by

Fury Qonzano*: Seperti Rasa Lapar, Ujian Dan Kesulitan Justeru Membuat Kita Makin Berselera Terhadap Hidup

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Semua kita sudah pasti pernah mengalami masa masa sulit, mungkin juga sedang mengalaminya sekarang ini.

Jangan gundah teman. Kesulitan dan ujian yang kita hadapi itu sesungguhnya energi yang diperlukan sebagai penguat personalitas kita menapaki jalan kehidupan ini.

Jangan berkecil hati dengan segala kesulitan dan ujian yang kita hadapi itu karena sesungguhnya ada bahagia usai kesulitan itu.

Lihatlah dari kacamata positif bahwa begitu nikmat rasa sebilah tempe goreng saat kita lalui dengan lapar seharian.

Imam Al-Ghazali dalam bukunya Ihya Ulumuddin mengatakan, rasa nikmat yang secara terus menerus kita cicipi akan mengurangi rasa syukur. Begitupun dengan nikmat lain.

Benar. Betapa kita hilang rasa saat terus menerus melahap daging rendang sekalipun yang tersaji di meja makan. Ada rasa bosan dan itulah yang mengurangi rasa syukur kita kepada Allah yang Mahapemberi rizqi.

Hilangnya rasa syukur ini mendapat ancaman yang tidak main main sebagaiamana termaktub dalam Quran Surat Ibrahim ayat 7.

“Bila kamu bersyukur, niscaya Aku tambah kan nikmatKu kepadamu dan bila kamu ingkar, sesungguhnya adzabKu sangat pedih.”

Kesulitan dan ujian hidup itu sesungguhnya energi positif yang dapat mendatangkan rasa syukur kita terhadap apa yang Allah berikan kepada kita.

So? Jangan takut dan bimbang dengan segala macam kesulitan yang kita hadapi karena dengan ujian itulah hidup kita semakin hidup.

Kita butuh rasa lapar yang mendorong semangat dan selera makan meski hanya dengan tempe dan tahu goreng.
[]

*Penulis bunga rampai buku Pernikahan Lintas Agama bersama Drs. Dicki Chandra, Prof DR. Didin Hafidhudin dan Prof DR. Satori Ismail

Comment

Rekomendasi Berita