by

Hardita Amalia, M.Pd.I*: Bahaya Gerakan Dejilbabisasi

-Opini-188 views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Pernyataan Sinta Nuriyah yang ditolak dikalangan umat Islam terkait perempuan muslimah tidak wajib mengenakan jilbab.

Mengutip viva.co.id ( 17/01/2020) Pandangan Sinta Nuriyah, istri mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menuai kontroversi terkait Muslimah tak harus memakai jilbab. Dia menyampaikan pernyataan itu saat acara bersama Deddy Cobuzier yang diunggah ke YouTube pada Rabu, 15 Januari 2020.

Menurut penulis, pernyataan Sinta Nuriyah ini bertentangan dengan Al – Qur’an dan tak hanya itu pernyataan Sinta Nuriyah bahwa jilbab tidak wajib bagi perempuan muslimah menyesatkan pemahaman masyarakat serta menjadi kegaduhan di tengah – tengah umat Islam.

Di dalam Al – Qur’an dengan jelas telah disampaikan bahwa setiap muslimah yang sudah baligh wajib mengenakan jilbab, sebagaimana tercantum dalam Q.S Al – Ahzab 59 :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمً

Wahai Nabi, katakan kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan wanita-wanita kaum Mukminin agar mereka menjulurkan kain-kain mereka dari kepala dan wajah mereka untuk menutupi wajah mereka, kepala dan dada mereka. Hal itu lebih dekat kepada keterjagaan dan perlindungan sehingga mereka tidak beresiko diganggu atau dijahili. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang di mana Dia mengampuni apa yang telah berlalu dari kalian, Dia menyayangi kalian dengan apa yang Dia jelaskan, mana yang halal dan mana yang haram. ( Q.S.Al – Ahzab: 59 )

Seruan ini wajib bagi setiap muslimah yang beriman dan sudah baligh kecuali bukan Islam, gila, dan Belum Akil Baligh.

Menurut penulis bila kita menelisik dalam syariat Islam maka kewajiban muslimah adalah menutup aurat dengan khimar ( kerudung ) dan jilbab ( pakaian yang lurus tidak berpotongan ).

Makna Khimar
Allah Ta’ala menyebutkan istilah khimar dalam firman-Nya:

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menjulurkan khimar kedadanya…” (QS. An Nuur: 31)

Secara bahasa, khamara artinya menutupi.

الخاء والميم والراء أصلٌ واحد يدلُّ على التغطية، والمخالطةِ في سَتْر

“kha mim dan ra, asalnya membentuk makna taghthiyyah (menutupi), dan pencampuran sesuatu dalam menutupi sesuatu yang lain” (Maqayis Al Lughah).

Sedangkan makna khimar secara spesifik, adalah sebagai berikut:

والخِمَارُ للمرأَة، وهو النَّصِيفُ، وقيل: الخمار ما تغطي به المرأَة رأَْسها، وجمعه أَخْمِرَةٌ وخُمْرٌ وخُمُرٌ. والخِمِرُّ

“khimar untuk wanita artinya kerudung. Sebagian ahli bahasa mengatakan, khimar adalah yang menutupi kepala wanita. Jamaknya akhmarah, atau khumr, atau khumur, atau khimirr” (Lisaanul ‘Arab).

Makna Jilbab
Allah Ta’ala menyebut istilah jilbab dalam firman-Nya:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin agar hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka…” (QS. Al Ahzab: 59).

Secara bahasa, jilbab berasal dari kata al jalb,

الجَلْبُ: سَوْقُ الشيء من موضع إِلى آخَر

“Al Jalb artinya menjulurkan / memaparkan sesuatu dari suatu tempat ke tempat yang lain” (Lisaanul Arab).

Sedangkan makna jilbab secara spesifik,

والجِلْبابُ القَمِيصُ. والجِلْبابُ ثوب أَوسَعُ من الخِمار، دون الرِّداءِ، تُغَطِّي به المرأَةُ رأْسَها وصَدْرَها؛.

“Jilbab (diantara maknanya) adalah gamis. Dan jilbab itu adalah pakaian yang lebih lebar dari khimar, yang selain rida’. Yang dipakai oleh wanita untuk menutupi kepala dan dadanya” (Lisaanul Arab).

Maka esensinya khimar dan jilbab adalah kewajiban bagi setiap muslimah yang beriman dan bertakwa menggunakannya, sebagai manivestasi ketaatan dan ketundukan kepada Allah.

Maka gerakan opini tidak wajib mengenakan jilbab / dejilbabisasi menurut penulis, menyesatkan pemahaman umat juga wajib ditolak, karena tidak sesuai dengan syariat Islam yang agung.[]

*Dosen, Peneliti Anggota Asosiasi Dosen Ilmu Keislaman Sosial Nasional, Pemerhati Pendidikan, Konsultan Parenting dan Founder Sekolah Ibu Pembelajar dan Institut Pernikahan Islami

Comment

Rekomendasi Berita