by

Kartika Septiani*: Ramadhan Bulan Taubat Dan Taat

-Opini-25 views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Setiap muslim pasti rindu dengan bulan mulia ini. Bulan Ramadan adalah bulan istimewa ,dimana di dalam bulan ini banyak sekali keutamaan yang ada dan tidak diperoleh di bulan-bulan lainnya. Salah satunya, di dalam bulan ini Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk hidup manusia oleh Allah.

Sebagaimana firman Allah , berikut ini:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

” (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (TQ.S Al-Baqarah:185)

Momentum ramadhan hendaknya menjadi titik balik taubat dan ketaatan. Taubat dari perbuatan yang melanggar syariat, dan seringnya manusia memilah-milah ayat al-Qur’an yang mereka senangi saja, padahal al-Qur’an merupakan petunjuk yang sudah jelas kebenarannya.

Mereka mentaati perintah untuk berpuasa di bulan ramadhan, namun mereka ingkar dengan ayat lain yang memerintahkan untuk menutup aurat sesuai syariat bagi muslimah misalnya. Al-Qur’an adalah petunjuk hidup yang sudah jelas seluruh isinya merupakan firman Allah Ta’ala yang pasti kebenarannya. Kita tidak bisa mentaati ayat yang satu tapi ingkar dengan ayat yang lain. Sebagaimana firman Allah Ta’ala :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Wahai orang yang beriman, masuklah kamu semua ke dalam Islam. janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kalian,” (Surat Al-Baqarah ayat 208).

Kita harus kembali pada ketaatan yang totalitas. Dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai petunjuk didalam hidup yang didalamnya terpancar aturan-aturan, dan menjalankannya baik secara individu maupun instansi yang lebih besar seperti negara.

Hanya dengan itu kita bisa kembali pada kehidupan Islam, dan bisa terlepas dari kesesatan nyata yang hanya membawa kemudharatan bagi hidup kita. Wallahu ‘alam. []

 

*Guru sekolah alam, Jomin

Comment

Rekomendasi Berita