by

Hardita Amalia,M.Pd.I*: Persatuan Umat Solusi Bagi Pembantaian di Palestina

-Opini-127 views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Ironis,hingga kini kita masih menyaksikan bombardir dan serangan rudal juga pembantaian terus dilakukan Israel tanpa henti di negri Palestina.

Mengutip laman detiknews.com (13/11/2019), Israel kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Jalur Gaza pada Rabu (13/11) waktu setempat. Serangan udara terbaru itu dilaporkan menewaskan sedikitnya 8 warga Palestina di Gaza.

Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Rabu (13/11/2019), sejauh ini total korban tewas akibat gempuran udara Israel sejak Selasa (12/11) mencapai 18 orang. Gempuran udara Israel pada Selasa (12/11) pagi menewaskan seorang komandan Jihad Islam, Bahaa Abu el-Atta (41) dan istrinya.

Bahkan kebiadaban israel pada muslim Palestina kian brutal,tanpa memandang hak asasi manusia.

Bahkan anak- anak pun menjadi sasaran kebiadaban Israel berdasarkan Otoritas Israel dilaporkan telah menangkap 745 anak-anak Palestina di bawah usia 18 tahun sejak awal tahun 2019 ini. Banyak dari mereka yang dilaporkan mengalami berbagai pelanggaran hak-hak.

Menurut kelompok pengawas tahanan Palestina, Palestinian Prisoners Club seperti dilansir Press TV, Kamis (21/11/2019), hampir 200 anak-anak terus mendekam di berbagai pusat penahanan Israel hingga Selasa (19/11) waktu setempat.

Dibalik kekejaman Israel pada Palestina,PBB pun hanya menjadi lip service tanpa ada tindakan tegas atas kekejian yang dilakukan Israel atas Palestina.

Hak Asasi Manusia yang mengatasnamakan demokrasi yang ramai digemborkan oleh PBB, realitasnya tak berlaku pada jutaan nyawa warga muslim Palestina.

Menurut penulis, persoalan Palestina adalah persoalan muslim dunia termasuk Indonesia, dimana Perumpamaan Umat Islam sebagaimana digambarkan Rasulullah Saw. bagaikan satu tubuh. Hadits Rasul yang diriwayatkan oleh Nu’man bin Basyir berbunyi:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

Artinya: Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam. (HR. Muslim).

Bila seorang atau sekelompok mukmin menderita kesulitan, maka yang lainnya juga seharusnya merasakan itu. Itulah makna ukhuwah sesungguhnya. Islam mendorong Umatnya untuk menerjemahkan ukhuwah dalam kehidupan sehari-hari. Agar mereka dapat merasakan apa yang diderita saudaranya se-agama, untuk selanjutnya memberikan bantuan apapun bentuknya yang dapat meringankan beban dan penderitaan saudaranya itu.

Solusi hakiki untuk masalah Palestina haruslah bersandar pada syariah. Masalah Palestina adalah masalah Islam dan seluruh kaum Muslim. Pasalnya, Tanah Palestina adalah tanah kharajiyah milik kaum Muslim di seluruh dunia. Statusnya tetap seperti itu sampai Hari Kiamat. Tidak ada seorang pun yang berhak menyerahkan tanah kharajiyah kepada pihak lain, apalagi kepada perampok dan penjajah seperti Israel.

Sikap semestinya haruslah seperti yang ditunjukkan oleh Sultan Abdul Hamid II yang menolak sama sekali segala bentuk penyerahan Tanah Palestina kepada kaum kafir meskipun hanya sejengkal.

Karena itu sikap seharusnya terhadap Israel yang telah merampas Tanah Palestina adalah sebagaimana yang telah Allah SWT perintahkan, yakni perangi dan usir! Demikian sebagaimana firman-Nya:

﴿قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ﴾

Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian, menghinakan mereka serta akan menolong kalian atas mereka sekaligus melegakan hati kaum Mukmin (TQS at-Taubah [9]: 14).

Allah SWT juga berfirman:

﴿وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ﴾

Usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian (TQS al-Baqarah [2]: 191).

Berdasarkan ayat di atas, Israel harus diperangi dan diusir dari Tanah Palestina. Dengan kata lain jihad fi sabilillah terhadap Israel wajib dilancarkan.

Apakah hal itu bisa dilakukan saat ini oleh para rezim di Dunia Islam? Tentu saja bisa jika mereka mau. Namun, rasa-rasanya sangat kecil kemungkinannya bahkan mustahil hal itu mereka lakukan.

Pasalnya, tidak satu pun rezim di negeri-negeri Islam saat ini yang menjadikan akidah dan syariah Islam sebagai asas dan standar dalam bernegara, termasuk dalam politik luar negeri mereka dengan mengadopsi jihad fi sabilillah. Padahal jihadlah cara satu-satunya untuk mengusir siapapun yang telah merampas tanah milik kaum Muslim, termasuk Israel yang telah merampas Tanah Palestina

Karena itu penyelesaian tuntas masalah Palestina tidak lain adalah dengan mewujudkan kekuasaan Islam yang berlandaskan akidah dan syariah Islam serta persatuan kaum muslim dunia. Sebagai solusi tuntas menyelesaikan problem Kekejian Israel atas Palestina.[]

*Penulis Buku Anak Muda Keren Akhir Zaman,Dosen, Peneliti dan Anggota Adpiks, Pemerhati Pendidikan, Konsultan Parenting, Founder Sekolah Ibu Pembelajar

Comment

Rekomendasi Berita