by

Resensi Buku: Tak Pernah Lelah Merengkuh Lillah, Karya Nurul Hidayati

-Resensi-210 views

Judul Buku : Tak Pernah Lelah Merengkuh Lillah
Penulis : Nurul Hidayati
Penerbit : Jwriting Soul Publishing
Jumlah halaman : xi + 152 halaman
Tahun terbit : 2019
ISBN : 978-602-489-229-6

Perjuangan seorang pasien gagal ginjal selama delapan tahun, telah diceritakan secara apik dalam buku yang berjudul “Tak Pernah Lelah Merengkuh Lillah”.

Buku karya penulis Nurul Hidayti ini, menggambarkan secara utuh, bagaimana perjuangan luar biasa, yang dialami oleh seorang pasien hemodialisa (cuci darah) di sebuah Rumah Sakit di kota Yogyakarta.

Buku yang ditulis berdasar pengalaman nyata penulisnya (based on true story) ini, berisi tentang liku-liku perjuangan penulis, dalam melawan sakit diabetes mellitus, yang akhirnya mengantarkannya kepada tahap cuci darah (hemodialisa).

Buku bersampul biru ini, mengisahkan perjalanan penulis, mulai dari sejak awal sakitt, hingga harus mengalami berbagai komplikasi yang dihadapi, akibat sakit diabetnya.

Komplikasi yang dialami penulis antara lain : kehamilan yang bermasalah, bayi yang lahir dengan status BBLR (Berat Badan Bayi Lahir Rendah), hingga komplikasi pada retina (retinopati diabetik/RD/kehilangan penglihatan akibat retina yang rusak karena diabet) dan gagal ginjal kronik.

Dengan alur bercerita maju-mundur, novel ini memang terkesan bercerita secara tidak runut. Akan tetapi, jika disimak lebih teliti, maka alur maju-mundur ini justru mengasyikkan untuk diikuti.

Hal ini terbukti dengan antusiasme para pembaca, mengoleksi buku ini, hingga akhirnya dalam waktu dua minggu telah terjual kurang lebih tiga ratus eksemplar buku. Sebuah angka penjualan yang terkategori cukup fantastis !

Buku yang terdiri atas 152 halaman ini (termasuk halaman tentang penulis), sangat layak untuk dijadikan referensi bagi para pasien, khususnya pasien yang menyandang status diabetesi, maupun pasien hemodialisa itu sendiri.

Bukan hanya berisi tentang berbagai komplikasi penyakit dibaet, buku ini juga memotivasi pembaca, agar senantiasa memiliki sikap positif dan optimis dalam menghadapi berbagai ujian sakit.

Yang lebih menarik adalah, di dalam buku ini disampaikan pula berbagai hikmah dibalik musibah sakit yang diderita oleh penulis.

Hikmah-hikmah yang dialami oleh penulis selama delapan tahun melawan sakit, ternyata diraih setelah penulis berhasil melewati tahun-tahun yang berat. Hikmah-hikmah tersebut antara lain adalah mudah terkabulnya doa.

Betapa sang penulis merasakan, berdasarkan pengalaman pribadi, maupun teman-teman sesama pasien HD, bahwa sejak sakit ini doa mereka sangat mudah terkabul. Bahkan saat doa itu baru terbersit di dalam hati saja. Subhanallah !

Hal menarik lainnya, buku ini ditulis dengan bahasa yang sederhana, mudah dicerna, serta dibumbui beberapa penggambaran sosok/tokoh dokter yang nyentrik, maupun tokoh Asisten Rumah Tangga, yang sedikit banyak mampu mengundang senyum para pembaca

Memang luar biasa. Membaca buku ini, seolah-olah pembaca dibawa menyusuri lorong-lorong waktu di masa lalu, yang telah dilewati oleh penulis selama delapan tahun.

Delapan tahun yang penuh dengan keterpurukan, sehingga menguras banyak energi, waktu, biaya, dan air mata.

Delapan tahun yang telah berhasil dilalui oleh penulis, hingga akhirnya penulis mampu bangkit dari keterpurukan dan meniti jalan menuju kesuksesan sebagai seorang penulis.

Pastikan Anda menjadi pembaca buku ini berikutnya!

Comment