by

Hardita Amalia, S.Pd.I., M.Pd.I*: Adaptasi Sistem Belajar Anak di Era New Normal

-Opini-54 views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Pandemi Covid yang hingga kini masih melanda berbagai negara di dunia saat ini tak terkecuali Indonesia.

Terbaru jumlah korban akibat pandemi covid di Indonesia menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana hingga tanggal 15 Juli 2020 mencapai 80.094 positif covid 19 dan 3.797 meninggal dunia.

Dan Indonesia mencapai tingkat kematian tertinggi di asean. Maka menurut penulis sebagaimana dikutip bbc news Indonesia bahwa usia di bawah 18 tahun meninggal akibat virus corona, menurut data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (diakses 02/07). Adapun sebagian besarnya adalah balita.

Angka itu setara 1,7% total kematian akibat Covid-19, yang menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, salah satu yang tertinggi di Asia dan dunia.( bbc.com,3/7/2020 )

Maka menjadi pertimbangan penting bagi keselamatan anak selama pandemi covid berlangsung untuk tetap stay at home termasuk menjadikan pembelajaran sekolah dijalankan secara daring.

Meski banyak problem dan juga kurang maximalnya daring juga pemerintah yang belum menfasilitasi akses internet di berbagai penjuru Indonesia menjadi problem utama banyaknya keluhan terkait program belajar daring.

Program daring menuntut kuota yang besar dan membebani tambahan rumah tangga. Bagi kalangan keluarga yang mampu hal ini tidak menjadi problem namun bagi keluarga menengah ke bawah, hal ini tentu menjadi beban yang luar biasa.

Maka esensinya tugas pemerintah menyediakan layanan internet yang berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Di sisi lain penulis menjumpai beraneka problem yang dihadapi oleh orang tua yakni ketidaksiapan orang tua dalam menunaikan tugas dari sekolah terkait pembelajaran daring, karena tugas online harian bagi siswa di rumah yang di berikan sekolah.

Tak sedikit orang tua yang terbebani hingga pada akhirnya banyakvdi antara mereka yang mengeluhkan kondisi sistem pembelajaran daring saat ini hingga meminta sekolah masuk seperti normal kembali.

Menurut penulis, new normal saat ini relasi utama karena economic oriented bukan karena kondisi yang sudah aman.

Maka perlu adanya kebijaksanaan sekolah terkait beban belajar peserta didik di rumah terutama bagi Menteri Pendidikan membuat kurikulum yang adaptif dengan kondisi saat ini.

Juga terkait kondisi sekarang problem cabang penerapan daring terjadi pada tiap orang tua bagaimana memberikan pembelajaran anak di rumah.

Kondisi ideal memang sulit kita jumpai pada saat pandemi sekarang. Namun lebih utama adalah keselamatan dan kesehatan anak yang tidak bisa ditawar untuk menjadi prioritas utama.

Bahkan terbaru menurut Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) seperti dilansir kompas.com,(14/07/2020) mengeluarkan sejumlah imbauan merespons pernyataan resmi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengakui bahwa virus corona SARS-CoV-2 memiliki potensi untuk menular melalui udara.

Maka penulis sebagai dosen pendidikan Islam juga memiliki sekolah islam pre school yakni sunrise fun learning pre school di Bekasi memberikan tips bagi para orang tua terutama ibu agar mampu beradaptasi dengan kondisi sekarang.

Efektifitas new normal mulai aman adalah ketika vaksin ditemukan paling tidak herd immunity menjadi pilihan ketika vaksin ada dan angka korban covid kian melandai karena esensinya virus tetap ada takkan hilang.

Namun bila saat ini new normal yang bagi penulis bisa menjadikan masyarakat abai dengan kondisi sekarang.

Di antaranya bagi orang tua, mampu berdamai dengan kondisi sekarang, maka hal ini akan berdampak positif pada psikologi para orang tua.

Kedua, orang tua bisa mempersiapkan kurikulum belajar harian anak hal ini akan memudahkan ritme yang teratur bagi anak.

Bisa orang tua bersinergis dengan sekolah.

Ketiga, manajemen yang baik dan skala prioritas perlu diatur oleh setiap orang tua terutama kaum ibu sehingga tidak menjadi beban bagi ibu yang harus mengurusi beragam urusan domestik hingga saat ini harus mengawal kegiatan serta tugas anak dari sekolah.

Kelima, tetap produktif dan tetap happy dalam aktifitas positif yang bisa dilakukan saat ini sesuai kompetensi masing – masing.

Keenam, doa kepada Allah tiada henti sebagai satu – satunya kekuatan agar kita mampu melewati ujian pandemi ini dengan baik.

Ketujuh, penulis berharap pemerintah yakni presiden juga menteri pendidikan mampu memberikan solusi menyelesaikan kondisi saat ini karena kondisi saat ini adalah tanggung jawab utama negara berperan penting jangan sampai pemerintah abai dan menyebabkan beban masyarakat semakin berat seperti sekarang.[]

 

*Dosen, Peneliti Anggota Asosiasi Dosen Ilmu Keislaman Sosial Nasional, Pemerhati Pendidikan, Konsultan Parenting dan Founder Sekolah Ibu Pembelajar , Founder Sunrise Fun Learning Pre School Bekasi, Founder Madani Fun Learning Qur’an Bekasi )

Comment

Rekomendasi Berita