by

Sherly Agustina, M.Ag*: Bahagia Menyambut Datangnya Hari Kemenangan

-Opini-15 views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar…

Tak terasa 30 hari sudah dilewati, menjalani ibadah di bulan suci kala pandemi. Senang bercampur dengan sedih. Senang karena Allah berikan tamu agung untuk umat Islam, sedih karena menjamu tamu agung di tengah wabah melanda.

Namun, keimanan mengajarkan agar rida pada ketentuan-Nya. Karena setiap ketentuan-Nya insya Allah yang terbaik untuk hamba-Nya.

Kini, tamu agung itu beranjak pergi. Dan esok hari tak lagi menjamu tamu agung itu. Rasa bahagia dan sedih pun masih menyelimuti. Bahagia karena hari kemenangan tiba, kaum muslim pun menyambutnya dengan suka cita.

Gema takbir menggema di mana-mana. Sedih karena Idul Fitri kali ini masih pandemi, tentu tidak sebebas tahun sebelumnya karena harus saling membantu dalam upaya mitigasi covid-19.

Namun, mendengar takbirnya saja hati melayang bahagia. Ternyata masih ada syi’ar Islam menjelang hari nan fitri walau penuh dengan keterbatasan. Kondisi ini memang tak seperti biasanya dan semoga kondisi ini segera berlalu.

Apa kabar taqwa, apakah mendekap seluruh jiwa dan raga kaum muslim yang berlatih selama bulan puasa? Apa kabar hari kemenangan, semoga tak lama lagi menangnya agama Allah hingga memimpin bumi karena tak ada satupun yang layak tinggi selain agama-Mu.

Apa kabar ukhuwah, apakah semakin merekah ditempa pada bulan penuh berkah di tengah wabah?

Wahai kaum muslim, semoga tujuan takwa bisa diraih dari ibadah puasa ini. Sehingga menjadi bekal untuk bertemu dan menjalani 11 bulan selanjutnya. Atau bekal menghadapi tegaknya Islam di muka bumi untuk menyebarkan risalah-Nya ke seluruh penjuru dunia.

Di dalam Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia, sifat orang bertaqwa menurut surat Al ‘Imran 134-135 adalah senantiasa menginfakkan hartanya baik itu di saat kaya maupun susah, menahan kemarahannya dengan bersabar, dan memaafkan orang yang bersalah terhadapnya.

Allah mencintai orang-orang yang baik dalam berinteraksi, memohon ampunan kepada-Nya jika berbuat dosa kecil atau besar, dan yakin tidak ada yang dapat mengampuni dosa melainkan Allah, serta tidak terus menerus melakukan kemaksiatannya, mereka mengetahui betapa buruknya kemaksiatan, namun jika mereka bertaubat niscaya Allah akan menerima taubat mereka.

Duhai Allah, semoga Engkau menerima segala ibadah kami di bulan suci. Menerima penjamuan kami terhadap tamu agung-Mu. Mengampuni dosa-dosa kami yang tak terhitung dan terhingga. Senantiasa memberi petunjuk pada hamba-hamba-Mu dan memberikan kesempatan untuk bertemu kembali dengan Ramadan yang akan datang. Semoga Engkau segerakan kemenangan kaum muslim memimpin dunia yang menebar rahmat ke seluruh penjuru alam. Allahu A’lam Bi Ash-Shawab.[]

*Member Revowriter dan WCWH

Comment

Rekomendasi Berita