by

Kuasa Hukum Abdul Kodir Beberkan Bukti Kuat Kasus Nenek Arpah

-Hukum-90 views

RADARINDONESIANEWS.COM, DEPOK –
Merasa tertipu, nenek Arpah 69 tahun laporkan Abdul Kodir Jaelani 26 tahun Ke Polres Depok Dengan nomor laporan polisi IP/2143/K/IX/2019/PMJ/Restro Depok.

Sebelumnya, nenek tersebut juga pernah membuat laporan perdata dua kali, yakni pada tahun 2018 dengan nomor perkara 108/PDT.G/2018/PN.DPK dan gugatan perdata kedua pada tahun 2019 dengan nomor perkara 45/PDT.G/2019/PN.depok.

Kedua gugatan perdata tersebut ditolak oleh Majelis Hakim.

Terkait kasus tersebut, nenek Arpah memaparkan, saat itu dirinya diajak Abdul Kodir ke Cibinong menemui Notaris di sana.

“Saya pikir itu untuk penyelesaian urusan jual beli yang lama, yakni tanah yang saya jual seluas 196 M² dan waktu itu saya hanya berdua dengan suami saya, lalu saya diberi uang Rp 300.000,- oleh AKJ, dan yang saya jual itu hanya seluas 196 M2, bukan 299 M²” Kata nenek Arpah menjelang mengikuti panggilan sidang saksi ke dua yang diundur kembali Rabu depan.

Nenek Arfah menambahkan, sebetulnya dirinya meminta sisa pembayaran penjualan tanah seluas 103 M².

“Saya hanya minta sisa dari tanah yang saya jual luas 103 M² namun ternyata tanah seluas 103 M² itu sudah digadaikan di Bank, memang saya akui saya sudah terima uang sebesar Rp. 315 juta.” terangnya.

Sementara itu, Tri Nurdiyanto Heru Susanto selalu notaris saat dihubungi, Abdul Kodir (4/3/20) mengatakan bahwa jual beli tanah antara AKJ dan nenek Arpah secara hukum sah.

“Karena penjual pembeli maupun saksi saksi saling berhadapan langsung di hadapan notaris.” ucapnya.

Menyoal kasus tersebut, Panardan, SH selaku tim kuasa Hukum tergugat dengan tegas mengatakan, “Kami punya data data akurat yang nanti akan kami beberkan di persidangan, seperti dua kwitansi pembayaran atas tanah seluas 299M² Sertipikat No. 100907202108198 dengan harga Rp 315 juta dan itu melalui Notaris.

“Adapun kelaen saya ditahan, itu karna pelapor hanya membawa bukti data sepotong potong, karnanya kami akan mengajukan permohonan tahanan luar kepada Ketua Majelis Hakim, tunggu saja nanti.” Tegasnya.[Dimas Moer]

Comment

Rekomendasi Berita