by

Amelia Febriani *: Maraknya Per-Joki-an Di Dunia Kampus

-Opini-295 views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Menjadi joki di kalangan mahasiswa menjadi suatu hal yang dianggap lumrah. Hal ini bisa terjadi kapanpun, di manapun dan siapapun. Asal ada kesempatan, mengapa tidak.

Mereka beranggapan bahwa perbuatan tersebut sah-sah saja karna adanya asas manfaat atau saling menguntungkan (simbiosis mutualisme) katanya.

Hal ini sering kita jumpai di ranah kampus. Oleh karenanya menjadi joki merupakan bisnis yang tidak ada matinya di kalangan mahasiswa.

Mereka tak lagi memperdulikan hukum halal haram dalam islam. Bagi mereka, semua beres dan yang penting sama-sama menguntungkan.

Padahal, tindakan tersebut menurut Kitab Lisanul ‘Arab dan Mu’jamu Washith Risywah sama dengan suap yaitu “Pemberian yang diberikan kepada seseorang agar mendapatkan kepentingan tertentu”.

Baik itu dalam hal tugas, laporan, tes IT, sampai ke skripsi. Para mahasiswa sudah terbiasa dengan menyerahkan hal-hal yang seharusnya dikerjakan sendiri tapi meminta orang lain untuk mengerjakan dengan upah/imbalan yang telah disepakatinya.

Dalam hukum Islam, berdasarkan beberapa nash Al-Qur’an dan Sabda Rasulullah mengisyaratkan dan menegaskan bahwa Risywah adalah suatu yang diharamkan di dalam syari’at, bahkan termasuk dosa besar.

Sebagaimana Rasulullah bersabda :
“Rasulullah melaknat penyuap dan yang menerima suap” (HR Khamsah kecuali an-Nasa’i dan dishahihkan oleh at-Tirmidzi).

Dari hadits di atas, jelaslah bahwa suap merupakan perkara yang diharamkan oleh Islam, baik memberi ataupun menerimanya.

Begitupun dalam bentuk tugas yang diserahkan kepada orang lain dengan meminta bayaran tertentu termasuk kategori Risywah (suap) yang sama-sama diharamkan dalam syariat.[]

*Mahasiswi jurusan Bimbingan Konseling Islam UIN SMH Banten

Comment

Rekomendasi Berita