by

Sambut Maulid Nabi, Sahabat Qur’anic Gelar Meet UP #19

RADARIDONESIANEWS.COM, PROBOLINGGO – Komunitas Remaja Muslimah Probolinggo, Sahabat Qur’anic yang lebih populer dengan sebutan SAQU, menggelar  Meet UP SAQU #19 dengan tema “Stalkingin Rasulullah kuy” di Rumah Inspirasi Perubahan kota Probolinggo. Ahad, (3/11/2019)

Dalam acara Meet UP yang dimoderatori oleh Ukhti Isti itu hadir Ustadzah Irna Yulianti,S. Kom dari Jawa Barat sebagai pemberi materi. Acara diawali dengan pembacaan kalam ilahi oleh Ukhti Aisyah.

Dalam kesempatan Meet Up SAQU tersebut, ustadzah Irna Yulianti mengatakan bahwa milenial saat ini harus mengenal sosok Rasulullah SAW lebih dalam lagi. Sebab, Rasulullah adalah uswah (suri tauladan) bagi ummatnya. Sebagai mana yang disebutkan dalam Al Quran surah Al ahzab ayat 21.

Ustadzah yang penuh semangat ini menceritakan secara detail mengenai pribadi Rasulullah SAW mulai dari hal kecil seperti silsilah keluarga, sifat, wajib dan mustahil yang terdapat dalam pribadi beliau.

Meet Up  SAQU dalam acara tersebut membagi peserta menjadi 6 kelompok dengan satu mentor tim SAQU untuk berdiskusi sekilas guna menguji sejauh mana pengetahuan peserta tentang Rasulullah dengan durasi kurang lebih 5 menit. Ini merupakan konsep perdana yang diaplikasikan tim SAQU dalam acara seperti ini. Setelah itu peserta dari masing masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi.

Setelah itu pemberi materi, ustadzah Irna menyambung kembali materi dan paparannya. Di mata orang Barat Rasulullah memiliki kedudukan tinggi sebagaiman digambarkan dalam buku yang berjudul ‘The 100, A Ranking of the Most Influential Person in History’,

“Di dalam buku yang ditulis oleh Michael Heart itu, Muhammad Rasulllah SAW dilletkkan pada urutan pertamame dari 100 orang yang berpengaruh di dunia mengalahkan Isaac Newton, Paulus dan Yesus. Ini membuktikan bahwa Muhammad Rasulullah SAW  itu sungguh dimuliakan dan memiliki kedudukan yang sangat tinggi.” Ujar Ustadzah Irna.

Para peserta meet up SAQU19 dalam acara sambut Maulid Nabi Muhammad SAW

Selain itu, lanjut ustadzah Irna, di dalam sejarah islam sendiri Rasulullah merupakan pemimpin negara yang berdiri di Madinah Al Munawaroh sejak beliau berhijrah dari mekkah ke Madinah dengan membangun masjid sebagai sentral berkumpulnya umat islam dan mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan kaum Anshor.

Rasulullah Muhammad SAW tambah ustadzah, juga menyusun strategi politik dan militer. Dari situ kita tau, bahwa semenjak beliau diusir  dari Kota Mekkah karena mendakwah kan agama ini, di Madinah beliau justru menjadi seorang pemimpin negara. Pada masa itu, Arab belum dapat disebut sebagai sebuah negara yang diperhitungankan eksistensinya oleh negara adidaya, Persia dan Roma.

“Arab kemudian berbalik 180 derajat menjadi negara yang diperhitungan eksistensinya karena menjadi negara islam dengan Rasulullah saw sendiri sebagai Khalifah (presiden).” Tegas ustadzah Irna.

Oleh karena itu sambung istadzah, sebagai umatnya, hendaklah kita meneladani beliau dari sisi seorang da’i  danmeneladani sifat Rasulullah saat memimpin, yakni adil, agung penuh wibawa serta berkasih sayang terhadap umat yang dipimpinnya. Allahumma sholli wa salim wa baarik ‘alaihi.

Meet Up SAQU #19 ini diselingi dengan doorprize di ujung acara untuk peserta yang berani tampil dan kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh ukhti Rahma.[]

Reportase: Arina Hikmatul Husna

Comment

Rekomendasi Berita