by

Iis Hamidah S.S*: Moderasi Dan Gagal Faham Generasi

-Opini-14 views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Tahun ajaran 2020/2021 dimulai, pembelajaran di madrasah resmi menggunakan kurikulum baru untuk Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab, yaitu KMA 183 tahun 2019.

Dalam kurikulum berbasis moderasi ini, materi yang dianggap radikal (khilafah dan jihad, red) dihilangkan dari buku Fiqh dan disajikan ulang dalam buku sejarah dalam perspektif moderasi.

“Materi sejarah khilafah, jihad, dan moderasi beragama dalam buku ini disajikan secara integratif, sehingga siswa MI, MTs hingga Madrasah Aliyah atau MA dapat memperoleh literasi yang luas atas keserasian tiga materi itu dalam perkembangan peradaban Islam,” kata Umar (detik.com).

Bagaimana jadinya jika perkara fiqih Islam yang seharusnya dibahas terperinci dan mendalam justru diobok-obok dengan moderasi?

Sungguh pembuat kebijakan telah kalap mata dan hati. Harapan menciptakan generasi moderat bermartabat, hanya akan membuat tertawa sesaat. Begitu banyak tantangan berat hingga bisa jadi generasi makin tersesat.

Sesungguhnya hedonisme, pergaulan bebas, kekerasan inilah yang jelas berbahaya, bukan radikalisme yang sering ditudingkan. Menjauhkan ajaran islam hanya akan meciptakan generasi yang gagal faham terhadap ajaran agamanya sendiri, agama yang begitu menjunjung tinggi akhlak dan budi pekerti.

Telah banyak bukti bagaimana nasib negeri ini ditangan orang-orang tak berbudi, hobinya ngapusi dan memperkaya diri, biarpun dari korupsi. Lalu bagaimana bisa kita menyerahkan masa depan ibu pertiwi pada generasi yang tak tau pekerti?

Sudah waktunya generasi Islam berbenah, memperkuat ketakwaan, menjadikan islam sebagai standar kehidupan. Karena Rosul mengabarkan untuk berpegang teguh pada Alquran dan Sunnah agar kita tak tersesat selamanya. Berpegang teguh pada semua ajaran Islam, karena hanya dengan Islam kita dapatkan ketenangan dan keselamatan hidup di dunia dan di akhirat. Wallahu A’lam.[]

Comment

Rekomendasi Berita