by

Ummu Ayash Al Zahra*: Kecantikan Tubuh Bukan Untuk Komoditas

-Opini-103 views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Siapakah yang tak berdecak kagum terhadap keindahan perempuan yang tercipta dari rusuk lelaki demi melengkapi kehidupan?

Allah telah mencipta seorang perempuan dengan sebuah arsitektur dan anatomi yang mahasempurna. Kesempurnaan anatomi  itu sudah selayaknya dijaga dan dibalut dengan pakaian takwa.

Dalam kehidupan millenial kekinian dengan mudah kita jumpai kaum perempuan menutup aurat namun tidak sedikit pula yang dengan senang hati dan percaya diri memperlihatkan kemolekan tubuh mereka mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Kehidupan sekuler dan  liberal telah memanjakan kaum perempuan. Demi eksistensi, dalih seni dan keindahan -mereka berani mempertontonkan kemolekan dan liuk tubuh melalui media baik cetak, elektronik maupun media sosial.

Atas nama hak asasi juga kesetaraan gender mereka mencoba mengeksploitasi kecantikan lewat berbagai upaya, seperti kontes ratu sejagad ataupun kontes yang sejenis.

Kapitalisme membuka jalan dan celah yang lebar bagi perempuan mengekspresikan bayang bayang semu sebuah harapan. Menurut mereka kecantikan wanita patut diberi apresiasi. Sebuah framing dan propaganda jahat yang dibuat oleh media sekular dan diamini kaum feminis.

Bujuk rayu ketenaran melalui propaganda yang mereka ciptakan berhasil mengobsesi kaum hawa sehingga dengan mudah tergoda  untuk mengumbar kecantikan tubuh itu seirama dengan aktivitas pornoaksi dan pornografi tanpa disadari.

Dengan  begitu, marwah kaum psrempuan sesungguhnya direndahkan oleh sistem kapitalisme. Tubuh mereka dijadikan komoditas publik untuk mengeruk keuntungan semata. Tiada lagi kemuliaan diri, yang ada di benak hanyalah mengisi pundi-pundi kekayaan materi.

Sesungguhnya Islam hadir untuk memuliakan kaum perempuan, khusunya para muslimah.

Di antara sabdanya:

اِسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita.” (HR Muslim: 3729)

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang paling baik terhadap istriku.” (HR Tirmidzi, dinyatakan shahih oleh Al Albani dalam “ash-shahihah”: 285)

Lalu, harus bagaimana perempuan saat ini bersikap? Kembali lurus menjalankan syariat Allah SWT untuk menjaga dan menutup aurat demi kebaikan diri.

Allâh Azza wa Jalla memerintahkan istri-istri nabi dan wanita beriman untuk menutup aurat mereka sebagaimana firman-Nya di dalam surat Al Ahzab ayat 59 dan surat An Nuur ayat 31 tentang kain penutup (khimar).

Aisyah ra telah menceritakan bahwa Asma binti Abu Bakar masuk ke ruangan wanita dengan berpakaian tipis, maka Rasulullah saw pun berpaling seraya berkata, “Wahai Asma’ sesungguhnya perempuan itu jika telah baligh tidak pantas menampakkan tubuhnya kecuali ini dan ini, sambil menunjuk telapak tangan dan wajahnya.” (HR Muslim).

Tujuan menutup aurat selain untuk mudah dikenal juga untuk melindungi wanita dari gangguan niat buruk lawan jenis ataupun setan.

Syariat Islam pasti mengandung maslahat di dalamnya. Namun demikian, taatnya seorang muslimah terhadap aturan Allah bukan karena ada manfaat atau menghindari mudarat, namun utamanya adalah mencari keridaan Allah subhanahu wa ta’ala bukan yang lain.

Tubuh kita diperkenankan ada hanya untuk beribadah kepada Allah SWT, bukan dijadikan komoditas publik yang bermuara jatuhnya martabat dan kemuliaan kaum perempuan.Wallahu’alam bishowwab.[]

 

*Praktisi pendidikan

Comment

Rekomendasi Berita