by

Novita Ekawati: Aktualisasi “Be Yourself” Menuju Kesuksesan Hidup

-Opini-46 views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Be yourself” atau “Jadilah dirimu sendiri” seringkali terdengar di telinga kita. Lalu pernahkah kita merenungkan mengenai apa arti kehidupan ini, siapa sebenarnya diri ini dan sudahkah kita mencapai versi terbaik diri kita? Pertanyaan selanjutnya yang kemudian muncul adalah tentang mengapa rasanya tidak mudah untuk mengontrol kehidupan diri sendiri dan kebingungan tentang apa yang sebenarnya paling ingin dicapai dalam hidup ini.

seorang ahli psikologi, Abraham Maslow melalui teori tentang tingkat kebutuhan (Hierarchy of Needs). Maslow menggambarkan lima kebutuhan manusia dalam model piramid, yaitu : Kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan rasa memiliki dan cinta, kebutuhan akan penghargaan, dan kebutuhan akan aktualisasi diri.

Lantas bagaimana Islam memandang “Be Yourself” ini?

Sebelum pada akhirnya seseorang menjadi pribadi yang berkwalitas seperti yang diharapkan dan menuju pada kesempatan kesuksesan hidup.

Jika aktualisasi diri direalisasikan hanya dengan mengasah potensi yang ada pada diri untuk mengantarkannya pada diri yang ideal (ideal self) sehingga ia mampu bangkit dari keterpurukan, maka jelas ini adalah konsep “Yourself” yang dibangun atas dasar pandangan materialisme.

Potensi manusia dianggap sesuatu yang berdiri sendiri dan digali dari diri sendiri tanpa ada yang memberikan terlebih dahulu potensi itu akan memberikan para penganut pemahaman ini pada arah kebebasan berekspresi tanpa ada batasan yang mengatur. Hal ini amat berbahaya jika tidak dikontrol dengan pemahaman yang benar yang sesuai syariatNya.

Cara yang bisa kamu lakukan untuk mencapai aktualisasi diri dengan benar adalah :

1) Kenali dirimu
Mengenali diri dilandaskan pada keimanan yang kuat dan kokoh sangatlah penting, karena ini akan menjadi jalan yang akan menunjukkan pada kebenaran sejati tentang indentitas diri. Darimana saya berasal, untuk apa saya di dunia yang fana ini, dan akan kemanakah saya setelah kematian nanti.

Tentu semua ini dibutuhkan keimanan yang kuat dan pemahaman agama yang benar. Bahwa semua berasal dari Allah Sang Pencipta, dan diciptakan semua yang ada di langit dan di bumi untuk tunduk beribadah kepadaNya di dalam setiap aspek kehidupan.

Inilah pondasi utama dalam mengenali indetitas diri secara sejatinya setiap manusia.

2) Bertanggung jawab atas setiap tindakan

Sebagaimana setiap perbuatan kelak akan dimintai pertanggung jawaban, tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat. Dan tidak melepaskan diri dari kenyataan bahwa setiap perbuatan akan dimintai pertanggung jawabannya kelak di Yaumul Akhir setelah kehidupan ini berakhir semuanya.

Masuk surga ataukah neraka tergantung dari jumlah amal perbuatan yang dilakukan selama di dunia.

Sebagaimana firman Allah ta’ala,
“Tiap-tiap diri bertanggungjawab atas apa yang telah diperbuatnya”
(QS. Al-Mudatstsir: 38)

3) Milikilah integritas diri yang baik
Seseorang yang telah menemukan jalan hidupnya dengan baik tentu akan memiliki prinsip hidup yang jelas dan kuat. Menjadi pribadi yang hebat yang memiliki pola fikir dan pola sikap yang lurus dan sejalan berlandaskan pada aqidah yang kokoh.

4) Selalu berpikir positif

Tidak dipungkiri bahwa setiap kejadian selalu memiliki makna tersirat dan tersurat dari Sang Pencipta. Menyikapi setiap kejadian dalam kehidupan dengan pandangan yang positif bukanlah sesuatu yang bisa dibangun seketika tanpa adanya pemahaman dan ilmu. Maka peran penting aqidah yang menyelaraskan semuanya. Berfikir positif dengan selalu menjadi motivator diri dalam meraih kesuksesan adalah hal yang pasti untuk terus dilakukan, sampai tujuan tersebut tercapai dengan kehendakNya dan keridhoanNya.

5) Rasa syukur yang luas

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim : 7)

Berkeluh kesah selalu hanya akan membuat hidup semakin terpuruk dan sempit serta tidak akan mampu bangkit dari keadaan yang menghimpit. Sehingga ayat di atas dengan sangat jelas menyampaikan bahwa setiap apa yang kita terima dalam kehidupan ini sudah sepatutnya untuk selalu disyukuri agar kehidupan menjadi luas dan tenang dalam pandangan yang dibenarkan Tuhan dan nikmatNya akan semakin bertambah untukmu.

6) Pantang menyerah

Hidup adalah untuk tentang meningkatkan kualitas diri, wawasan, dan perspektif. Sehingga, aktualisasi diri merupakan perjalanan untuk memberdayakan diri dan kehidupan. Melihat kehidupan dengan cara berbeda dan indah. Melalui aktualisasi diri dapat mencapai tujuan hidup dengan lebih bermakna. Teruslah berusaha dan berjuang untuk mimpi dan cita-cita yang diharapkan.

“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.”(Q.S. Yusuf : 87)_

7) Berlombalah selalu dalam kebaikan*
Penting bagi setiap muslim untuk selalu berlomba dalam setiap kebaikan, sebagaimana firmanNya,
“Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan.” (Q.S Al- Baqarah : 148 )_

Namun bagaimana agar perbuatan tersebut menjadi bernilai dan berkwalitas dihadapan Allah, tentulah harus ikhlas dalam beramal dan melakukan kebaikan itu secara benar sesuai dengan yang diperintahkanNya, sehingga amal tersebut tidak hanya mendatangkan kebaikan di dunia tapi juga di akhirat.

Tingkatkan terus kwalitas hidup dari hari ke hari menuju kesuksesan yang hakiki. Sebagaimana sebuah hadits,
“Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung.” Wallahu a’lam bisshawab.[]

Comment

Rekomendasi Berita