by

Alfiyah Kharomah., STr. Battra*: Daerah Zona Kuning Tetap Waspada

-Opini-142 views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – 32 Warga di Klaten ODP Virus Corona, Mayoritas diantara mereka adalah Jemaah yang baru pulang Umrah. Setelah menyatakan 12 warga Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (Jateng) negatif virus Corona. Petugas Dinas Kesehatan masih fokus memantau 32 warga lainnya.

Demikian disampaikan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Klaten, Anggit Budiarto usai Rakor bersama Bupati Klaten.

Level pemntauan itu ciri-cirinya panas sampai 38 derajat celcius, batuk, pilek, sesak. Hal itu ditambah riwayat pergi dari negara yang ditemukan kasus virus corona (jateng.suara.com/ 17/03/2020).

Klaten diapit oleh dua kota yang statusnya adalah zona merah. Yaitu, Yogjakarta dan Solo. Dalam Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanggulangan Covid 19 lanjutan, Bupati menyampaikan bahwa klaten masuk zona kuning, yaitu, zona hati-hati. (yalpk.or.id/ 21/03/2020).

Belajar dari perkembangan penyakit covid 19 di nusantara bahwa Jakarta dan Surabaya sempat dikabarkan zona kuning, sebelum menjadi zona merah covid-19, bahkan Jakarta saat ini menjadi epicenter wabah virus corona. Maka, bagi daerah yang masih berstatus zona kuning, sekiranya untuk tetap waspada. Meski masih bisa beraktifitas seperti biasanya, dan tetap dihimbau untuk tidak keluar rumah.

Tetaplah bertindak seolah-olah “kita terkena virus corona.” Dengan pemahaman demikian, akan muncul perasaan takut menularkan pada orang lain.

Menanggapi pandemik (wabah dunia) yang memiliki case fatality rate (tingkat kematian) di Indonesia mencapai 9,3 %, maka masyarakat membutuhkan sistem kerja pelayanan yang komprehensif pada seluruh tingkatan.

Di mana prioritas utama adalah keselamatan bagi seluruh masyarakat.
Sebagai umat Muslim yang akan dimintai pertanggung jawaban kelak di akhirat, memiliki tanggung jawab untuk membantu mencegah terjadinya penyebaran penyakit ini.

Seluruh jajaran harus fokus mengeluarkan segala usaha untuk menyelesaikan segera wabah ini. Masyarakat harus serius menanggap saran dari para ahli yang bertujuan untuk menghentikan penyebaran penyakit, bertindak kooperatif, jangan sampai pandemi ini memasuki setiap rumah. Karena hal ini telah dilarang oleh Allah SWT.

Sehingga apabila daerah kita ada tanda-tanda sebagai zona kuning, maka lakukanlah ini sebisa mungkin dirumah.
Patuhilah pedoman Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Sudah banyak dibahas di kanal berita offline maupun online bahkan media sosial, bagaimana cara cuci tangan yang baik dan benar, bagaimana membersihkan bneda-benda, tidak menyentuh wajah, mulut dan mata tanpa cuci tangan.

Kemudian menggunakan masker ketika sakit dan sebagainya. Melakukan pola hidup dan lingkungan sehat. Patuhilah itu, sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW:
“Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, Maha Bersih dan mencintai kebersihan. Maha Mulia dan mencintai kemuliaan. Karena itu bersihkanlah rumah dan halaman kalian dan janganlah kalian menyerupai orang-orang Yahudi” (HR. At Tirmidzi dan Abu Ya’la).

Dan hadis ini:
“Jauhilah tiga hal yang dilaknat, yaitu buang air dan kotoran di sumber/ saluran air, di pinggir atau ditengah jalan dan di tempat berteduh” (HR. Abu Dawud).

Tetaplah berada di rumah
Tetaplah tinggal di rumah sebisa mungkin, terutama bagi orang yang rentan terhadap covid-19, yaitu anak-anak, orang tua dan orang-orang yang memiliki masalah kesehatan. Apabila memang harus pergi, sebelum pulang ke rumah, harus segera melakukan cuci tangan dengan baik, segera mencuci pakaian dan mandi.

Agar orang yang berada di rumah tak terinfeksi virus yang kemungkinan terbawa saat keluar rumah. Seperti Hadis Rasulullah:

“Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh mendatangkan bahaya pada orang lain.”

Lakukan Social Distancing
Menjauhi perkumpulan sebisa mungkin, menunda seluruh agenda yang daat ditunda. Apabila belum mampu, maka saat keluar rumah lakukan Social Distancing.

Social distancing merupakan salah satu langkah pencegahan dan pengendalian infeksi virus Corona dengan menganjurkan orang sehat untuk membatasi kunjungan ke tempat ramai dan kontak langsung dengan orang lain.

Menahan diri untuk tidak kontak langsung seperti tidak bersalaman dan mencium.

Ketika menerapkan social distancing, seseorang tidak diperkenankan untuk berjabat tangan serta menjaga jarak setidaknya 1 meter saat berinteraksi dengan orang lain, terutama dengan orang yang sedang sakit atau berisiko tinggi menderita COVID-19.

Rasulullah Bersabda:
“Jangan menempatkan orang sakit bersama orang sehat.”
Apabila merasa sakit, isolasi diri sendiri
Mereka yang mengidap penyakit ataupun memiliki gejala (ODP, PDP, Suspect dan Positif) haruslah dikarantina. Taatilah prosedur-prosedur yang telah ditetapkan oleh petugas yang telah ditunjuk. Jangan mengulangi kesalahan kasus di PDP di kota Solo, ketika dinyatakan Suspect sempat membantu rewang hajatan. Biar tidak ambyar.

Menahan diri untuk bepergian baik keluar kota maupun keluar negeri
Ini harus dilakukan, terkait urgensitas pencegahan penyebaran wabah. Rasulullah telah memperingatkan kita terkait hal ini.

“Jika kalian mendengar terrdapat wabah di suatu wilayah maka janganlah kalian memasukinya, jika kalian berada di wilayah wabah, maka janganlah kalian keluar meninggalkannya.”

Ke lima hal itu yang harus kita pegang di tengah massifnya penularan virus corona ini. Apalagi di tengah keengganan pemerintah melakukan lockdown.

Di pusaran kengerian dalam kebutuhan pelayanan kesehatan yang carut marut. Maka, tameng kita adalah diri sendiri, maka pahamkanlah keluarga dan lingkungan kita. Jangan kasih kendor.

*Penulis adalah Praktisi Kesehatan, Founder Griya Sehat Alfa Syifa, Anggota Help-S (Health Profesional for Sharia)

Comment

Rekomendasi Berita