by

Didi Diah,S.Kom: Aku Ingin Menjadi Sahabatmu, Moment Liburan Anak Pondok

-Opini-103 views

RADARINDONESIANEWS. COM, JAKARTA – Alhamdulillah waktu bergulir tak terasa, kerinduan yang memuncak terbalas dengan kehadiran dan senyum khasnya. Yup, libur telah tiba. Senangkah bunda? Pasti.

Liburan kali ini mari kita jadikan moment berharga penuh imajinasi dan kehangatan. Saatnya kita menjadi sahabat bagi mereka, bukan dengan teriakan dan penugasan. Tapi menjadi teman curhat yang menyenangkan.

Idealnya memang usia anak kita yang menjelang usia baligh ataupun remaja punya pendekatan sendiri yang unik, sehingga mereka merasa nyaman bisa dekat dengan kita.

Frekuensi pertemuan yang singkat saat mereka berada di pondok pasti akan memancarkan binar kerinduan yang luar biasa, begitu banyak kata yang dituangkan namun ada rasa sungkan untuk disampaikan. Nah, acapkali komunikasi menjadi tak imbang.

Yuuk kita siasati liburan indah ini menjadi hal yang tak akan dilupakan si buah hati sekaligus kita bisa menemani mereka.

Mengutip judul tulisan seorang sahabat, *Berliburlah Nak !* sepertinya akan jadi sesuatu yang sangat menyenangkan jika kita bisa melakukan salah satu aktifitas berikut bersama si buah hati.

1. Silaturahim ke sanak famili akan mengenalkan buah hati dengan silsilah nasab keluarga, yang akan menguatkan kekerabatan diantara mereka.

2. Berkunjung ke alim ulama, asatidz juga asatidzah dengan harapan mereka tidak melupakan adab juga pelajaran, sekalipun dalam bentuk bertamu.

3. Ziarah makam, bagi Ayah dan Ibunya atau kakek nenek yang sudah tiada, akan mengingatkan anak-anak akan hal yang pasti akan datang, yaitu kematian. Dengan takziyah makam mereka akan selalu berhati hati dalam melakukan amal sholeh.

4. Tadabbur alam, yaitu pegunungan, pantai ataupun laut. Ini salah satu wasilah dimana kita bisa mengajak anak-anak mensyukuri segala kenikmatan yang telah Allah berikan, kekayaan alam yang senantiasa harus dijaga dan dilestarikan.

5. Mengunjungi masjid besar di kota.
Inilah salah satu cara yang unik dan murah meriah. Anak-anak bisa sholat berjamaah dengan Imam besar masjid di kota, dilanjutkan dengan murojaah dan mendengarkan nasehat dari para ulama.

6. Yang paling mudah, kita bisa mengajak anak-anak duduk bersama di teras rumah sambil sesekali minum teh bersama di sore hari, atau mengajak mereka masak dan makan bersama diselingi cerita ringan. Tanpa mereka sadari, mereka akan bercerita dengan sepuasnya dan menyenangkan tanpa ada sekat.

Menjadi sahabat bagi anak-anak remaja memang terasa sejuta warna. Namun sejujurnya mereka merindukan apa yang ada pada diri kita. Kitalah tempat terhangat bagi mereka. Maka, siapkan diri kita untuk menjadi ibu yang menyenangkan plus menjadi sahabat mereka.

Selamat berlibur.

Comment

Rekomendasi Berita