by

Sania Nabila*: Sambut Ramadhan Dengan Suka Cita.

-Opini-28 views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Tak lama lagi tamu agung akan segera tiba. Seluruh umat Islam pasti akan menyambutnya dengan suka cita. Namun tahun ini umat Islam akan menyambutnya dengan kondisi yang memilukan. Mengapa? Karena kaum muslim di seluruh dunia dalam keadaan menghadapi wabah tha’un (Corona).

Selain menghadapi wabah corona yang belum usai ditambah dengan dampak perekonomian yang semakin sulit di tengah pemberlakuan PSBB, maka semakin bertambah lengkap penderitaan masyarakat.

Dalam menghadapi ujian hidup ini kesulitan dalam hidup ini akan segera berakhir dengan ijin Allah. Allah masih menguji umat Islam saat ini sebagaimana umat Islam dahulu pada masa para Nabi dan Rasul, dengan memberikan ujian terhadap mereka.

Sebagaimana firman Allah

اَحَسِبَ النَّسَ اَنْ يُتْرَكُوْا اَنْ يَقُلُوْا أَمَنَّاوهُمْ لاَيُفْتَنُوْنَ(٢) وَلَقَدْ فَتَنَّاالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللهُ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَذِبِيْنَ(٣) .

_”Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan,”Kami beriman,”dan mereka tidak diuji?. Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.(TQS: Al-ankabut 2-3)_

Tentunya dengan wabah yang menjadi ujian bagi kaum muslim memiliki tujuan.

Tujuan Allah menimpakannya tidak lain untuk menguji kekuatan iman. Seberapa kuatkah setiap Muslim berpegang teguh pada aturan Islam. Dengan bencana wabah ini terlihat sekali banyak diantara kita kesulitan untuk bertahan hidup. Jika tidak karena keimanan yang kokoh, maka akan semakin banyak orang melakukan tindakan yang melanggar syariat Allah.

Apalagi dalam kondisi tempat dimana kita tinggal kini yang keadaannya semakin hari kian karut-marut.

Namun sikap kita dalam menghadapinya tetap harus bersabar sembari ikhtiyar dan tawakkal kepada Allah. Berjuang untuk keluar dari kungkungan sistem kapitalis, dan kembali kepada Islam.
Maka niscaya Allah mudahkan segala urusan hambanya yang bertakwa.

Tetap bahagia menyambut bulan yang penuh berkah dan ampunan ini. Walaupun dengan segala kekurangan dan problem yang tak kunjung usai selalu menjadi hidangan setiap hari.

Tetap semangat beramal sholih dan lebih meningkatkan kualitas amal ibadah. Baik yang fardhu maupun sunnah dan hindari yang mubah. Menjauhi maksiyat yaitu segala bentuk perbuatan baik, tindakan, lisan dan hati agar Allah mengampuni dosa-dosa yang tanpa kita sadari.

Berbahagia menyambut bulan Ramadhan dengan sepenuh hati merupakan cerminan dari ketakwaan yang ada dalam hati. Karena bulan Ramadhan adalah satu syiar agama Islam, yang harus senantiasa kita hormati sebagaimana firman Allah yang artinya:

_” barang siapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan. (TQS: Al-Hajj 32)_

Semoga Ramadhan kali ini Allah berikan keistimewaan daripada tahun lalu, melihat betapa semakin beratnya ujian yang dihadapi kaum muslim yang selama ini berada dalam jeratan sistem kapitalis. Semakin berat ujian, maka makin dekat datangnya pertolongan Allah terhadap orang-orang yang beriman.

Keimanan seorang Muslim akan menghantarkan pada keyakinan bahwa semua yang ada di dunia ini terjadi dengan iradah dan kekuasaan Allah Swt sehingga di baliknya pasti ada hikmah bagi manusia. WaAllahu a’lam bisshawab.[]

*Anggota muslimah rindu jannah

Comment

Rekomendasi Berita