by

Hardita Amalia, M.Pd.I* Agar Anak Mencintai Syariat Islam Sejak Dini di Era Digital

-Opini-218 views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Di era digital yang semakin berkembbang ini, banyak tantangan yang dihadapi orang tua dalam aspek pengasuhan dan mengajarkan anak cinta syariat Islam sejak dini. Gempuran informasi, tontonan yang negatif, perilaku masyarakat yang serba permissif, serba boleh dan bebas hingga batasan ajaran Islam pun banyak yang dilanggar.

Hal ini menjadikan tantangan berat bagi orang tua untuk menjadikan anak mencintai syariat Islam sejak dini. Orang tua sebagai role model utama memiliki peran begitu besar dalam upaya membentk kepribadian anak mencintai syariat Islam sejak dini.

Orang tua adalah madrasah pertama bagi anak, maka orang tua tidak boleh lalai untuk melakukan pengasuhan terbaik agar sejak dini cinta kepada syariat Islam. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua agar anak cinta syariat Islam sejak dini.

1. Orang tua mengenalkan dan menerapkan syariat Islam sejak dini pada anak. Pengenalan dan penerapan syariat Islam sejak dini pada anak,akan menjadi mafhum ( pemahaman ) bagi anak yang berkorelasi dengan pola pikir dan pola sikap. Esensinya anak belajar pada orang tua maka orang tua harus mengenalkan dan menerapkan syariat Islam mulai dari hal yang kecil seperti membiasakan  anak untuk shalat sejak dini. Mengajarkan anak al qur’an sejak dini juga menerapkan nilai – nilai islam di rumah. Maka syariat Islam akan menjadi karakter anak.

2. Memilihkan lingkungan yang Islami. Aspek kedua ini sangat urgent agar terbentuk pada diri anak kecintaan syariat Islam sejak dini. Di mana lingkungan menjadi madrasah kedua bagi anak tumbuh dan berkembang. Di antaranya orang tua memilihkan sekolah yang islami, teman – teman yang memiliki frekuensi keimanan dan kesholihan individu. Maka hal ini akan berkorelasi erat dengan pembentukan karakter islami pada diri anak.

3. Anak sering dibacakan bacaan – bacaan dan diperlihatkan tayangan video islami. Menanamkan nilai – nilai keislaman bisa melalui bacaan buku dan tayangan video islami pada anak. Karena anak usia dini memiliki kemampuan dan kecepatan dalam merekam. Bacaan islami dan tayangan Islami akan mampu mentransfer pengetahuan dan pemahaman islami pada anak.

4. Memotivasi dengan memberikan rewards dan punishment pada anak sebagai pola pendidikan bagi anak. Jika anak melakukan syariat islam sekecil apapun – misalnya,  anak dengan semangat shalat, mengaji maka orang tua memberikan rewards bagi anak. Hal ini akan menjadi stimulus yang baik agar anak semangat dan mampu mencintai syariat Islam sejak dini.

Sebaliknya jika anak melakukan kesalahan maka Islam pun mengajarkan punishment yang sifatnya mendidik sebagaimana yang dicontohkan baginda Nabi. Orang tua terus memberikan motivasi kepada anak agar terus melakukan kebaikan hingga membangun kecintaan tertinggi pada Allah SWT.

5. No Tv No Gadget.  Karena nyatanya impact negatif gadget begitu terasa pada anak di era digital dan menyebabkan candu pada anak hingga mampu merusak perkembangan emosional dan kecerdasan majemuk anak. Maka, perlu kesungguhan juga semangat yang tinggi bagi orang tua menanamkan kecintaan syariat Islam sejak dini pada anak di Era Digital Kapitalistik saat ini.[]

*Dosen, Peneliti Anggota Asosiasi Dosen Ilmu Keislaman Sosial Nasional, Pemerhati Pendidikan, Konsultan Parenting dan Founder Sekolah Ibu Pembelajar dan Institut Pernikahan Islami

Comment

Rekomendasi Berita