by

Djumriah Lina Johan*: Partai Masyumi Reborn, Upaya Bangkitkan Umat Islam?

-Opini-54 views

RADARINDONDESIANEWS.COM, JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menghormati dengan adanya rencana beberapa orang yang ingin mendirikan kembali Partai Masyumi reborn atau lahir kembali.

Menurut Sekjen DPP PPP, Arsul Sani, hal itu merupakan hak politik setiap warga negara Indonesia untuk membuat perkumpulan termasuk dalam hal ini partai politik.

“Kan begini, saya ingin melihatnya dalam konteks hak politik warga negara. Konstitusi kita itu kan memang menjamin kebebasan untuk mendirikan partai politik. Itu kami hormati saja,” kata Asrul Sani dalam acara peringatan Haflah Rajabiyah dan Isra Mi’raj 1441 H, Kamis malam, 12 Maret 2020 di kantor DPP PPP, Menteng Jakarta Pusat.

Arsul menjelaskan bahwa mendirikan politik baru bukan hal yang mudah untuk kemudian bisa membawa partai itu menuju pemilu dan kemudian  bisa duduk di Dewan Perwakilan Rakyat.

Untuk bisa mengikuti pemilu saja harus melalui proses verifikasi yang cukup berat. Kedua, untuk bisa duduk DPR juga harus melewati ambang batas parlemen.

“Nah di satu sisi itu merupakan hak warga negara di sisi lain dalam konteks perjuangan politik umat Islam bisa jadi merugikan. Kenapa? Karena partai politiknya yang baru itu tidak memenuhi ambang batas, mengambil segmen dari partai yang ada, sehingga partai yang ada justru makin kecil,” katanya.

Lanjut Arsul, hal ini perlu menjadi pemikiran bersama yakni apakah langkah mendirikan partai Islam baru itu strategis atau tidak dalam konteks perjuangan umat Islam secara keseluruhan.

Sedangkan Ketua Harian Majelis Syari’ah DPP PPP, KH. Syukron Ma’mun mengatakan bahwa akan munculnya Partai Masyumi reborn itu merupakan hak dari warga negara Indonesia.

“Jadi kita tidak bisa membatasi menghalang halangi berkumpulnnya untuk mengadakan parpol. Itu konsekuensi demokrasi,” kata Syukron Ma’mun di acara yang sama.

Kendati begitu, ia tetap menyarankan agar partai Islam yang ada ini lebih mengutamakan berkoalisi dan bersatu di parlemen agar kekuatan partai Islam semakin besar.

“Nanti di DPR untuk mengerucut jadi satu. Jadi, berkoalisinya bersama sama partai berbasis Islam,” ujarnya.

Sebelum itu, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengusulkan pembentukan partai politik Islam. Ia mengatakan, Masyumi reborn atau kelahiran kembali partai Islam seperti Masyumi masa dahulu, perlu dipertimbangkan kembali saat ini.

Menurut mantan Ketum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu menilai kondisi umat Islam saat ini bisa melahirkan dampak negatif dan positif pada segala bidang. Din menyoroti umat Islam dalam politik apakah itu oleh partai yang berlatar Islam atau tidak memang ada kesenjangan. Antara lain kesenjangan demografis dan perolehan partai politik secara elektoral.

“Dalam suasana demikian, maka agenda politik umat Islam perlu mengambil beberapa opsi pendekatan. Pertama, mendorong adanya partai politik Islam tunggal yang secara formal berfungsi sebagai kendaraan politik tokoh-tokoh umat Islam dan sarana artikulasi aspirasi politik umat Islam,” kata Din Syamsuddin. (Viva.co.id, Jumat, 13/3/2020).

Upaya membangkitkan perjuangan umat Islam dengan membentuk parpol Islam patut diacungi jempol. Ini menandai adanya ketidakpuasan pada pemerintah saat ini, parpol Islam yang ada sekarang, serta mengerucut pada kesepakatan akan sebuah perubahan membutuhkan wadah, yakni parpol Islam.

