by

Iim Muslimah S.Pd*: KUII Dan Sumber Masalah Umat

-Opini-283 views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Pada tanggal 26-29 Februari 2020 Indonesia akan menggelar Kongres besar yakni KUII (Kongres Umat Islam Indonesia) ke tujuh yang dihadiri oleh berbagai elite politik dan langsung di buka oleh presiden.

Kongres ini akan diselenggarakan di Bangka Belitung dengan mengusung tema “Strategi Perjuangan Umat Islam Indonesia untuk mewujudkan NKRI Maju, Adil, dan Beradab“.

Kongres Umat Islam Indonesia ke-7 akan membahas mengenai permasalahan bangsa di berbagai bidang. Para peserta akan memberikan pandangan yang konstruktif untuk perbaikan bangsa.

KUII ketujuh rencananya dihadiri 700 orang peserta. Selain perwakilan MUI se-Indonesia, kongres akan dihadiri perwakilan ormas Islam, pesantren, perguruan tinggi Islam, dan cendekiawan muslim.

Sementara itu, Wasekjen Dewan Pimpinan MUI yang juga Panitia Pengarah KUII Nadjamuddin Ramly mengatakan pihaknya akan mengundang sembilan ketua umum partai politik yang punya kursi di DPR, yaitu Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketum NasDem Surya Paloh, Ketum PAN Zulkifli Hasan, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, hingga Presiden PKS Sohibul Iman. Ramly berharap para ketum parpol itu bisa hadir dan menjadi narasumber di Kongres.

Dilansir dari Detik.com, delapan komisi dalam Kongres tersebut akan membahas isu-isu yang berkaitan dengan umat Islam. Amirsyah berharap Kongres Umat Islam Indonesia menghasilkan penguatan di sejumlah aspek, seperti ideologi politik, hukum, hingga ekonomi umat.

“Penguatan politik dalam konteks ideologi politik negara, yaitu mengukuhkan Pancasila sebagai ideologi negara. Jadi kalau ada pernyataan yang nyeleneh tentang Pancasila, maka ini jadi bagian dari pikiran-pikiran yang bertentangan dengan ideologi. Kedua tadi penguatan hukum, intinya bagaimana kita melakukan penguatan dalam konteks bernegara,” ujar Amirsyah.

Masalah besar Umat

Sebagaimana kita ketahui fokus utama KUII ini ialah untuk meningkatkan perkonomian indonesia. Sehingga dipilihnya daerah Babel pun untuk meningkatkan perekonomian.

Memang hingga saat ini umat Islam di Indonesia terus dihidangkan dengan masalah yang tiada habisnya.

Ekonomi yang semakin terpuruk, hutang terus menumpuk, korupsi menggurita, belum lagi permasalahan-permasalahan negara yang tidak bisa diselesaikan.

Kondisi ini mengakibatkan semakin banyak rakyat menderita karena kebutuhan semakin menjulang tinggi sedang pendapatan tidak cukup bahkan tidak ada.

Kondisi ini terjadi pada keluarga muslim dan mengakibatkan keretakan rumah tangga yang berujung dengan anak-anak yang mengalami broken home. Ekonomi menjadi faktor utama penyebab rebtetan kerusakan tersebut.

Mengapa masalah ini tak bisa diselesaikan bahkan justru semakin bertambah?

Permasalahan ini terjadi karena beberapa faktor.

Pertama, umat sudah kehilangan sosok pemimpin yang benar-benar mengurusi rakyat. Rakyat justeru semakin dibebani pajak yang tinggi sedangkan subsidi dihilangkan.

Kedua, salah urus sumber daya alam. Penyebab kemerosotan ekonomi terjadi karena sumber daya alam yang melimpah di Indonesia diserahkan kepada swasta. Sedangkan Indonesia hanya mendapat limbahnya saja. Seperti yang terjadi di Papua. Keuntungan yang didapatkan dari pengelolaan emas yang ada di Papua hanya sekitar sekian persen saja sedangkan selebihnya dinikmati para kapitalis. Mirisnya rakyat hanya kebagian limbahnya saja.

Islam kaffah sebagai Alternatif dan solusi

Ekonomi Islam menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Sebagaimana yang pernah dipraktikkan. Pada masa kejayaan Islam dahulu, di dalam negeri, pemerintah (Khilafah) menjalankan politik ekonomi yang bertujuan menjamin pemenuhan kebutuhan pokok setiap warga negara.

Pemenuhan kebutuhan ini diambil dari pengelolaan sumber daya alam. Artinya Khalifah atau pemimpin negara mengelola sumber daya alam kemudian disalurkan pada rakyat.

Khilafah atau pemerintah juga mendorong warga agar dapat memenuhi kebutuhan sekunder dan tersiernya dalam batas-batas kemampuan yang mereka miliki.

Dari pengelolaan sumber daya alam ini Khilafah (pemimpin negara) dapat menggunakan kekuatan ekonominya untuk menolong bangsa lain yang sedang ditimpa bencana.

Sejarah mencatat, pada abad ke 18 Khilafah Turki Utsmani pernah mengirimkan bantuan pangan kepada Amerika pasca perang melawan Inggris. Khilafah juga pernah mengirimkan bantuan uang dan pangan untuk penduduk Irlandia yang terkena bencana kelaparan besar yang menewaskan lebih dari 1 juta orang.

Apa yang dilakukan Khilafah (pemimpin negara) pada masa lalu justru bertolak belakang dengan apa yang dilakukan oleh Amerika saat ini. 

Ekonomi Islam merupakan solusi bagi umat manusia untuk keluar dari krisis dan hidup sejahtera. Untuk itu, kita membutuhkan model pemerintahan yang menerapkan keadilan bagi seluruh manusia tanpa melihat perbedaan agama, suka dan bangsa sebagaimana dicontohkan peradaban islam yang pernah berjaya selama 13 abad sebagai rahmatan lil alamin.[]

*Pendidik, Aktivis BMI Banten

Comment

Rekomendasi Berita