by

Diskusi Publik Solidaritas Pemuda Papua

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Diskusi publik Solidaritas Pemuda Papua yang diselenggarakan di Hotel Balairung, Matraman, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2020) tersebut menyoroti peristiwa hukum di Amerika Serikat. Efec George Floyd dimanfaatkan segelintir orang di luar negeri, artinya mereka orang Indonesia yang punya kepentingan dengan pihak luar negeri

“Bio Werfete salah satu tokoh muda Papua menilai kericuhan aksi unjuk rasa di Yogyakarta sempat ricuh karena kesalah pahaman mahasiswa dengan pihak yang mengamankan.” tambahnya.

Dia juga berpesan kepada kawan-kawan mahasiswa teruslah konsen terhadap dunia pendidikan di setiap kampus dan meminta, terlepas dari itu, ia meminta kepada pemerintah jangan dipaksakan new normal di Papua, karna menyelamatkan nyawa rakyat Papua lebih penting.

Bio menambahkan, isu-isu rasisme hendaknya diakhiri meski pada tingkat pemerintah memang tidak ada (diskriminasi), tapi di tingkat masyarakat sering terjadi.

hal senada juga disampaikan Jefry Papare yang juga hadir dalam kesempatan itu mengatakan keselamatan nyawa rakyat Papua lebih penting, jadi fokus saja mengikuti anjuran pemerintah ditengah masa pandemi Covid 19.

Jika kita kembali pada kasus George Floyd mengisyaratkan bahwa kasus kulit hitam selalu tidak dihargai, karena di Amerika juga punya sejarah panjang soal diskriminasi rasial

Di Indonesia sampai hari ini saya belum melihat ke arah sana, Indonesia juga punya perangkat hukum apabila itu terjadi, meskipun kita tidak bisa memungkiri ada kasus kecil di kalangan masyarakat.

Persoalan rasis tidak ada bedanya dengan hal yang dilakukan Veronica Koman, Apa hebatnya dia? Yang ada malah melakukan aksi provokatif

Jefri Papare merasa bangga menjadi orang kulit hitam di negara ini karena akan menjadi pembeda

Sementara Rajit Patiran mengatakan justru mendorong pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas terhadap Veronica Koman, dia ini racun yang mengancam kedaulatan negara, memprovokasi rakyat Papua hingga mengalami dampak kerusakan sarana publik. Jadi tangkap dan adili dia saja.

Indonesia perlu belajar dari sejarah, bahwa Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, maka seharusnya upaya pemerintah lebih kepada hal yang menyelematkan rakyat, termasuk penanganan Covid-19.[Mutia]

Comment

Rekomendasi Berita