by

Dewi Ratnasari*: Resolusi Ummat 2020, Berkaca Dari Sejarah Songsong Khilafah

-Opini-73 views

RADARINDONESIANEWS. COM, JAKARTA – Mari kita merenung sejenak di awal tahun 2020 ini. Ketahuilah bahwa dunia kita yeah banyak berubah. Setiap detik ada peristiwa hebat, setiap menit ada kelahiran generasi baru, setiap jam ada peristiwa yang mencetak sejarah dan setiap hari wajah bumi selalu berubah oleh ide dan gagasan.

Di situlah kita harus bertanya apakah kita menguasai ritme zaman yang bergerak begitu cepat? Atau kita tergopoh – tergopoh berlari mengejar kereta malam yang takakan pernah kembali.

Walaupun kita terlahir di tanah Sunda tapi dengan kecanggihan IPTEK kita bisa mengetahui keadaan di Palestina. Tapi sayangnya, kita lebih sering menggunakan gadget untuk scroll -up notifikasi daripada mentadabburi apa yang terjadi di dunia ini.

Begitupun sepanjang tahun 2019 kemarin, banyak hal yang terjadi pada dunia terutama dunia Islam, kesedihan dan air mata masih menyelimuti saudara kita di Palestina, Suriah, Uyghur dll dengan penindasan fisik begitu keji menimpa saudara kita disana.

Para penguasa negeri muslim bungkam lantaran kesepakatan ekonomi dan sekat nasionalisme.  Amerika masih kokoh sebagai negara adidaya namun sedikit risih karena gencarnya China menguasai pasar dunia dengan proyek OBOR nya. lalu bagaimana dengan negara tercinta kita Indonesia?

Selama setahun kemaren Indonesia diterpa berbagai bencana alam baik darat maupun laut. Gempa bumi dan tsunami menghajar beberapa wilayah bumi pertiwi dan di awal tahun ini banjir melanda wilayah JABODETABEK. Allah swt berfirman : “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar Ruum: 41).

Semua bencana tersebut adalah bentuk teguran Allah swt kepada manusia yang dengan pongah menerapkan dan mengemban sistem hasil akal mereka untuk mengatur dunia. Sekulerisme membuat manusia menyembah Allah tapi diwaktu lain aturanNya dianggap teori belaka dan tak layak mengatur urusan mereka.

Lihat saja Indonesia dalam sistem sekuler kapitalis hanya menjadi negara pembebek. Kapitalisme membuat gap antara yang miskin dan kaya begitu terasa. Siapa kuat maka dia yang menang. Hukum rimba menghantui jutaaan rakyat kecil yang tidak berdaya.

Kekayaan alam dikuasai sebagian orang, kebijaka pemerintah pro kepada pemilik modal. akibatnya rakyat menjerit, kriminalitas melonjak karena dituntut memenuhi kebutuhan hidup yang semakin sulit.

Belum lagi isu radikalisme yang sangat tendensius terhadap islam dan kaum Muslim itu hanya pengalihan isu atas kebobrokan ekonomi juga pesanan barat untuk memonsterisasi syariat Islam. Definisi radikal selalu dikaitkan dengan Islam dan muslim.

Padahal hakikatnya, Islam sebagai problem solving tentu mempunyai solusi atas segala permasalahan rumit dan sistematis ini.

Islam mampu memberikan solusi fundamental ketika aturannya diimplementasikan secara kaffah dari akar hingga daunnya. Bukan hanya sebagian seperti rencana pemerintah melalukan dedolarisasi dan mengganti dinar dengan harapan nilai tukar negara kita stabil. Jelas hal itu merupakan solusi pragmatis dan parsial.

Konsekuensi sebagi seorang muslim salah satunya meyakini bahwa ketika hukum Allah ditegakkan maka akan membawa kemashlahatan.

Di sejarah dan masa gemilang, ummat islam pernah melakukannya. Daulah islam yang dipelopori oleh Rosulullah dan para sahabat harusnya menjadi pengingat bahwa Islam pernah berjaya dan mengatur dunia di masanya.

Menurut para futurolog, 2020 menjadi medan yang keras dan sengit. Tahun dengan angka cantik itu menjadi tahun unjuk gigi siapa yang paling hebat dari banyak kekuatan di dunia ini.

Mari membaca dunia lebih jernih dengan menengok sejarah yang dari sana kita tahu jati diri kita sebenarnya. Kita tahu apa yang harus dilakukan dan meyakini bahwa kemenangan adalah suatu kepastian. Maka songsong kejayaan Islam yang Rosulullah janjikan.

ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ

Selanjutnya  akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” (HR. Ahmad ). Wallahu’alam.[]

*Penulis tinggal di Bandung

Comment

Rekomendasi Berita