by

Fitria, S.TP*: Pendidikan Ala Kapitalis, Berorientasi Industri Minus Visi?

-Opini-41 views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Sejak awal pendidikan bangsa ini terus melakukan berbagai inovasi untuk mewujudkan Indonesia maju, katanya. Namun kini konsep pendidikan justru berorientasi dunia industri semata. Pemerintah melalui menteri pendidikan  dan kebudayaan (Kemendikbud) dari awal telah membawa pendidikan saat ini kearah industri.

Hal ini dimulai dengan ditetapkannya kebijakan kampus merdeka dan yang terbaru ini akan memulai program gerakan ‘pernikahan massal’ yaitu menikahkan pendidikan vokasi dengan dunia industri dan dunia kerja (DUDI).

Mendikbud  Nadiem Makarin sedang menggalakkan upaya kerja sama dunia industri dengan dunia pendidikan ditanah air yang ia ibaratkan dengan perkawinan massal. Perkawinan massal yang dimaksud ialah sebuah simbiosis mutualisme antara sektor pendidikan dan dunia industri (theworldnews.net, 27/06/2020).

Nadiem mengatakan ‘perjodohan massal’ antara pihak kampus dan industri dilakukan hingga tahap kontrak rekrutmen mahasiswa diperusahaan terkait peluang usaha (lensaIndonesia.com, 4/7/2020).

Esensi dari pernikahan massal ini tentunya akan menguntungkan dunia industri. Sehingga para pegiat dunia industri tidak perlu mengeluarkan banyak cost untuk biaya pelatihan kerja.

Dirjen Diksi Kemendikbud, Wikan Sakarinto mengatakan tujuan utama dari gerakan tersebut agar program studi vokasi diperguruan tinggi vokasi menghasilkan lulusan dengan kualitas dan kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan dunia kerja (antaranews.com, 27/5/2020).

Selain mendorong sekitar 100 prodi vokasi di PTN dan PTS yang ditargetkan melakukan pernikahan massal pada 2020 dengan puluhan bahkan ratusan industri.

Sekolah menengah kejuruan (SMK) pun tak luput dari program ini dan menjadi target selanjutnya untuk menghasilkan lulusan sekolah yang disesuaikan dengan keinginan pasar industri.

Konsep Pendidikan Ala Kapitalis

Permasalahan dunia pendidikan di negeri ini memang tak ada habisnya, alih-alih untuk mengurangi angka pengangguran pemerintah lalu mengubah arah pendidikan bangsa ini ke ranah industri.

Sistem pendidikan ditanah air nampaknya perlu dibenahi agar mampu menghasilkan generasi yang mampu membawa perubahan agar menjadi bangsa yang mandiri. Sistem pendidikan ala kapitalis yang diterapkan saat ini minus visi dan pendidikan berorientasi industri dengan diterapkannya program pendidikan yang berbasis kompetensi (keahlian) menyesuaikan dengan tuntunan dunia industri. Mahasiwa disiapkan untuk menghadapi era disrupsi 4.0.

Akhirnya pendidikan hanya fokus mencetak generasi budak industri. Hal ini nampak dari kebijakan yang telah diluncurkan oleh Kemendikbud yaitu kampus merdeka.

Ketika kampus diberikan kebebasan dan kemudahan menjadi perguruan tinggi berbadan hukum maka ini menunjukkan bahwa negara telah berlepas tangan dari tanggungjawabnya sebagai penyelenggara jaminan pendidikan.

Menurut Nadiem SDM unggul ketika banyak mahasiswa terserap dalam industri . Melalui program kampus merdeka , pemerintah memberikan kebebasan untuk membuka prodi baru sesuai dengan kebutuhan pasar ditambah kebebasan penentuan kurikulum bersama industri dan asing. Padahal, dunia industri saat ini didominasi oleh swasta dan asing.

Maka tak heran pendidikan berorientasi  industri hanya akan menghasilkan generasi pekerja atau budak industri swasta dan asing atau para pemodal.

Dalam pendidikan banyak aspek yang harus dikembangkan bukan hanya sekedar mengasah keahlian (kompetensi) tetapi juga harus membentuk SDM yang berkarakter. Pendidikan kompetensi tanpa didukung dengan aspek karakter hanya akan menghasilkan tenaga terampil yang minus karakter karena di era milenial saat ini masalah karakter amatlah buruk.

Arah pendidikan berbasisi industri dengan dilakukannya pernikahan antara lembaga  pendidikan dengan dunia industri, artinya kekayaan intelektual muda terkooptasi oleh kepentingan industri bukan untuk membantu menyelesaikan masalah umat.

Program pendidikan tersebut dikhawatirkan akan memalingkan  dari hakikat pendidikan yang sebenarnya. Pendidikan yang semestinya bervisi membangun kepribadian utuh manusia sebagai hamba Allah Khalifah Fil ardhi dikendalikan hanya mencetak manusia bermental buruh.

Orientasi pembangunan perguruan tinggi ala rezim kapitalis bukanlah untuk menghasilkan intelektual penopang perubahan kemajuan bangsa dan menyelesaikan permasalahan masyarakat dengan ilmu dan inovasi mereka bagi kepentingan publik. Namun hanya menjadi mesin pencetak tenaga terampil bagi kepentingan industri kapitalis.

Pandangan Syara’ Dalam Pendidikan

Islam memiliki sudut pandang yang kompleks  dalam pendidikan karena sistem pendidikan yang diterapkan mampu melahirkan generasi cerdas nan beradab. Sistem Islam memprioritaskan pendidikan sebagai modal awal pembangunan peradaban dalam mencetak generasi yang berkualitas dan bertakwa.

Pendidikan dalam Islam adalah upaya sadar, terstruktur, terprogram dan sistematis berbasis akidah dalam rangka melahirkan generasi yang berkepribadian Islam, menguasai pemikiran Islam dengan handal, menguasai ilmu-ilmu terapan (iptek) dan memiliki keterampilan yang tepat guna dan berdayaguna.

Sehingga peranan mereka ditengah-tengah masyarakat mampu memperbaiki segala problematika umat.

Adapun kurikulum pendidikan Islam dibangun berdasarkan akidah Islam, pelajaran dan metodeloginya sesuai dengan asas akidah. Sehingga intelektual yang dihasilkan bukan hanya sekedar ahli dalam bidang ilmu dunia melainkan juga fakih dalam agama.

Pendidikan Islam tidak hanya mencetak generasi ahli dan terampil saja namun juga generasi yang bertakwa dan taat kepada Allah dan syariat-Nya. Bukan intelektual sekular yang siap dimanfaatkan oleh kapitalis seperti saat ini.

Pendidikan ala kapitalis dengan asas sekularisme itu memisahkan kehidupan dari agama sehingga prioritas mereka adalah materi maka tak heran jika mereka siap menjadi budak industri para pemilik modal.

Islam, sepanjang sejarah penerapannya dalam bingkai negara Islam yang menerapkan seluruh aturan Allah yakni syariat Islam menjadi satu-satunya yang mampu melahirkan generasi yang cemerlang.

Dalam Islam, negara akan menjamin kehidupan masyarakat sehingga arah pendidikan tidak terfokus pada asas untung rugi dan materialistik semata. Namun melahirkan generasi yang mumpuni baik dalam aspek kompetensi maupun karakter yang beriman.

Sehingga mereka mampu memberdayagunakan diri untuk umat bukan menjadi budak industri dan korporasi. Wallahu a’lam bisshawab.[]

*Alumni Tekper UNSRI

Comment

Rekomendasi Berita