by

Gresik Zona Merah COVID-19, Tokoh Agama dan Forkopimda Gresik Nyatakan Maklumat Bersama

RADARINDONESIAMEWS.COM, GRESIK – Ruang Rapat Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik Lantai I Telah disepakati Maklumat Bersama Pimpinan Organisasi Masyarakat Islam di Kabupaten Gresik, yang di hadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Gresik.

Demi Keselamatan semua pihak kita bersama dari penyebaran COVID-19 dimana Gresik di nyatakan sebagai Zona Merah, maka segenap Tokoh Agama Baik MUI, Muhammadiyah, LDII, FKUB, FPK, dan DMI, serta Forkopimda Kabupaten Gresik Bersepakat.

Dan Maklumat yang ditetapkan hari ini, Senin (30/3/2020) dibacakan oleh Ketua MUI Kabupaten Gresik KH Mansoer Shodiq, telah disepakati dan ditandatangani oleh seluruh perwakilan tokoh agama dan pejabat forkopimda.

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto menyampaikan, bahwa seluruh organisasi keagamaan tersebut sudah mendukung upaya Pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Mengingat gresik sudah berstatus zona merah.

“Kami minta masukan dan menyamakan persepsi antara Pemerintah, Forkopimda, DPRD dan para ketua organisasi keagamaan demi mencegah penyebaran virus corona,” tegas Sambari.

Terkait kemungkinan diberlakukan karantina wilayah, pihaknya mengaku akan melaksanakan semua kebijakan pemerintah pusat. “Kami tegak lurus melaksanakan pemerintah pusat,” tegasnya.

Menurutnya, tim gugus tugas dinilai tidak akan berjalan efektif jika tanpa bantuan dari para tokoh organisasi keagamaan dan seluruh masyarakat Kabupaten Gresik. “Kami juga sudah koordinasi dengan seluruh kepala desa terkait warga yang pulang dari luar kota,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo didampingi Komadan Kodim 0817/Gresik Letkol Inf Budi Handoko menyatakan, semua masyarakat harus memahami dan patuh terhadap maklumat yang telah dikeluarkan hari ini.

Tujuannya, agar masyarakat tidak terkena dampak wabah sehingga terinfeksi virus Covid-19 yang sudah menjadi pandemi itu. Pihaknya langsung menindaklanjuti maklumat tersebut dengan melibatkan unsur tiga pilar.

Yakni Camat, Kapolsek, dan Danramil. Kemudian ditindaklanjuti ke Kades, Bhabinkamtibmas, Babinsa untuk disosialisasikan ke seluruh lapisan masyarakat. “Jika ada yang melanggar tentu ada konsekuensi hukumnya,” tegasnya.

Maklumat itu ditandatangani bersama antara Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik, M Mansur Shodiq; Ketua PCNU Gresik, M Khusnan Ali; Ketua PD Muhammadiyah Gresik, Taifiqulloh Ahmady; Ketua LDII Gresik, Abdul Muis; Ketua FKUB Gresik, Afif Ma’sum; Ketua DMI Gresik Zainal Abidin, Ketua FPK Much Toha; Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo; Dandim Gresik, Letkol Inf. Budi Handoko.

Dengan dikeluarkannya maklumat bersama itu dan ditandatangani oleh Forkopimda serta ketua organisasi keagamaan dari DMI (Dewan Masjid Indonesia), FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) MUI (Majelis Ulama Indonesia), PCNU, LDII, dan Muhammadiyah.

Berikut isi maklumat yang telah disepakati.
1. Mulai Jum’at, 3 April 2020 sholat Jum’at diganti dengan Sholat Dhuhur di rumah/tempat kita masing-masing.

2. Sholat Maktubah secara berjamaah baik di Masjid maupun musholla sementara diganti pelaksanaannya dengan sholat di rumah masing-masing.

3. Berbagai kegiatan baik yang bersifat keagamaan (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu) dan kegiatan lain yang menimbulkan kerumunan massa untuk sementara ditunda.

4. Berkaitan dengan pelanggaran terhadap tiga poin diatas, akan berkonsekuensi hukum dengan peraturan yang berlaku. [Risye/rajawalisiber]

Comment

Rekomendasi Berita