by

Qisti Pristiwani*: Negeri Bebas Masalah Tanpa Khilafah?

-Opini-235 views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan bahwa tak akan ada lagi bentuk ajaran khilafah yang terus didengungkan oleh sejumlah ormas agama.

Selain berseberangan dengan dasar negara, ajaran khilafah tersebut bersifat merusak tatanan bernegara yang telah lama digunakan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Mahfud usai menerima kunjungan perwakilan Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) (3/1). Kumparan.com. Pernyataan tersebut merupakan bentuk kekhawatiran yang berlebihan dan tidak berdasar. Pasalnya, tidak ada bukti-bukti yang membenarkan pernyataan pak Mahfud tersebut.

Jika kita berkaca pada sistem yang dijalankan negeri kita hari ini, maka kita akan dapati banyak sekali keluhan dan kritikan dari masyarakat akibat gagalnya pembangunan dari segala aspek. Mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, listrik, kesejahteraan dan keselamatan, hukum, lapangan pekerjaan, pemerintahan dan lainnya. Hampir seluruh lini kehidupan kita bermasalah.

Biaya pendidikan mahal, biaya kesehatan naik 100% namun minim kualitas, hukum yang diterapkan tajam ke bawah tumpul ke atas, menjamurnya para koruptor, lapangan pekerjaan susah dicari, akibatnya bertebaranlah para pengangguran.

Berdampak pula dengan ekonomi. Sehingga banyak yang mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan menghalalkan segala cara seperti merampok, mencuri, menjadi PSK, menjual narkoba, melakukan penipuan dan lainnya. Maka, naik pula angka kejahatan / kriminalitas di negeri ini.

Hal tersebut merupakan segelintir permasalahan yang mewakili permasalahan lainnya. Jika dianalisa lebih dalam lagi, maka problematika yang kita saksikan hari ini adalah perkara cabang dari rusaknya sistem yang dijalankan negri ini yang mengadopsi sistem kapitalisme dengan negara korporasi, bukan malah menuduh Khilafah sebagai ajaran merusak.

Sistem kapitalisme berdiri diatas asas sekulerisme, yaitu memisahkan agama dari kehidupan. Tak mengakui bahwa aturan terbaik untuk diterapkan adalah aturan Allah semata. Sehingga, munculah tangan-tangan yang berusaha membuat aturan untuk mengatur manusia yang lain menurut akal nafsunya seperti hari ini.

Akibatnya, muncul berbagai pertentangan, kesengsaraan dan jauh dari kesejahteraan dan ketentraman. Inilah biang munculnya problematika hari ini.

Negara yang harusnya menjadi pelayan rakyat kini berlepas tangan dari kewajibannya sebagai pengayom rakyat.

Negara abai akan pemenuhan kebutuhan rakyat. Kebutuhan rakyat dialihkan kepada korporasi-korporasi. Rakyat dibiarkan mengurusi kebutuhan vitalnya sendiri dengan merogoh kantong pribadi. Membayar mahal untuk hidup sehat, membayar mahal untuk mendapatkan pendidikan, harus memiliki pekerjaan ganda demi memenuhi kebutuhan hidup.

Begitulah kejamnya sistem kapitalisme. Menjadikan negara sebagai produsen dan rakyat sebagai konsumen seperti hari ini. Jelas hal ini sama sekali tidak memanusiakan manusia. Sistem kapitalisme adalah sistem yang bobrok dan harus dicampakkan.

Berbeda dengan khilafah. Khilafah merupakan ajaran Islam yang akan menjadi institusi penerapan aturan Islam secara menyeluruh.

Islam bukan hanya sekedar agama, mengatur hubungan dengan Allah semata. Namun Islam adalah agama yang paripurna, mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, seperti pendidikan, sosial, perekonomian, kesehatan, pemerintahan, dan lainnya.

Aturan Islam merupakan aturan terbaik, rasional, dan sesuai dengan fitrah manusia. Sehingga, akan membawa ketentraman bagi manusia. Hal ini dibuktikan dengan penerapan Islam selama +13 abad lamanya dalam naungan negara Khilafah.

Pendidikan digratiskan oleh negara dengan mutu yang tinggi, banyak muncul para ilmuwan, guru digaji sebanyak 15 dinar (mata uang emas), setara +30-an juta saat ini. Sandang, pangan, papan dijamin oleh negara. Para pengangguran diberikan pekerjaan agar mereka dapat menafkahi keluarganya. Para janda, anak yatim diberi bantuan oleh negara. Di bidang politik, Islam mampu menguasai 2/3 dunia dan menyatukannya dalam negara Islam kaffah dengan satu aturan, yaitu Islam.

Kesejahteraan dan keselamatan rakyatnya diperhatikan negara dengan mengadakan klinik keliling dan menurunkan 800 dokter secara gratis (pada masa khalifah Harun ar-Rasyid). Hukum yang ditegakkan tidak pandang bulu.

Selama 13 abad menjadi mercusuar dunia, hanya tercatat terjadi 200 kasus saja, dan masih banyak lagi bukti bahwa sistem khilafah ini adalah konstruktif dan merupakan solusi tuntas problematika negri ini.

Tidakkah kita ingin merasakan keteraturan hidup seperti dalam negara khilafah?

Mereka yang mengatakan khilafah adalah sistem yang merusak, berarti dapat dipastikan mereka buta akan sejarah. Mari kita beralih kepada penerapan Islam secara kaffah dan mencampakkan kapitalisme sebagai sistem yang rusak. Wallahua’lam bisshowab.

*Mahasiswi UMN AW

Comment

Rekomendasi Berita