Namun, patut untuk dikritisi pula tujuan menghidupkan kembali partai Masyumi. Apakah benar demi memperjuangkan kebangkitan umat Islam? Atau demi meraih kekuatan dan kekuasaan sebagaimana parpol Islam sekarang?
Jika hanya demi meraih kekuasaan seperti parpol Islam sekarang.

Untuk apa membuat partai baru? Toh, hasil akhirnya akan tetap sama. Karena syarat utama mendirikan parpol adalah menjadikan pancasila sebagai landasan bukan Islam.

Maka, bisa dipastikan parpol reborn akan memiliki cita rasa sama dengan parpol sekarang hanya berbeda nama.
Ujung-ujungnya pula jika ingin berkuasa, parpol Islam akan berkoalisi demi mendulang kekuatan.

Maka, bisa dijamin parpol Islam akan berbaur dengan parpol sekuler lainnya. Maka pertanyaannya, akankah parpol Islam reborn akan mampu membangkitkan umat Islam jika menempuh jalan yang sama dengan parpol yang ada sekarang? Tentu tidak.

Oleh karena itu, jika memang partai Masyumi reborn bertujuan untuk berjuang membangkitkan umat Islam, dibutuhkan langkah yang benar-benar berbeda dengan parpol Islam yang ada sekarang.

Pertama, dengan mengkaji di mana letak kesalahan parpol Islam sekarang. Sehingga tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Kedua, membuat parpol Islam yang sahih sesuai tuntunan Nabi saw demi tercapainya kebangkitan umat.

Jika kita mengkaji parpol Islam yang ada sekarang akan didapati empat faktor penyebab kegagalan:

Pertama, parpol Islam saat ini berdiri di atas fikrah (pemikiran) yang masih umum tanpa batasan yang jelas, sehingga muncul kekaburan dan pembiasan. Lebih dari itu, fikrah tersebut tidak cemerlang, tidak jernih, dan tidak murni.

Kedua, parpol Islam tidak mengetahui thariqah (metode) bagi penerapan fikrahnya. Bahkan pemikirannya diterapkan dengan cara-cara yang menunjukkan ketidaksiapan parpol tersebut dan penuh dengan kesimpangsiuran.

Lebih dari itu, metode parpol tersebut telah diliputi kekaburan dan ketidakjelasan.

Ketiga, parpol tersebut bertumpu kepada orang-orang yang belum sepenuhnya mempunyai kesadaran yang benar.

Mereka pun belum mempunyai niat yang benar. Bahkan mereka hanyalah orang-orang yang berbekal keinginan dan semangat belaka.

Keempat, orang-orang yang menjalankan tugas parpol Islam tersebut tidak mempunyai ikatan yang benar. Ikatan yang ada hanya struktur organisasi itu sendiri, disertai dengan sejumlah deskripsi mengenai tugas-tugas organisasi dan sejumlah slogan-slogan organisasi.

Dengan demikian, agar parpol Islam mampu berjuang membangkitkan umat Islam butuh berbenah secara revolusioner.

Yakni, sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw.

Pertama, menjadikan Islam sebagai landasan berdirinya parpol. Sebab, hanya dengan berasaskan Islam, kebangkitan umat bisa diraih.

Kedua, internalisasi Islam pada diri kader parpol. Ketika Islam sudah masuk ke relung jiwa seseorang, maka ia akan bergerak untuk mendakwahkannya. Inilah metode parpol Islam yang sahih.
Ketiga, kader dakwah merupakan orang yang memiliki kesadaran, peka, memiliki pemikiran yang dalam, orang yang ikhlas, serta tangguh menghadapi tantangan, ujian, dan cobaan dalam dakwah.

Keempat, ikatan yang mengikat kader parpol Islam adalah akidah Islam. Bukan materi maupun manfaat duniawi lainnya.

Terakhir, ketika keempat hal tersebut sudah diterapkan. Maka pertanyaannya, akan dibawa kemana arah perjuangan parpol ini?

Sebab, sejatinya kebangkitan umat Islam yang hakiki hanya bisa dengan penerapan Islam secara kaffah dalam naungan Khilafah Islam. Wallahu a’lam bish shawab.[]

*Praktisi Pendidikan

 

Comment

Rekomendasi Berita