by

Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Nias Semprotkan Disinfektan Di Hiliserangkai Dan Botomuzoi

RADARINDONESIANEWS.COM, NIAS – Penyemprotan disinfektan pada hari kedua di wilayah Kabupaten Nias dilaksanakan di Kecamatan Hiliserangkai dan Botomuzoi, Rabu (1/4).

Pada kegiatan tersebut, Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Nias yang terdiri dari Dinas Kesehatan, BPBD, Kominfo Kabupaten Nias dan TNI/Polri dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Nias Arosokhi Waruwu serta didampingi Sekda Kabupaten Nias F. Yanus Larosa.

Dilokasi penyemprotan, Wakil Bupati Nias mengimbau para Kepala Desa melalui Camat Hiliserangkai dan Botomuzoi untuk mengalokasikan dana desa guna penanganan pencegahan Covid-19 berupa penyemprotan cairan disinfektan di rumah warga.

“Seperti petunjuk Presiden, kita minta para Kepala Desa agar mengalokasikan anggaran dana desa untuk penanganan percepatan Covid-19 melalui penyemprotan cairan disinfektan ditiap rumah-rumah warga,” ucapnya kepada awak media.

Ditanya terkait kestabilan harga bahan pokok, Camat Hiliserangkai, Arlin Mendrofa mengungkapkan dalam waktu dekat akan melakukan peninjauan harga di pasar.

“Hingga saat ini kebutuhan bahan pokok masih stabil, namun untuk mengantisipasi lonjakan harga, saya dan teman-teman forkopimka akan turun langsung ke pasar mengecek harga,” ucap Camat.

Dari sisi kesehatan warga, Kepala Puskesmas Botombawo Ingati Lase menjelaskan jika di wilayah Kecamatan Hiliserangkai ada 8 orang status OTG (Orang Tanpa Gejala) dan 8 orang status ODP (Orang Dalam Pemantauan).

“Ada 8 OTG dan 8 ODP, kesemua orang tersebut mendapat pemantauan kesehatan dari tim kita di puskesmas,” ucap Kapus.

Selain Hiliserangkai, Puskesmas Botomuzoi juga kini tengah memantau kesehatan OTG dan ODP.

“Dari data yang kita miliki per tanggal 1 April 2020, terdapat 32 OTG dan 6 ODP di wilayah Kecamatan Botomuzoi, tentu dengan gerak cepat kita dari Tim Puskesmas Botomuzoi terus memantau kesehatan mereka dengan melakukan penanganan di rumah masing-masing,” ujar Kapus Botomuzoi Idaman Laowo.

Reporter : Albert

Comment

Rekomendasi Berita