by

Dinar Khairunissa: Kehidupan Mewah Pejabat Pelat Merah

-Opini-147 views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Menghebohkan masyarakat Indonesia. Dirut Garuda Ari Askhara terkena kasus penyelundupan motor gede alias Harley Davidson dan sepeda Brompton yang harganya fantastis.

Hingga Menteri BUMN Erick Thohir memberhentikan Direktur Utama Garuda I Gusti Ngurah Askhara (Ari Askhara) setelah kasus penyelundupan ini. Kedua barang ilegal tersebut milik Ari Askhara pribadi. Sehingga, kata Erick, sesuai peraturan, Ari Askhara harus hengkang dari jabatannya.

Menurut Erick kasus tersebut harus dituntaskan hingga selesai. Sebab, hal tersebut bukan hanya kasus hukum semata namun juga telah merugikan negara Rp 1,5 miliar.

Hingga kasus-kasus kesewenangan lain pun bermunculan. Dari Gundik simpanan hingga berubah rute dan jadwal pesawat demi kepentingan pribadi dan keluarga. Bahkan belum lama, ternyata disinyalir terdapat praktik prostitusi dalam tubuh Garuda.

Di sosial media berseliweran catatan saksi bahkan pengalamannya sendiri sebagai pramugrari atau karyawan yang menjadi korban dari para mafia ini.

Bahkan selir simpanan dari Ari Askhara acap kali mendapatkan perlakuan yang sangat istimewa dari Garuda. Pelayanan harus yang terbaik dan diutamakan. Wajib dilayani dengan sangat ramah bahkan bila menyinggung sedikit saja siap-siap mendapatkan pemindahan jabatan atau mutasi ke tempat yang tidak strategis apabila si Gundik Cantik mengadu pada sang kekasih.

Begitulah, rentetan kehidupan dan fasilitas istimewa yang dinikmati oleh mereka yang berwenang selama ini. Walaupun menggunakan uang yang bukan haknya, tidak masalah.

Yang terpenting adalah pemuas dahaga duniawi yang tiada henti.

Padahal belum lama ini, pemerintah mengaku bahwa 7 perusahaan BUMN sedang merugi walaupun sudah disuntik dana modal oleh pemerintah. Namun petinggi perusahaan berpelat merah ini tidak menunjukkan simpati. Bahkan bermewah ria, juga menggunakan jabatannya untuk kesenangan pribadi. Sungguh memalukan dan tidak memiliki empati.

Di tengah kesulitan yang menghimpit rakyat, harga-harga yang kian melambung, hutang negara yang semakin meroket, justru para pemangku kekuasaan seolah haus dengan kemewahan.

Hingga Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon angkat bicara menanggapi kasus yang melibatkan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia (Persero) ini.

Menurut dia, apabila serius bersih-bersih, maka Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sebaiknya membuat kebijakan.

Misalnya,tambah Jansen, direksi dan komisaris BUMN dilarang main moge dan Harley Davison. Tidak tepat saja kerja di perusahaan pelat merah bermewahan di tengah BUMN buntung dan rakyat banyak susah.

Penyebab Tradisi Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme

Kasus seperti ini sudah menjadi rahasia umum di tengah masyarakat Indonesia. Merupakan hal yang jarang, mendapati pemangku kekuasaan yang amanah dan mengayomi rakyat dengan baik. Karena yang sudah-sudah, mereka hanyalah manusia yang menghisap darah rakyat dengan gembira tanpa ada sedikitpun rasa empati.

Maka sesungguhnya, yang menjadi penyebab utama adalah dibiarkannya budaya KKN ini mengakar hingga ke dasar Negeri. Sistem kapitalisme yang carut marut, nyata membahagiakan mereka yang memiliki uang dan kekuasaan, dan membuat kesenjangan yang begitu besar dengan kalangan proletar.

Demokrasi saat ini bahkan membuka jalan untuk membuat peraturan sesuai kehendak dari Sang Tuan. Siapa yang memegang kendali paling besar (modal terbanyak), dialah yang paling berhak atas aturan yang menguntungkan. Ini sudah jadi hal yang mudah dipahami masyarakat, karena sangat terasa dan ketara. Bahkan hukum bisa menjadi sangat ringan bagi mereka yang memiliki banyak uang.

Akhlak Seorang Muslim Saat Memegang Amanah

Sebagai seorang muslim, menjaga amanah adalah hal yang sangat mendasar. Menjadi bagian dari adab dan akhlak yang seharusnya ditanamkan sejak kecil. Penanaman akidah dan akhlak diberikan langsung oleh orangtuanya dan menjadi langkah pertama sebelum mengajarkan ilmu apapun pada anak. Hingga ketika kelak anak dewasa, kepribadian islam telah mengakar dalam dirinya.

Akidah yang menancap, adab dan akhlak yang mulia, serta pelaksanaan syari’at islam yang paripurna, akan menjaga manusia dari perbuatan yang keji. Hasilnya, ia tidak akan sampai terpikir untuk mengkhianati amanah sekecil apapun. Karena ia sadar segala perbuatannya memiliki konsekuensi. Baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Apalagi sebagai pemangku amanah dari ratusan juta rakyat. Sebagai seorang yang beriman, tentu sebelum bertindak ia akan berpikir panjang ke depan. Terlepas dari muslim atau bukan, tindakan penyelewengan kekuasaan merupakan tindakan tidak terpuji yang harus dihilangkan dari muka bumi.

Rasulullah Shalallahu A’laihi Wa salam bersabda: “Tidak ada iman bagi orang yang tidak Amanah dan tidak ada agama bagi orang yang tidak memegang janji.” (HR. Ahmad)

Rasulullah Shalullahu a’laihiwassalam juga bersabda, “Sesungguhnya kalian nanti akan sangat berambisi terhadap kepemimpinan, ujungnya hanya penyesalan pada hari kiamat. Di dunia ia mendapatkan kesenangan, namun setelah kematian sungguh penuh derita” (HR. Bukhari Rasulullah SAW bersabda:no. 7148)

Maka benar perkataan Rasulullah tadi, bahwa amanah sangat berat diemban, kecuali pada yang berpegangan pada Allah Subhanahu wata’ala saja ia akan selamat.

Wallahualam bishawab.

Footnote/sumber :

https://bisnis-tempo-co.cdn.ampproject.org/v/s/bisnis.tempo.co/amp/1279026/sri-mulyani-7-bumn-merugi-meski-sudah-disuntik-modal-negara?%

https://sosok-grid-id.cdn.ampproject.org/v/s/sosok.grid.id/amp/411944386/viral-di-twitter-pencopotan-dirut-garuda-netizen-sebut-aa-ubah-rute-penerbangan-demi-kencan-hingga-pakai-uang-negara-untuk-biayai-oplas-pacar-gelap?

https://www.jawapos.com/nasional/07/12/2019/demokrat-tantang-erick-thohir-bikin-kebijakan-bos-bumn-dilarang-mewah/

Comment

Rekomendasi Berita