by

Anita Bae: Kebijakan Pranikah, Akankah Berdampak Positif?

-Opini-145 views

RADARINDONESIAMEWS.COM, JAKARTA – Masyarakat kembali diguyur polemik pro dan kontra kebijakan Muhadjir Effendy soal pranikah yang berujung pada perpecahan pandangan di tengah publik tanpa berkesudahan.

Bergulirnya isu dan kebijakan pranikah yang mewajibkan calon pasangan suami istri mengikuti program pranikah dengan sertifikasi bagi peserta calon pasangan dan akan diberlakukan tahun 2020 sebagaimana dikutip tribunnews.com.

Namun diwajibkannya calon pasangan suami istri mengikuti program pranikah ini sudah barang tentu akan sangat memberatkan.

Sebaiknya kata wajib itu diamputasi menjadi diharapkan atau sebaiknya sehingga tidak terkesan memaksa dan memberatkan calon pasangan yang berniat melabuhkan cinta mereka dalam hubungan yang halal dalam bahtera rumah tangga.

Allah menghadirkan islam sebagai agama yang memudahkan bulan sebaliknya. Hal ini dikatakan manusia terhebat dunia, Muhammad SAW, ” Yaasiruu wa laa tuassir” prrmudahlah jangan persulit.

Dalam konteks demokrasi, rakyat juga mendapat prioritas dan mengistimewakan rakyat dalam segala hal.

Pada dasarnya program pranikah ini sangat bagus ditinjau dari segi sistematika yang dibeberkan yaitu memberikan pemahan hak dan kewajiban.

Apa lagi dengan kondisi kehidupan remaja milenial yang menganut budaya sekuler, jauh dari penghambaan kepada Allah SWT dan selalu coba-coba serta manipulasi atupun hanya untuk perbaikan status yang berakibat tindak kejahatan, penceraian dan penipuan yang bernaung di tanah surga ini.

Kenapa tidak kita tetapkan saja pranikah sebagai ladang penggais ilmu?

Kebijakan program pranikah bagi calon pasangan suami isteri yang sedikit menantang akan menguji kesabaran kita. Karena kegagalan menikah tidak hanya melukai satu insan namun puluhan rantai insan lainya.

Sebab itu kebijakan program pranikah seharusnya diacungkan jempol dengan begitu kita sadar bahwa sesuatu yang susah didapatkan akan sulit disia-siakan.

Sebaiknya di dalam tujuan pranikah itu terdapat cakupan sebagai berikut:

1. Pelurusan niat
Dengan adanya pelurusan niat yang tulus akan menghasilkan sesuatu yang tepat. Serta penghindaran diri penipuan yang berujung penyesalan dan berlabuh pada penceraian.

Menurut Ibnu Mubarak berkata:”betapa banyak amal kecil menjadi besar karena niat dan betapa banyak amal besar menjadi kecil karena niat.”( Jaami’ ul-ulum wal -hikam imam Ibnu Rajab).
Dan sebagai mana sabda Rasulullah: “sesungguhnya amalan itu tergantung penutupnya”.(H R Bukhari).

2. Perbaikan akhlak.
yaitu sejuta penyelewengan yang kerap tumbuh subur di tubuhnya dikembalikan pada substansi hakikat dirinya sebagai hamba Allah. yaitu berupa akidah Islam, sebab, akidah Islam merupakan akar paling pangkal dari seluruh kebajikan.

3.peluncuran teori dan praktek dilabuhkan dalam bentuk konsep pembekalan baik berupa pencegahan masalah, penyelesaian (solusi) serta berbagai cara menghadapi suasana senang, susah, sedih. Adanya pelatihan khusus di bidang pekerjaan,masak, mengurus anak, mengatur waktu, dan arus keuangan sehingga mereka memiliki pandangan lebih luas di masa yang akan datang.

4. Menetapkan hak dan kewajiban
sehingga mereka tau atas batasan-batasan yang harus diagungkan dalam sebuah rumah tangga dan mencegah deregulasi agama.

5. Adanya jaminan kesehatan sehingga tidak adanya penularan yang membahayakan.

Namun pada intinya jangan memberatkan pranikah yang justeru menimbulkan ketakutan calon suami istri untuk menikah dan menunda nunda pernikahan mereka karena satu urusan yang pranikah.

Hal terpenting dalam pelaksanaannya adalah tidak ada pungutan biaya. Semua fasilitas, sarana dan prasarana dipersiapkan oleh pemerintah secara keseluruhan dan tidak dipungut biaya.

Hendaknya pemerintah melakukan sosialisasi sisi posotif program pranikah ini secata simultan melalui saluran saluran informasi baik online, elektronik maupun of line melalui jaringan instansi terkait ke seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, masyarakat tidak salah tafsir dengan program ini.

Pemerintah juga perlu melakukan pengawasan ketat dan melekat terhadap instansi, para tenaga pendidik dan pelatih untuk melakukan tindakan pungli yang merugikan calon pasangan suami isteri.

Kebijakan pemerintah melalui program pranikah memang bukan satu satunya jalan yang memastikan calon suami isteri meraih keberhasilan dalan hubungan suami isteri dalam keluarga namun setidaknya pranikah memiliki banyak tunjangan yang membebaskan kita dari belenggu penyesalan. Wassalam. []

*Siswi SMAN7 Solok Selatan, Sumatra Barat

Comment

Rekomendasi Berita