by

Dede Nurmala*; Layakah Perempuan Mendapatkan Pendidikan?

-Opini-23 views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Perempuan memang objek yang menarik dalam segala hal, fitrahnya yang Allah hiasi dalam diri membuatnya mampu menjadikan istimewa bahkan bisa juga menjadikan hina.

Dalam pendidikan, pengaruh perempuan sangatlah kuat. Bahkan pengaruhnya bukan hanya untuk keluarga, masyarakat tapi Dunia.

bagaimanakah pendidikan perempuan dizaman ini? Apakah mereka mendapatkan kelayakan pendidikan?

Pendidikan tinggi adalah sebuah kemewahan bagi kaum wanita. Entah dengan “senjata” interpretasi agama, stereotip peran gender yang mengakar dalam budaya setempat, mitos-mitos, atau tindakan represif yang membungkus ketidakpercayaan diri sebagian pihak, perempuan dipasksa mundur menuntut ilmu tinggi.

Perempuan harus berusaha ekstra untuk memenuhi kebutuhan intelektualnya, lepas dari telah tersedianya macam-macam akses ke pendidikan di berbagai negara.
Tirto.co.id

Memanglah para wanita berkeinginan tinggi untuk mencapai pendidikan yang baik karena tak banyak diantara mereka merasa sepantasnya wanita berpendidikan, mereka menganggap bahwasanya bukan hanya laki-laki saja yang pantas mendapatkan pendidikan tinggi, tetapi wanita pun harus demikian.

Pendidikan untuk perempuan nyatanya telah diperjuangkan sejak lama di Indonesia. Raden Ajeng Kartini menjadi salah satu sosok perempuan yang dikenal gigih memperjuangkan hal itu.
Jakarta. CNNIndonesia.com

Sosok perempuan dinyatakan tak selayaknya mendapatkan pendidikan rendah, karena perempuan memilik potensi yang besar dalam kecerdasan. Tidak bisa dipandang sebelah mata dengan berpikiran bahwa perempuan cukup dirumah, menjadi Ibu Rumah tangga dan mengurus pekerjaan rumah.

Semakin kuatlah opini yang menggiring bahwa perempuan harus mendapatkan pendidikan yang layak seperti halnya laki-laki sehingga akhirnya keluarlah istilah kesetaraan gender, bahwa perempuan harus sama dengan laki-laki.

Pada akhirnya memang terealisasikanlah paham tersebut, sehingga tak jarang diantara kaum perempuan yang telah berpendidikan tinggi merasa hebat dari laki-laki dan menganggap rendah laki-laki yang berpendidikan dibawahnya.

Namun dalam beberapa pernyataan banyak diantara perempuan dengan pendidikan yang meningkat, namun masih dibayangi kekerasan.

Meskipun terdapat kemajuan dalam pendidikan selama 25 tahun terakhir, kekerasan terhadap wanita dan anak perempuan masih terjadi dibanyak wilayah di seluruh dunia. Kamis (05/03/2020). SATUHARAPAN.COM.

Ternyata yang digaungkan kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan terhadap pendidikan tak menjadikan perempuan aman dari kekerasan, bukan semakin membaik tapi justru semakin memburuk. Ini membuktikan setinggi apapun pendidikan perempuan tak lepas dari kekerasan yang dialami saat ini.

Jelaslah dalam sistem saat ini pendidikan bagi perempuan sangatlah gagal. Bukan menjadikan perempuan mulia tapi malah menjadikan hina. Karena banyak menjadi korban kekerasan dan pemerkosaan.

Padahal Islam begitu memuliakan perempuan, pendidikan perempuan sangatlah diperhatikan. Perempuan didik bukan untuk menyaingi dan mengungguli laki-laki, tapi dididik untuk kelak nanti menjadi perempuan yang mampu mencetak anak-anak yang taat terhadap penciptaNya.

Maka dengan diterapkannya sistem Islam lah, pendidikan perempuan akan berhasil dicetak. Dengan pendidikan yang didapatkan sesuai AlQuran dan sunnah, fitrah mulia perempuan akan tetap terjaga. Wa’Allahu’alam biishowab.[]

*Mahasiswi

Comment

Rekomendasi Berita