by

Sumiati Abdullah*: Gaza Dan Nilai-nilai Ukhuwah Islamiyah

-Berita-134 views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Gaza dan Palestina adalah milik kaum muslim. Pasalnya, tanah Palestina adalah tanah kharajiyah milik kaum muslim di seluruh dunia. Statusnya tetap seperti itu sampai hari kiamat. Tidak ada seorang pun yang berhak menyerahkan tanah kharajiyah kepada pihak lain, apalagi kepada perampok dan penjajah seperti Israel. Sikap umat islam semestinya haruslah seperti yang di tunjukkan oleh Sultan Abdul Hamid II yang menolak sama sekali segala bentuk penyerahan tanah Palestina kepada kaum kafir meskipun hanya sejengkal.

Selain karena Palestina tanah milik umat, dalam islam kaum muslimin itu adalah satu tubuh. Jika satu bagian anggota tubuhnya sakit maka bagian tubuh yang lain juga akan ikut merasakan sakitnya. Sebagaimana hadist Rasulullah Saw, ‘perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal berkasih sayang dan saling mencintai dan mengasihi di antara mereka adalah satu tubuh. Apabila salah satu anggota tubuh merasa sakit, maka seluruh anggota tubuh yang lain turut merasa sakit dengan tidak bisa tidur dan demam.’ (HR Muslim).

Lima fakta menyangkut Gaza:
Pertama, kita semua tahu, sebelumnya Gaza sudah dikepung dan diblokade oleh tembok-tembok besar lebih dari 750 KM dengan ketinggian 8 meter, dan di setiap 10 meternya, tentara Israel sudah bersiap di atas pos menembak siapa saja warga Palestina, terutama Hamas, yang mencoba mendekati tembok tersebut. Ketika perang darat dimulai, posisi Hamas dalam posisi posisi terkurung dan sama sekali tidak mempunyai area lain sebagai jalur alternatif untuk menyelamatkan diri. Sementara israel menguasai semu wilayah di sekeliling Gaza.

Kedua, secara persenjatahan, perbandingan Hamas dengan Israel sangat timpang. Saat ini , israel menduduki urutan keempat dalam sistem pertahanan keamanan dunia setelah AS, China dan Inggris. Ini belum termasuk bantuan militer yang diberikan oleh AS untuk mendukung agresi israel. Untuk perang Gaza ini, AS menyuplai tidak kurang dari 60.000 ton senjata. Bantuan ini dikirim melalui ratusan kontainer besar, dan bnayak pengamat mengatakan bahwa inilah bantuan AS terbesar sepanjang sejarah kepada israel.

Hamas saat ini hanya memiliki 15.000 personil. Sedangkan israel memiliki 130.000 tentara aktif, dan 400.000 lainnya menunggu di bangkau cadangan. Sedangkan Hamas membuat roketnya sendiri yang berasal dari barang-barang berkas. Rangka roketnya terbuat dari bekas tiang listrik, kabel-kabel sambungan denodatornya terbuat dari kabel yang ada dirumah –rumah warga, bahan bakar roketnya terbuat dari gula, dan hulu ledaknya terbuat dari kimia sederhana yang mereka racik sedemikian rupa. Selain itu, suplai bahan baku senjata juga mereka dapatkan melalui ratusan terowongan yang mereka buat yang melintas perbatasan.

Ketiga, selama agresi, israel menghancurkan sekitar 200 terowongan, dan israel sudah berkoar-koar bahwa mereka sudah menghancurkan seluruh terowongan yang dimiliki Gaza. Kenyataannya, saat ini total tidak kurang ada 800 terowongan di Gaza yang dibangun oleh Hamas. Dan 200 terowongan yang telah hancur digasak israel, Hamas menyebutkan hanya butuh sekitar 3 bulan untuk memperbaikinya.

Keempat, secara fisik, Hamas dan jalur Gaza lah yang telah banyak menderita kerugin. Tetapi harus diingat, bahwa bukan pihak Hamas yang pertama kali meminta gencatan senjata. Hamas telah melawan dengan sengit, dan itu membuat israel menarik mundur pasukannya tanpa syarat apapun. Gencatan senjata pun diumumkan secara sepihak oleh israel. Lima menit sebelum israel mengumumkan gencatan senjat, Hamas masih meluncurkan roketnya kewilayah israel. Selama perang Gaza, Hamas telah meluncurkan sekitar 900 roketnya, dan itu hanya merupakan 1 persen dari total jumlah roket yang mereka miliki.

Kelima, target penyerangan Israel terhadap jalur Gaza sedianya hanya dialokasikan untuk waktu 3 hari saja. Tetapi ketika dalam seminggu Gaza belum jatuh juga, Israel mulai kehilangan pamor. Pasalnya, mereka sudah mengundang beberapa pemimpin dunia, seperti PM Jerman, untuk merayakan keberhasilan mereka menaklukkan Gaza. Namun sampai 22 hari, penyerangan itu tak pernah memberikan hasil berarti. Malah dengan lamanya agresi yang kemudian membabi buta itu, Israel menjadi sasaran kemarahan dan kebencian masyarakat dunia. (http://duniamiliterterkini. blogspot.com).

Islam tidak akan tegak tanpa adanya ukhuwah islamiyah, persaudaraan dalam islam berdasarkan iman kepada Allah dengan ukhuwah islamiyah inilah, dapat melahirkan rasa persatuan dan kesatuan orang-orang beriman yang abadi.
Ukhuwah islamiyah yang diikat oleh Allah merupakan ikatan terkuat dan terhebat yang tiada tandingannya. Itulah sumber rahmat dan kasih sayang Allah.

Untuk mencapai indahnya ukhuwah islamyah, para ulama menyebutkan ada lima tingkatan:
Ta’aruf (saling mengenal)
Tafahum (saling mengenal)
Ta’awun (saling menolong)
Takaful (saling menanggung)
Itsar (mendahulukan orang lain dari pada diri sendiri).

Perjuangan Islam tidak akan tegak tanpa adanya ukhuwah islamiyah.Islam menjadikan persaudaraan dalam islam dan iman sebagai dasar bagi aktifitas perjuangan untuk menegakkan agama Allah di muka bumi. Ukhuwah islamiyah akan melahirkan rasa kesatuan dan menenangkan hati manusia. Banyak persaudaraan lain yang bukan karena islam dan persaudaraan itu tidak akan kuat dikalangan umat dewasa ini terjadi disebabkan mereka tidak memenuhi persyaratan ukhuwah, yaitu kurangnya mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah yang bersungguh-sungguh. Sebagaimana firman Allah SWT:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat”.(Q.s. Al-Hujurat:10)

يَسْأَلُونَكَ عَنِ اْلأَنفَالِ قُلِ اْلأَنفَالُ للهِ وَالرَّسُولِ فَاتَّقُوا اللهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنَكُمْ وَأَطِيعُوا اللهَ وَرَسُولَهُ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Artinya: Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah:”Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul, sebab itu bertaqwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan diantara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang beriman”.(Q.S. Al-Anfal:1)

*Mahasiswi Semester 7 Universitas Khairun, Ternate

Comment

Rekomendasi Berita