by

Pengacara Piterson Zamili Gugat Kejaksaan Negeri Nias Selatan

RADARINDONESIANEWS.COM, GUNUNGSITOLI – Nilai ada kejanggalan pada penetapan Piterson Zamili mantan Bendahara Dinas Pendidikan Nias Selatan tahun 2012, Pengacara lakukan permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri Gunungsitoli dengan nomor REG. NO. : 7/Pid.Pra/2019/PN Gst tertanggal 27 Desember 2019.

Kepada para awak media, Pengacara Piterson Zamili, Dr. Amiziduhu Mendrofa, SH, MH mengatakan jika pihaknya hari ini resmi mendaftar permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Jumat (27/12).

“Hari ini kita sudah melakukan pendaftaran permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri Gunungsitoli. Kita menduga bahwa bukti yang mereka peroleh dari penyidikan masih belum cukup untuk menetapkan klien saya sebagai tersangka,” ungkap Amiziduhu.

Pengacara yang berkantor di Sumatera Barat tersebut menduga Kejaksaan Negeri Nias Selatan melakukan kesalahan fatal pada penetapan tersangka.

“Secara hukum harusnya penetapan seorang tersangka dilakukan dulu proses penyelidikan baru bisa di tingkatkan pada proses penyidikan. Namun sesuai dengan bukti surat panggilan yang ada, klien saya langsung dipanggil berdasarkan surat penyidikan yang dikeluarkan oleh Kejaksaan Negeri Nias Selatan Nomor : 05.b/L.2.30/Fd.1/10/2019 tanggal 28 Oktober 2019,” ucapnya.

Saat media ini konfirmasi terkait permohonan praperadilan yang dilakukan pengacara Peterson kepada Kepala Kejaksaan Negeri Nias Selatan, Rindang Onasis, SH dengan singkat mengatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan informasi tersebut.

“Saya belum mendapatkan informasi itu,” ucapnya singkat

Reporter : Albert

Comment

Rekomendasi Berita