kinerja yang keluar jalur. Seperti, miskinnya informasi UU yang seharusnya hearing dengan rakyat. Untuk kepentingan anggota dewan terkait dana begitu cepat diketuk palu, sementara untuk rakyat banyak alasan ini dan itu. Jargon demi kepentingan rakyat, sering jauh panggang dari api.

Keempat, terkait arah perubahan Indonesia lebih baik. Mustahil mengharapkan perubahan terjadi di dalam parlemen. Seruan peruabahan sering didengungkan rakyat. Sayangnya, wakil rakyat tidak begitu cepat merespon. Luapan emosi rakyat kian menjadi-jadi. Alhasil aksi-aksi yang menyertai sudah menyatakan #MosiTidakPercaya.

Alhasil, untuk anggota DPR terbarukan. Dunia sedang menuju revolusi politik 4.0. Jika kinerja anggota dewan tak memuaskan, maka rakyat akan membentuk parlemen jalanan dengan menuntut perubahan. Ke depan, kabut asap politik begitu pekat. Tumpang tindih peranan eksekutif dan legislatif semakin bias. Negara dalam keadaan tak terkendali.

Sementara rakyat terus membutuhkan solusi dan hidup dalam kemapanan. Akankah DPR terbarukan mengulangi peristiwa demi peristiwa yang memilukan tadi? Ke depan, kecerdasan politik rakyat akan menuntut balas bahwa hidup ini harus lebih baik dan Indonesia harus merdeka dengan sebenar-benarnya merdeka.[]

*Analis media dan politik

Comment

Rekomendasi untuk Anda