by

Sumiati Abdullah*: Urgensi Ilmu Dan Peran Ibu Mendidik Anak Dalam Keluarga

-Opini-112 views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Peradaban islam telah membuktikan bahwa generasi hebat lahir dari seorang ibu yang memiliki mental dan pemikiran yang hebat.

Dari para ibu hebat itu lahir tokoh-tokoh penting pembangun peradaban islam yang cemerlang. Tidak sedikit lahir generasi muda yang telah hafal Al-Quran (hafiz) di usia mereka yang masih belasan tahun bahkan menjadi penakluk negara adidaya. Ada pula generasi muda yang telah berpredikat sebagai ulama dengan kapasitas intelektual dan kafaah islam yang luar biasa.

Sebuah pertanyaan muncul terhadap generasi islam di abad millenial ini, apakah generasi millenial ini mampu mengulang masa keemasan yang pernah terukir dalam sejarah peradaban islam dulu?

Seharusnya peranyaan itu bisa dijawab sebab ibu zaman now sejatinya dikaruniai akal dan waktu yang sama dengan ibu zaman old. Bedahnya, dulu tantangan zaman mungkin tidak sebanyak sekarang, terutama dari sisi cengkraman sistem kapitalis dan maraknya media yang menggoda dan melemahkan sisi penting yang seharusnya dimiliki kaum ibu sekarang antara lain:

Ilmu agama
Ilmu agama adalah hal sangat mendasar sebagai ilmu penting yang harus dikuasai seorang ibu. Dengan pemahaman ilmu ini, seorang ibu mampu menanamkan pondasi tauhid atau akidah kepada anak-anak mereka.

Oleh karena itu betapa urgennya para orang tua khususnya ibu mempelajari dan memahami ilmu ini dengan mengaji. Mencari ilmu islam melalui halaqoh agar terpupuk pola pikir dan pola sikap secara kontinyu. Tidak cukup ibu-ibu belajar ilmu agama sendiri dengan misalnya hanya membaca atau mencari di internet. Carilah komunitas atau kelompok pengajian yang mengajarkan islam kaffah, niscaya jadi bekal penting untuk mendidik anak-anak agar mereka juga menjadi generasi kaffah.

Ilmu menjadi orang tua
Memang, menjadi orang tua tidak ada sekolahnya. Belajarlah sejak mulai menikah hingga akhir hayat karena proses belajar dan mengajar itu tidak ada kata berhenti meskipun telah lulus kuliah.

Justeru saat menikah dan  pasca melahirkan itulah pemahaman menjadi orang tua untuk mendidik anak dan putra putrinya semakin urgen untuk ditunaikan.

Menjadi seorang ibu tidak boleh mudah berputus asa menghadapi segala problem yang dihadapi keluarga. Dalam hal ini diperlukan kreatifitas berpikir untuk mencari solusi.

Permasalahan yang muncul di dalam keluarga boleh jadi karena belum menguasai ilmunya. Nah, sekarang marak buku atau training-training parenting yang menawarkan seribu satu jurus mengasuh dan mendidik anak. Para ibu dapat mengikuti kelas kelas tersebut sebagai bekal dan ilmu menjadi orang tua.

Ibu merupakan sosok utama yang memegang peran penting dalam sebuah keluarga. Ibu memiliki banyak peran dan mampu melakukan banyak hal untuk kebutuhan semua anggota keluarga. Sosok seorang super woman yang mampu melakukan banyak hal termasuk memasak, mengasuh anak, mendidik, menata rumah, dan banyak hal lainnya. Begitu banyaknya peran ibu tidak bisa dideskripsikan seberapa hebat sosok seorang ibu tersebut. Kehadiran sosok seorang ibu dalam keluarga sejatinya mampu memberikan keseimbangan dalam menghadapi persoalan keluarga.

Selain itu peran seorang ibu sebagai sekolah utama juga tidak bisa dipungkiri karena memang dari sosok dirinya sebagai guru terhadap anak anaknya dimulai di rumah. Dari ibulah seorang anak belajar mengenai segala hal baru dalam hidupnya. Belajar berbicara, menimba ilmu dan adab yang mulia, serta menempa kepribadiannya demi mengarungi kehidupan yang luas bagai samudera.

Maka sungguh beruntung bagi seorang ibu yang senantiasa meluangkan waktunya untuk anak-anak demi tercapai impian menjadi anak-anak shalih- shalihah.

Apapun kondisinya, kehadiran anak dalam keluarga adalah anugrah, amanah sekaligus ujian yang diberikan Allah swt kepada para ibu dan bapak yang berperan sebagai orang tuanya.

Allah tidak pernah salah memberikan anugerah dan amanah kepada orang yang tepat. Sebagai amanah, semua yang di lakukan orang tua terhadap anak (bagaimana merawat, membesarkan, mendampingi dan mendidiknya) akan dimintai tanggung jawab di akhirat kelak. Setiap amanah mesti kita emban dengan sebaik-baiknya. Apalagi jika Allah SWT menganugerahi anak yang istimewa seperti ananda. Itulah pentingnya memahami bagimana kebiasaan dan sikap anak-anak istimewa, memeberikan kasih sayang yang tulus, mendoakannya, sekaligus senantiasa bersabar saat mendampinginya. (Media umat, edisi 244, 25 sywal- 8 Dzulqaidah 1440 H/28 juni-11juli 2019).

Tujuan Pendidikan Islam
Tujuan pendidikan islam adalah tidak lain dan tidak bukan untuk membina, mendidik dan mengembangkan pemikiran dan kepribadian seorang anak untuk menjadi generasi muslim dan muslimah yang tunduk dengan syariat serta menjauhi larangan-larangannya. []

*Mahasiswi Semester 7 Universitas Khairun, Ternate

Comment

Rekomendasi Berita