by

HMP SKI dan ADW Gelar Seminar Kebangsaan

RADARINDONESIANEWS.COM, ACEH – Himpunan Mahasiswa Prodi Sejarah Kebudayaan Islam (HMP SKI) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan Aceh Development Wacht (ADW) akan menggelar diskusi publik dengan tema Penguatan Wawasan Kebangsaan sebagai Landasan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat Aceh dalam Bingkai NKRI.

Acara tersebut akan dilaksanakan di Aula Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, pada kamis 28 November 2019, pukul 09.30 WIB sampai selesai.

Kegiatan ini akan menghadirkan tiga orang narasumber, Ka Kesbangpol Linmas Aceh, Syarifuddin Abee, M.Si (Wakil Dekan 3 Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry) dan Muslahuddin Daud, S.Ag (Tokoh Muda Aceh). Masing-masing narasumber akan memaparkan materi, (1) Menumbuhkan sikap toleran dalam masyarakat Aceh yang majemuk, (2) Kesadaran keindonesiaan sebagai modal pembangunan Aceh, dan (3) Partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan di Aceh.

Zulyadi, S.Ag (Direktur ADW), mengungkapkan “acara diskusi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya penguatan wawasan kebangsaan sebagai landasan pembangunan kesejahteraan masyarakat Aceh dalam bingkai NKRI, sekaligus menjadi masukan dan pemikiran baru tentang kondisi wawasan kebangsaan masyarakat Aceh saat ini”.

Menurut Zulyadi, Secara umum kondisi pembangunan di Aceh masih tertinggal dibanding dengan daerah lainnya di Indonesia apalagi jika dikaitkan dengan berbagai kewenangan, kekhususan dan kemampuan finansial yang diperoleh Aceh sebagai dampak dari proses damai aceh 2005 silam. Berbagai potensi yang dimiliki tersebut ternyata belum mampu memberi dampak kepada kesejahteraan masyarakat dan berbagai bidang pembangunan lainnya.

Zulyadi menambahkan, kondisi kemajemukan masyarakat Aceh saat ini juga menghadapi berbagai ancaman seperti radikalisme, kemiskinan, sikap primordialisme dan berbagai permasalahan sosial lainnya.
Menurutnya, potensi ancaman ini akan menggangu pembangunan jika tidak diantisipasi oleh para pihak terkait. Karena itu menjaga toleransi dalam kehidupan bermasyarakat menjadi keharusan berbagai pihak baik di Aceh dan nasional.

Pemerintah dan pihak terkait harus melakukan pendidikan tentang toleransi dan menjaga masyarakat dari pengaruh negatif baik berasal dari luar geografis Indonesia maupun dari dalam negeri.

Comment

Rekomendasi Berita