by

Vivi Sofiah, S.Pd: Incest, Akibat Sistem Rusak Lahirkan Perilaku Rusak

-Opini-226 views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Lagi-lagi kasus perzinahan sedarah (incest) menggegerkan jagat pemberitaan. Diberitakan bahwa seorang siswi SMA di Padang, Sumatra Barat nekad membuang bayi yang baru dilahirkan di selokan tetangganya. Lantas jasad bayi tersebut ditemukan oleh warga sekitar beberapa hari kemudian dalam keaadan sudah mulai membusuk.

Setelah diselidiki, ternyata siswi SMA tersebut nekad membuang bayinya karna takut perbuatan asusilanya diketahui. Lebih parahnya lagi, ternyata yang menghamilinya adalah adik kandungnya sendiri yang baru berusia 13 tahun dan masih duduk di bangku kelas 6 SD.

Bagaimana ini bisa terjadi? Saat Polisi meminta keterangan pada Ibunya, ternyata sehari-hari mereka sangat kurang perhatian.

Ibunya seorang janda ditinggal cerai suaminya, harus menjadi tulang punggung untuk keempat anaknya. Setiap hari pergi subuh dan pulang sore untuk bekerja di ladang. Tidak punya waktu untuk mengurus kebutuhan anak atau memperhatikan mereka. Inilah yang kemudia disesalkan oleh sang Ibu.

Lagi-lagi, keterpurukan ekonomi menjadi faktor utama rusaknya moralitas generasi bangsa. Ibu yang seharusnya menjadi Ummu wa robbatul bayt, ibu dan pengurus rumah tangga, terpaksa harus berubah peran menjadi tulang punggung karna tidak adanya peran suami sebagai pencari nafkah. Inilah buah sistem sekularisme yang diterapkan menggantikan sistem Islam yang agung.

Sekularisme membuat ummat Islam sendiri asing dan tak paham akan syari’at Islam. Dalam Islam, kewajiban nafkah anak-anak yang orangtuanya bercerai, tetap ada pada Ayah. Sehingga ibu masih tetap bisa menjalankan fungsi sebagai pendidik utama di rumah.

Tapi, sekularisme yang sudah menacap kuat pada diri ummat saat ini membuat banyak di antara kita tak paham hak dan kewajiban. Bahkan menganggapnya sepele, dan lebih mementingkan kesenangan dunia, mengejar materi dan mengukur kebahagiaan dengan materi.

Keadaan ini, diperparah dengan kondisi negri di mana para penguasa tidak peduli dan tidak berpihak pada rakyat.

Kebijakan-kebijakan yang dibuat lebih menguntungakan golongam tertentu dan mengabaikan kesejahteraan rakyat.

Sehingga rakyat harus berpikir sendiri untuk menghidupi diri dan keluarganya. Terkadang kerja keras sekalipun tak ada artinya karna kebijakan pemerintah yang tidak memihak rakyat.

Jadilah masyarakat yang apatis, sibuk memikirkan perut, lantas menterlantarkan peran lainnya yang wajib hukumnya dimata Allah. Orang tua sibuk mencari nafkah, lupa bahwa ia juga berkewajiban mendidik anak, mendidik diri sendiri, dan masyarakat.

Inilah jika aturan Islam tidak diterapkan. Kerusakan demi kerusakan terjadi dan akar masalahnya hanya satu: yakni diterapkannya sistem kufur dan ditinggalkannya aturan Islam.

Maka sudah saatnya kita mencampakkan sistem kufur dan kembali pada Islam Kaaffah sebagai satu-satunya solusi untuk seluruh permasalahan hidup umat manusia. Wallahu’alam bisshowaab.[]

Comment

Rekomendasi Berita