by

Pasien Dari Kepulauan Nias Melawan Penyakit Yang Dia Derita Bersama JKN-KIS, Begini Ceritanya

RADARINDONESIANEWS.COM, NIAS – “Seperti air mengalir ditengah gurun pasir, yang memuaskan dahaga setiap orang yang melaluinya. Begitu juga darah di tubuh manusia, yang terus mengalir memberikan kehidupan baginya,” ungkapan pasien Hemodialisis bernama Adaria Zendrato (58) yang mendapatkan pelayanan di RSUD Gunungsitoli.

Menurut Adaria Zendrato dirinya berjuang melawan penyakitnya bersama JKN-KIS.

“Saya sudah mendapatkan pelayanan kesehatan Hemodialisis sejak tahun 2016. Awalnya saya didiagnosa mengidap penyakit Diabetes Melitus tepat diawal tahun 2011, namun seiring bertambahnya usia, penyakit yang saya alami mengalami komplikasi hingga akhirnya dokter mengaharuskan saya untuk melakukan tindakan cuci darah,” tuturnya.

Adaria menyampaikan, sejak dirinya menjalani pelayanan Hemodialisis di RSUD Gunungsitoli dengan JKN-KIS, Adaria berserta keluarga sangat terbantu. Bagaimana tidak, Adaria mendapatkan pelayanan cuci darah sebanyak 2 kali dalam 1 minggu dan semua pelayanan cuci darah tersebut telah ditanggung oleh JKN-KIS berkat gotong royong peserta.

“Lebih dari 4 tahun saya mendapatkan pelayanan cuci darah dengan menggunakan BPJS. Jika dihitung secara manual, saya telah mendapatkan pelayanan cuci darah sebanyak 416 kali, yaitu dari kurun waktu 2016 sampai dengan 2019. Untuk satu minggu, saya mendapatkan pelayanan cuci darah sebanyak 2 kali. Angka ini tentunya sangat besar jika dikalikan dengan biaya cuci darah, yang rata-rata pelayanannya membutuhkan satu juta rupiah setiap terapinya. Bahkan hitungan manual yang saya sampaikan ini, belum termasuk biaya lainnya jika terdapat komplikasi yang membutuhkan obat dan perawatanan di rumah sakit,” jelasnya.

Adaria merupakan seorang pegawai negeri aktif dan suaminya adalah seorang pensiunan pegawai negeri sipil.

“Sekalipun kami memiliki penghasilan bulanan, bukan berarti kami tidak membutuhkan JKN-KIS, kami sangat terbantu karenanya. Jika semua biaya kesehatan yang saya dapatkan harus di bayar secara mandiri, tidak tahu berapa banyak uang yang akan kami habiskan. Bagi saya, apapun pekerjaan mu saat ini, dan sebanyak apapun penghasilanmu, JKN-KIS mutlak dibutuhkan oleh semua orang. Menjadi peserta JKN-KIS, adalah salah satu keputusan yang paling bijaksana yang pernah keluarga kami ambil. Kita tidak tahu kapan sakit menghampiri kita, dan kita tidak tau pengeluaran materi apa yang akan terjadi di hari esok, maka menjadi peserta JKN-KIS adalah kebutuhan,” ungkapnya.

Diakhir wawancara, Adaria menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada seluruh peserta JKN-KIS.

“Jika sampai saat ini saya mampu bertahan dan berjuang melawan penyakit, semua ini berkat dukungan keluarga dan seluruh peserta JKN-KIS. Terima kasih peserta JKN-KIS, bagi saya bantuan yang diberikan seperti air yang mengalir dipenghujung kemarau, yang melepaskan dahaga dan kerinduan akan kehidupan,” tutupnya.

Reporter : Albert

Comment

Rekomendasi Berita