by

Ibnu Sina Pun Diam Saat Menghadapi Orang Bodoh

Foto/net

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Suatu hari Ibnu Sina menunggang kuda dalam suatu perjalanan.

Ibnu Sina turun dari kuda dan mengikat kuda. Kemudian memberikan jerami sebagai makanan untuk kudanya.

Ibnu Sina duduk di tempat teduh sambil menikmati bekal yang dibawanya.

Tiba-tiba ada seseorang yang
menunggang keledai.

Ia turun dan mengikat keledai berdekatan dengan kuda milik Ibnu Sina.

Dengan maksud supaya keledainya
bisa ikut memakan jerami.

Dan orang tersebut pun duduk dekat dengan posisi Ibnu Sina.

Ketika ia duduk, Ibnu Sina berbicara: “Keledaimu jauhkan dari kuda supaya tidak ditendangnya.”

Namun, orang yang diajak bicara itu diam.
Dan tak lama terjadi yang disampaikan
oleh Ibnu Sina.

Si keledai ditendang kuda hingga cidera.

Pemilik keledai
marah kepada Ibnu Sina dan meminta tanggung jawabnya.

Ibnu Sina tidak menjawab. Terdiam saja.

Sampai kemudian si pemilik keledai mendatangi hakim dan meminta
agar Ibnu Sina membayar atas cidera keledai.

Saat ditanya oleh hakim pun Ibnu Sina terdiam.

Hakim kemudian berkata kepada
orang yang mengadu: “Apakah ia bisu?”

Orang itu menjawab: “Tidak, tadi bicara padaku.”

Hakim bertanya: “Apa yang ia katakan?”

Orang itu kembali menjawab:
“Jangan dekatkan keledaimu nanti ditendang kudaku.”

Setelah mendengar jawaban itu, sang hakim langsung tertawa dan berkata kepada Ibnu Sina:

“Anda ternyata pintar.
Cukup diam dan kebenaran terungkap.”

Sambil tersenyum Ibnu Sina berkata kepada hakim:

“Tidak ada cara lain untuk menghadapi
orang bodoh adalah dengan diam.”

Demikian cuplikan satu di antara anekdot yang dicantumkan dalam buku.

*”Cita Humanisme Islam” karya George Abraham Makdisi.*

Comment

Rekomendasi Berita