by

Tuding Gelapkan Fee Order Fiktif Dan Seret Lala Ke Meja Hijau, PT BNB Sama Saja Menepuk Air Di Dulang Terpercik Muka Sendiri

-Hukum-81 views

RADARINDONESIANEWS.COM, CIBINONG – Terkait laporan polisi dengan nomor LP/B462/IX/IBR/RES tertanggal 6 September 2019 pasal 378 Dan 372 KUHAP atas nama pelapor Rizal, dan perkara No: PDM-17/BGR/01/2020 pasal 374, tentang kejahatan dalam jabatan, Pengadilan Negeri (PN) Cibinong gelar sidang perdana, Rabu (5/2/2020).

Pada sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ahmad Adi Sugiarto, S.H, M.H, mendakwa Lala, 32 tahun, salah satu marketing di perusahaan PT BNB dengan tuduhan menggelapkan fee senilai Rp271.560.000.-

Lala dalam dakwaan itu dituduh membuat order fiktif dari tahun 2014 hingga 2018 dengan ancaman pidana dan menyeretnya ke meja hijau untuk duduk di kursi persakitan.

Pada sidang perdana hanya diliput awak media yang telah mendapat izin humas PN Cibinong tersebut, usai sidang- Tina, selaku kakak tertua terdakwa menuturkan kesesihannya.

“Kami sekeluarga merasa sedih melihat adik saya di sidang, duduk di kursi persakitan itu, padahal saya yakin adik saya tidak bersalah, karena adik saya tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan kepadanya,” Ucapnya.

Tina menambahkan, adiknya sudah setahun lebih keluar dari perusahaan tersebut.

“Adik saya sudah setahun lebih keluar dari PT. BNB itu dan menerima paklering tanda dia mengundurkan diri tanpa cacat, kami punya bukti cukup dan itu sudah saya serahkan kepada Pengacara kami selaku Kuasa Hukum Lala, untuk selebihnya silakan tanya Pengacara kami,” kata Tina di hadapan sejumlah awak media.

Pihak Tina akan tuntut balik BNB yang sudah menuduh adiknya sebagai tersangka itu. Tina mengibaratkan ini seperti Menepuk Air Di Dulang Terpercik Muka Sendiri.

Terkait kasus ini, Toisutta, S.H, Kuasa Hukum Terdakwa menilai bahwa dakwaan JPU tersebut kabur. Pasal 374 menurut kuasa hukum Lala, adalah kejahatan dalam jabatan.

“Kalau Lala dikatakan melakukan kejahatan dalam jabatan, minimal barang itu ada dalam kekuasaaan dia (Lala) ini mana barangnya? Kalau yang menjadi persoalan adalah fee, fee itu apa pengertiannya?” ujarnya.

Toisutta, S.H menambahkan, kliennya bekerja sejak 2013 lalu dan mengapa perusahaan baru mempersoalkan sekarang ini.

“Dari 2013 Lala bekerja di perusahaan itu, kenapa baru sekarang perusahaan mempersoalkan itu, harus ada audit dalam perusahaan itu, dan yang mengaudit itu harus akuntan publik, tidak bisa akuntan internal perusahaan. Karenanya hal tersebut akan kami patahkan di sidang eksepsi nanti,” Terangnya.

Rizal, pelapor, yang pada waktu itu sama-sama marketing di perusahaan BNB, melaui selularnya mengatakan bahwa Pelapor memang dirinya tapi ada surat kuasa dari perusahaan.

“Pelapornya memang saya, tapi ada Surat Kuasa dari perusahaan. Kalau mau konfirmasi lebih lanjut silakan ke Kantor kapan saja, sekarang saya sedang berada di batam.” Imbuh Rizal. (Moer)

Comment

Rekomendasi Berita