by

Siti Ningrum*: Mengenal Sistem Khilafah Yang Memuliakan Dan Mensejahterakan

-Opini-107 views

RADARINDONESIANEW.COM, JAKARTA – Indonesia adalah negeri muslim terbesar yang penuh dengan kedamaian. Hal itu dirasakan oleh para penduduknya baik muslim mau pun non muslim. Dunia pun mengakui akan hal itu. Meskipun sebagai penduduk mayoritas, namun muslim selalu menghormati beragam agama yang ada di Indonesia.

Seiring dengan itu banyak kisah yang terlewati, serta fenomena alam yang terjadi. Gempa di berbagai daerah, gerhana matahari beberapa hari yang lalu hingga banjir menyambut tahun baru 2020.

Menutup akhir tahun 2020, dunia kembali terhenyak tak terkecuali Indonesia disebabkan bocornya dokumen tentang Kamp rahasia China untuk menindas umat muslim di Uighur.

Untuk ke sekian kali, mereka kembali berteriak meminta tolong atas penindasan tetsebut yang telah memisahkan keluarga, pemerkosaan terhadap muslimah Uighur bahkan nyawa pun melayang.

Sekarang mereka diduga berada di kamp rahasia. Diduga ada genosida terhadap muslim Uighur namun pemerintah China tidak mengakui hal itu meskipun sudah beredar beberapa video dan keterangan dari muslim Uighur yang selamat dari kamp rahasia tersebut.

Bukan hanya kali ini saja namun sudah ke sekian kalinya. Tetapi dunia tetap diam tanpa berbuat apa-apa.

Sementara di negeri muslim lain seperti Palestina, Suriah dan Yaman kondisi pilu umat islam masih berlangsung.

Di mana saja umat muslim berada dalam ketertindasan ditambah lagi label radikal dan teroris yang disematkan. Sungguh ini sangat memilukan sekali.

Di Indonesia, problem lain yang dihadapi umat pun muncul seperti pengangguran yang kian meningkat, tingkat kriminalitas yang tinggi, angka kemiskinan yang kian bertambah hingga korupsi di tingkat daerah hingga elit politik.

Belum lagi kenaikan bahan pokok yang terus meroket, kenaikan istrik, kenaikan tarif kesehatan (BPJS).

Ini menjadi kado pahit bagi rakyat Indonesia. Bahkan hutang negara yang kian bertambah banyak. Riba pun merajalela dari mulai rakyat kecil hingga level negara.

Di sisi lain, Sumber Daya Alam pun terus dikeruk, investor asing makin merajai perekonomian Indonesia, buruh asing terus marangsek serta import  terus menerus yang membuat petani dan nelayan makin babak belur.

Ketergantungan terhadap dollar pun makin memperburuk keadaan ekonomi dunia termasuk Indonesia.  Mata uang yang terbuat dari kertas ini terbukti selalu mengalami inflasi. Sebab  dollar dicetak tidak ada jaminan emasnya. Maka terjadilah dedolarisasi.

Hal ini diungkapkan oleh Pemrakarsa Modern Monetary Theory (MMT) Mardigu Wowiek bahwa negara-negara di dunia, utamanya negara Muslim, memang sedang berupaya melakukan dedolarisasi atau ‘membuang’ dolar. Mereka mempertimbangkan untuk menjadikan dinar emas sebagai alat pembayaran Internasional. Power Lunch CNBC Indonesia, Kamis (26/12/2019).

Semua permasalahan yang menimpa baik di dalam atau pun luar negeri bak benang kusut yang sangat sulit untuk diurai. Maka dari itu kita tidak bisa memperbaiki satu hal saja.

Sungguh masalah-masalah yang terjadi adalah masalah sistemik. Biangnya tidak lain tidak bukan adalah kapitalisme, sistem yang rusak dan merusak – padahal belum genap satu abad lamanya sistem ini diterapkan diberbagai negeri-negeri didunia salah satunya Indonesia.

Sistem ini dibuat bukan untuk kemaslahatan umat tetapi hanya untuk beberapa golongan saja. Tidak mungkin sistem yang dibuat oleh manusia dapat mengantarkan pada sebuah kemaslahatan karena sarat akan kepentingan.

Padahal Islam telah melarang kepada kita sebagai manusia untuk melaksanakan hukum selain hukum Allah,  seperti firman Allah SWT dalam alquran yang artinya,
“Apakah hukum jahiliyah yang mereka cari? Dan siapakah yang lebih baik hukumnya daripada [hukum] Allah bagi orang-orang yang yakin.” (QS. Al-Ma’idah: 50)

Untuk itu sudah selayaknya kita manusia tunduk dan patuh terhadap syariat Allah.

Lantas mengapa kita harus melaksanakan hukum buatan manusia, seperti halnya sistem kapitalisme ini?

Sudah saatnya kaum muslim kembali kepada khitahnya yaitu Alquran dan hadits. Kembali menerapkan hukum islam di berbagai lini kehidupan agar tercipta kemaslahatan, sebab Allah SWT telah berfirman dalam alquran yang artinya :

“Andai penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari di langit dan bumi” (TQS Al-Araf 7:96).

Jika umat muslim kembali melaksanakan sistemnya yang disebut dengan Khilafah, maka otomatis umat muslim di seluruh dunia pun akan mempunyai seorang pemimpin yang bernama Khalifah yang akan menjadi perisai bagi kaum muslimin dan akan membebaskan negeri-negeri muslim dari para imperialisme barat. Serta akan menjadi harapan baru bagi umat muslim khususnya dan bagi manusia dimuka bumi ini umumnya. Wallohu a’lam Bishowab.
[]

Comment

Rekomendasi Berita