by

Sherly Agustina, M.Ag*: Ketika Ananda Bertanya KetentuanNya Di Tengah Wabah Melanda

-Opini-18 views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Dalam sebuah hadits, Nabi saw. bersabda, “Seseorang mendidik anaknya itu lebih baik baginya dari pada ia menshadaqahkan (setiap hari) satu sha’.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam At-Tirmidzi dari sahabat Jabir bin Samurah r.a.”

Di tengah pandemi saat ini, anak-anak baik putra/i banyak menghabiskan waktu di rumah. Mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali, mulai dari aktifitas sehari-hari terlibat membantu ayah bunda dan belajar di rumah (LFH).

Para bunda harus memiliki tenaga, fikiran, waktu yang ekstra menemani anak-anak selama wabah ini belum berakhir. Perasaan beban semakin bertambah hal yang wajar dan manusiawi, tapi harus yakin bahwa di balik kehendakNya pasti selalu ada hikmah.

Di antaranya bisa mengajarkan putra/i tentang keimanan, kebersihan, kesehatan. Bahkan bisa menjelaskan makhluk mungil ciptaan Allah Swt yang bernama Corona.

Selama kurang lebih satu bulan sejak ditetapkan Sosial Distancing, anak -anak mulai merasakan kejenuhan hingga bertanya hal-hal yang kritis. Misalnya anak saya bertanya, “Bunda, mengapa orang saat ini semuanya harus di rumah dengan waktu yang begitu lama?”.

“Allah ‘kan yang membuat keadaan seperti ini, mengapa Allah melakukan ini?”

Di antara pertanyaan anak-anak pada bundanya masing-masing, atau bahkan lebih beragam dari pertanyaan di atas. Lalu bagaimana seorang bunda menyikapi pertanyaan tersebut yang dilontarkan dari anak usia TKB, nah ini PR bagi semua para bunda di mana pun berada.

Tentu wajar pertanyaan itu muncul dari jiwa kritis anak zaman millenial saat ini karena usia anak terbiasa main di luar rumah dengan begitu aktif.

Menyikapi pertanyaan pertama, “Mengapa manusia saat ini harus stay di rumah?”

Saya mencoba menjelaskan pada anak agar virus ini tidak semakin menyebar, khususnya pada keluarga kita maka semaksimal mungkin menghindarinya dengan cara diam di rumah. Memang ini ujian kesabaran karena kita tidak bisa beraktifitas seperti biasa.

Lalu pertanyaan selanjutnya, “Allah ‘kan yang membuat keadaan seperti ini, mengapa Allah melakukan ini?”.

Anak saya tadi pagi menanyakan ini saat saya sedang beres-beres di kamar, sesaat saya tertegun dan lumayan kaget dengan pertanyaan itu.

Saya mencoba mejelaskan, betul semua ini kehendak Allah Swt agar manusia beristirahat dulu di rumah dari semua aktifitas di luar rumah dan agar alam bisa menghirup udara segar setelah sekian lama terisi polusi dari kendaraan manusia yang setiap hari beraktifitas tanpa henti.

Tentu masih banyak hikmah lainnya yaitu menunjukkan betapa Allah Maha Kuasa memberhentikan aktifitas manusia walau sementara lewat makhluk kecil bernama Corona itu. Dan manusia sangat lemah dan terbatas … sudah ya, sekarang fokus diam di rumah.

Begitulah obrolan singkat dengan putri saya tadi pagi, benar semua kehendakNya jika kita ridho maka berbuah pahala, tidak ada sikap lain saat ini yang bisa dilakukan selain menerima dengan sepenuh hati ketentuanNya.

Walau entah anak mengerti atau tidak tapi setidaknya sudah masuk penjelasan dari bundanya sebagai informasi awal. Jika ingin informasi tersebut menempel maka harus berulang-ulang memjelaskan pada anak.

Suatu ketika anak saya pernah berkata, “bunda, karena saat ini sedang ada virus corona jadi manusia harus menjaga kesehatan dan kebersihan ya. Rajin cuci tangan pake sabun, makan yang bergizi, harus rajin olah raga dan jangan terlalu banyak makan mie instan … ya ‘kan bun?”

Mendengar anak saya berkata demikian, saya tertegun.

Wah, dari mana Kakak bisa bicara seperti itu?

Kakak nonton televisi. Alhamdulillah anak mencerna dengan baik apa yang dilihat dan mungkin yang pernah kita jelaskan. Sebagai orang tua terutama para bunda semoga tak lelah membersamai anak dalam memahami apa yang ada di sekitar mereka, yang dilihat, didengar dan dirasa. Allahu A’lam Bi Ash Shawab.[]

*Anggota Revowriter Waringin Kurung

Comment

Rekomendasi Berita