by

Widya Amata*: Antara Pembelajar Dan Pengajar

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Ada dua hal yang ingin saya share dengan teman-teman di hari Jumat yang penuh berkah ini, tentang belajar (pembelajar) dan mengajar (pengajar).

1. Tentang Belajar

Belajar adalah tahapan awal yang bisa ditempuh untuk mendapatkan pemahaman.

Orang yang belajar belum tentu langsung paham, masing-masing orang punya waktu ang berbeda-beda dalam belajar hingga ia benar-benar bisa paham tentang apa yang dipelajarinya.

Orang yang mau belajar dengan tujuan sampai pada pemahaman, cepat atau lambat ia pasti akan memperoleh pemahaman.

Namun orang yang tidak pernah mau belajar sudah pasti tidak akan pernah sampai pada pemahaman.

Inilah orang-orang yang menanggapi informasi yang datang kepada dirinya dengan sikap negatif.

Jika informasi yang datang disikapi dengan sikap negatif maka anda tidak akan pernah mau mempelajari informasi tersebut dan otomatis Anda tidak akan pernah paham dengan informasi tersebut.

Maka jadilah orang bijak terhadap informasi yang datang kepada Anda. Selalu sikapi dengan sikap yang positif, maka Anda tidak akan mudah menjudge dan akan sampai pada pemahaman yang benar tentang informasi tersebut.

Jika Anda sudah memahami suatu informasi dengan benar maka Anda akan otomatis dapat memilih dan menentukan dengan keyakinan yang kuat dan benar bahwa informasi itu salah atau benar.

Tabiat sebuah informasi yang diyakini adalah adanya aksi sebagai reaksi atas pemahaman yang diyakini tersebut, apakah menerima atau menolaknya.

Sudah menjadi tabiatnya juga bahwa akan ada upaya untuk menyampaikan kembali informasi yang diyakini tersebut seperti apa yang dipahami dan diyakini.

Semakin sering informasi itu disampaikan maka semakin kuatlah keyakinan yang muncul tentang informasi tersebut dan akan membentuk mentalitasnya.

Informasi tersebut akan terus menjadi keyakinan dan mentalitas Anda selama tidak ada yang berhasil meyakinkan Anda untuk merubah pemahaman Anda tentang informasi tersebut.

2. Tentang Mengajar

Seperti yang diulas dalam renungan tentang belajar bahwa tabiat dari informasi yang diyakini adalah adanya upaya seseorang untuk menyampaikannya kembali.

Diakui atau tidak diakui, disadari atau tidak disadari, proses penyampaian tersebut sebenarnya adalah sebuah proses mengajar.

Maka dalam hal mengajar, tidak semua orang yang paham dan yakin itu mampu untuk mengajarkan kembali apa yang dipahami dan diyakininya sehingga bisa dipahami dan diyakini dengan pemahaman dan keyakinan yang sama kepada orang yang diajarinya.

Adapun jika ada orang yang mampu memahamkan suatu hal yang diyakininya tersebut pada seseorang, belum tentu ia mampu untuk memahamkan orang yang lainnya.

Cara belajar dan penangkapan masing-masing orang itu sungguh berbeda-beda.

Oleh karena itu butuh ilmu yang cukup agar kita bisa menyampaikan dengan baik apa yang sudah kita pahami dan yakini kepada orang lain sehingga orang lain pun mampu menangkap pemahaman yang sama dengan yang kita miliki sebelum akhirnya memutuskan untuk mengambilnya sebagai suatu keyakinan yang sama pula.[]

*Business Owner, Mubalighah, Praktisi Pendidikan, Konsultan Parenting

Comment

Rekomendasi untuk Anda